Islam
adalah agama yang komplit, bukan sekedar ritual ibadah, tapi merupakan sistem
yang mengatur kehidupan, yang akan membawa pada keselamatan dunia dan akhirat.
Dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, dari urusan toilet sampai gedung
parlemen. Termasuk juga dimensi pendidikan, bahkan kata ilmu, yang sangat erat
dengan pendidikan, di sebut delapan ratus kali dalam Al Quran. Dengan
mendapatkan perhatian sedemikian rupa, menunjukan betapa pentingnya ilmu dalam
Islam,. Selain banyaknya ayat Al-Quran yang berbicara tentang ilmu, juga banyak
hadis Nabi saw seputar ilmu dan pendidikan.. Di tambah praktek kehidupan para
sahabat Nabi saw dan keluarganya, sebagai murid langsung dari Nabi saw. 
 
Pendidikan
adalah upaya untuk mewujudkan tujuan penciptaan kita, yaitu beribadah,
sebagaimana yang di perintahkan oleh pencipta kita, 
 
“ Dan aku tidak menciptakan
jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. (QS. Adz
dzariyaat. 51 : 56)
 
Beribadah
kepada Allah swt, hanya bisa terwujud bila di awali dengan ilmu. Sebagaimana
wahyu pertama yang di turunkan pada Nabi saw adalah Iqra (QS Al-Alaq : 1-5 ), 
yaitu perintah untuk membaca. Karenanya
proses mencari ilmu (pendidikan) adalah ibadah, dari mulai membaca, membeli
buku dan alat tulis lainnya, ongkos menuju tempat belajar mengajar, menyapa dan
memperhatikan anak didik, kelalahan mengajar, mencari informasi, mengolah bahan
presentasi, dst yang mendukung proses pembelajaran,ialah ibadah. Maka dalam
hadis lain, di sebutkan bahwa barangsiapa berjalan mencari ilmu, maka Allah swt
akan memudahkan jalanya menuju surga. Ya.., jadi sebagai motivasi kita, bila
sedang malas belajar atau mengajar, bayangkanlah surga yang di janjikanNya, dan
kita sedang melangkah mendekatinya.
 
Selain
itu, tujuan kita di ciptakan ke bumi ini, adalah sebagai khalifah  
 
“ Ingatlah ketika Rabb mu
berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan
seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau
hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan
padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji
Engkau dan mensucikan Engkau?" Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku
mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” ( QS Al Baqarah. 2 :30 )
 
Berperan
sebagai khalifah, wakil-Nya di muka bumi, untuk memakmurkan bumi dan seisinya
ini, juga tidak akan tercapai tanpa pendidikan. Bagaimana mengolah sumber daya
yang ada, supaya bermanfaat bagi kehidupan, bukan sebaliknya, menjadi ancaman
bagi kehidupan. Seperti saat ini, banyak bencana alam, yang terjadi akibat
tangan manusia itu sendiri, yang tidak bersyukur mengatur dan mengolah nikmat
alam yang melimpah. 
Maka,
pendidikan (tarbiyah) adalah kewajiban sekaligus kebutuhan. Yang akan membawa
kita, bukan hanya pada kebahagiaan di dunia, tapi juga kesuksesan di akhirat
kelak.  
 
Bagaimana
supaya pendidikan itu berhasil, sehingga kebahagiaan dunia & akhirat bisa
tercapai ? setidaknya ada 4 pilar yang mendukung keberhasilan pendidikan,
diantaranya :
 
        1. Uswatun hasanah (teladan yang baik)
“ Sesungguhnya telah ada pada
(diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut
Allah” ( QS Al-Ahzab .33:21)
 
Rasulullah saw
adalah guru terbaik sepanjang sejarah manusia. Nabi Muhammad saw menerima wahyu
di usianya yang ke 40 tahun, selama 22 tahun, 2 bulan dan 2 hari, sampai
akhirnya meninggal di usia 63 tahun, telah berhasil mencerahkan umat dari
kegelapan jahiliyah menuju terang benderangnya Islam. Juga para murid –
muridnya (para sahabat), 30 tahun sepeninggal beliau saw, berhasil menyebarkan
indahnya Islam ke 60 % wilayah dunia. Sebuah ekspansi yang progresif ini salah
satu rahasianya adalah keteladanan. 
Ada banyak cerita
kegagalan pendidikan, karena hilangnya  keteladanan. Misalkan merokok, 
ketidaksederhanaan, ketidak tepatan
waktu, kekeliruan komunikasi  dan
seterusnya, menjadi komoditas yang miskin keteladanan, sehingga wajar bila
masih lestari dalam keseharian. 
  
        1. Mau’idzoh Mustamiroh ( pelajaran yang berkelanjutan )
Manusia
adalah gudangnya salah dan lupa (bukan sekedar tempatnya salah). Maka di
perlukan, tidak sekedar pelajaran yang baik, tapi juga pengajaran yang berulang
– ulang. 
Ada
banyak ayat yang menyuruh untuk memberi peringatan. 
 
“Dan tetaplah memberi
peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang
beriman” (QS. QS. Adz dzariyaat 51:55)
 
“Oleh sebab itu berikanlah
peringatan karena peringatan itu bermanfaat” 
( QS Al A’laa 87: 9 ) 
 
Pengulangan
juga, merupakan teknik yang sangat baik dalam menghafal. Kita bisa menghafal
sesuatu, tanpa bermaksud menghafalnya, dengan melakukan pengulangan. 
 
        1. Bi’ah shalihah (lingkungan yang kondusif)
Nabi SAW
mengingatkan: “Perumpamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti
penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Berteman dengan penjual minyak
wangi akan membuatmu harum karena kamu bisa membeli minyak wangi darinya atau
sekurang-kurangnya mencium bau wanginya. Sementara berteman dengan pandai besi
akan membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak 
sedap“.
(HR.Bukhari & Muslim).
 
Bagaimanapun
juga, lingkungan memiliki peran penting dalam pendidikan. Misal, ada pasangan
suami istri muda, yang sedang mendidik anaknya supaya sholeh / shalehah, namun
karena masih numpang di pondok mertua indah, maka belum bisa terlepas
sepenuhnya dari lingkungan sekitarnya (nenek/kakek/ paman/ keponakan, dst),
yang di khawatirkan menjadi celah masuknya nilai – nilai yang kurang baik dan
tepat. Begitu juga, beda dampaknya bila kita belajar di tempat yang nyaman,
memiliki teman yang mendukung, dengan sebaliknya. Memilih lingkungan yang
kondusif bagi pendidikan kita atau keluarga kita, adalah hal yang penting,
namun bukan berarti lingkungan yang baik itu selalu di cari, tapi bi’ah
sholihah ini, juga bisa di ciptakan, dengan membentuk komunitas yang baik.
Hidup di lingkungan yang baik adalah nikmat, namun jauh lebih nikmat bila kita
bisa menciptakan lingkungan yang baik. Mendapat sahabat yang baik adalah
kebahagiaan, namun jauh lebih bahagia bila kita menjadi sahabat yang baik bagi
banyak orang.


        1. Manhajussalim ( kurikulum yang selamat)
Kurikulum
yang baik dan selamat, adalah kurikulum yang mengacu pada Al Quran dan Sunnah.
Karena dengan keduanyalah Islam pada awalnya mencapai kejayaan, dan hanya
dengan keduanya pula, kejayaan itu bisa di raih lagi. Kabarnya kurikulum
pendidikan di Negara Israel, selalu mengaitkan pada nilai nilai zionisme.
Contohnya, dalam pelajaran matematika, bila di sebuah lapangan ada 100 orang 
muslim,
dan 1 orang Yahudi, dan kemampuan 1 orang  Yahudi tersebut bisa membunuh 5 
orang muslim
tiap harinya, maka dalam berapa hari lapangan itu bebas dari orang muslim ?
Maka seharusnya kita lebih PD lagi
memasukan nilai nilai islami dalam pendidikan, bukan sebaliknya, memisahkan
antara pendidikan dengan nilai – nilai agama. 
 
Dalam
pendidikan, materi yang baik dan bermanfaat adalah penting, tapi jauh lebih
penting metodanya. Dan metoda itu penting, tapi jauh lebih penting gurunya, dan
guru itu penting, tapi jauh lebih penting ruhnya ( spiritualnya). Bila
kesemuanya ada, maka insyallah pendidikan akan membekas dan berdampak, walau 
pendidiknya
sudah meninggal sekalipun.
 
Selamat
beribadah dengan pendidikan, 
Serta
selamat menjadi dan membentuk “agen of change” dengan pendidikan
 
Wallohu
‘alam 


      

Kirim email ke