Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Mas Farry, Kang Gun, Mas Fiyan dan semua sahabat di Rumah Ilmu Indonesia
Jakarta.
Apa beda seorang pioneer dan follower ?
Seorang pioneer merasakan betul saat-saat sulit merintis sesuatu,
kadang sedih ia simpan sendiri, kadang duka ia tahan sendiri,
kadang ia duduk sejenak agar getar di kakinya hilang ...

Penulis pribadi merasakan benar saat-saat berat beberapa tahun yang lalu
...
Saat fitnah dan prasangka melanda  (saat ini nama yang digunakan
belumlah Rumah Ilmu Indonesia)
Saat-saat sendiri, saat-saat jatuh bangun ...

Sungguh, saat itu, sangat sedikit orang yang layak disebut kawan ...
Jika mau dibandingkan, maka mereka yang menganggap kita "orang lain"
jauh lebih banyak dengan mereka yang "percaya penuh" kepada kita".
Penulis masih ingat, betapa sakitnya hati ketika ada yang bertanya,
"Kalau saya bantu Rumah Ilmu Indonesia, saya dapet apa ?"

Makanya ada nama-nama istimewa terpatri di hati hingga saat ini, dan
jumlahnya sedikit.
Sebut saja, Mbak Endah Sri Redjeki di Gresik (nama ini begitu berkesan
bagi penulis, karena beliaulah yang selalu menanyakan di malam-malam
dingin penulis di warnet dulu atau di hotspot  UPI,"Dek, sudah makan
belum ?" - Bahkan pada acara pertama Rumah Ilmu Surabaya, beliau sengaja
datang 1,5 jam ke Surabaya untuk sekedar antarkan 3 Bungkus Nasi Krawu
dan melihat wajah adiknya ini ...)

Mas Ferry Wong, Mas Nugroho Laison (yang selalu rela mengulurkan tangan
saat-saaat susah)
Kang Wanda Yulianto (seingat hati penulis inilah teman dari Bangka
sekaligus Bandung yang tetap berani menemani saat penulis sendirian -
saat dikucilkan ... masih ingat penulis saat beliau relakan 5000 perak
bekal makan siang di kantong untuk bekal makan siang demi posting di
warnet ...)
Siti Nadhiroh (Orang yang tidak pernah berpikir tentang berapa ia harus
dibayar, atau apa yang ia dapatkan dari segala yang ia korbankan untuk
sebuah Rumah Ilmu Indonesia)

Ya, sunatullah ... As Sabiqunal Awwalun itu selalu sedikit jumlahnya ...

Karenanya ketika Rumah Ilmu Indonesia "berhasil" naik ke tahap
legalisasi menjadi Yayasan, kebahagiaan yang penulis rasakan mungkin
sedikit berbeda dengan mereka yang baru mengenal Rumah Ilmu Indonesia di
belakang.

Saat inipun, bukan hal mudah mempertahankan eksistensi Rumah Ilmu
Indonesia. Banyak yang masih mencurigainya sebagai sebuah proyek pribadi
... Masya Allah, kadang penulis hanya bisa senyum pahit dan menyimpannya
saja dalam hati. Tak apalah, biar jadi doa di malam-malam panjang.

Kini, pioneer baru itu mungkin bernama Farry, Gunawan, Fiyan, Zico atau
beberapa nama lainnya.
Orang yang terpilih menjadi pioneer adalah orang terbaik yang pernah
ada, itulah mengapa Allah swt mengistimewakan betul para "alumni" perang
Badar ...

Jangan menyerah ... Bekerjalah ... Allah, Rasul dan Orang-orang beriman
akan melihat ... (Al Quran Al Karim Surah At Taubah ayat 105)

Untuk itu, penulis menawarkan bantuan ide dan jaringan untuk acara
pertama ini sebagai berikut :

Tema Acara : "Anak Jalanan, Kerawanan Aqidah, Kesehatan dan Pendidikan"

Dibagi dalam 3 (tiga) sesi utama :
a. Anjal dan Proyek Pendangkalan Aqidah
Beberapa waktu yang lalu penulis diundang untuk berdiskusi tentang ini
di Masjid Al Azhaar. Banyak yang bersedia menjadi pembicara, sebut saja
salah satunya : Ust. Cholil Ridwan, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Bunda
Irene Handono, Pak Mowo, dll.

b. Alternatif Perawatan Kesehatan Murah untuk Anjal dan Masyarakat Kecil
Mas Ferry Wong bisa bantu disini

c. Upaya pengembangan edukasi Anak Jalanan Jakarta
Ibu Erni Siregar bisa bantu disini, saya sendiri akan coba kontak
temen-temen di beberapa kampus untuk bersedia menjadi pemateri volunteer
di acara ini.

Saat tulisan ini saya kirimkan, beberapa SMS juga sudah saya layangkan
ke sahabat-sahabat di Jakarta untuk membantu pelaksanaan acara ini.
Bahkan Insya Allah, beberapa aktivis juga bersedia membantu, termasuk
ormas Islam yang selama ini dideskreditkan oleh media.

Percayalah ... Allah tidak akan menyia-nyiakan niat baik dan tulus.
Bukankah di Al Quran Al Karim, kalimah Iman seringkali digandeng dengan
Amal Sholeh ....

Fa idza azzamta fa tawakal 'alaLlah

Allahu Akbar wa lillahi al hamd

Salam,
Al Faqir ila Robbihi
Reza Ervani



Kirim email ke