Assalamu'alaikum.. Setuju banget sama Pak Didi.. Iya neh.. Mas Farry jangan mudah menyerah dong.. Rasanya tidak perlu malu juga.. Sebab memang RII bandung naturenya beda dengan RII jakarta, yang mayoritas isinya bapak-bapak dan ibu- ibu yang sudah berkeluarga.. and of course, punya kerjaan di kantor. Beda dengan RII bandung yang masih banyak mahasiswanya.. level prioritynya juga udah beda.. :)
Eniwei.. kesuksesan organisasi tidak diukur dari berapa banyak orang bisa hadir saat ada pertemuan fisik. Tapi seberapa besar output yang bisa dihasilkan dari tiap diskusi. Diskusi rasanya bisa lewat email aja.. nanti kalau sudah mendekati realisasi baru dipaksa untuk ketemu barang 1 kali.. Kendala group yang membernya adalah pekerja adalah kehadiran fisik. Nah itu challengenya.. gimana caranya kita bisa kasih result tanpa harus ketemuan fisik.. Kita kan harus bisa lihat ini sebagai challenge, bukan masalah.. Kendala ini yang saya alami juga di lingkungan alumni fakultas, susah untuk ketemu... Tapi itu bukan masalah, semua di handle secara remote.. dan rasanya berjalan dengan baik kok.. :) Justru kepuasan yang didapat lebih besar, karena tanpa ketemu fisik pun, rencana tetap bisa dijalankan dengan baik.. Kualitas project managementnya lebih teruji.. Saya siap bantu, meskipun untuk kehadiran fisik agak sulit.. Jadi silahkan konsep yang kemarin dihasilkan di share.. Saya akan coba ambil bagian semampu saya.. Semoga Allah memudahkan.. Seperti pak Didi bilang, rasanya kurang bijak kalo langsung bilang NATO..:) mohon maaf jika kurang berkenan wasalam -dwip- --- In [email protected], "Didi Mardiyanto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamu'alaikum Wr.Wb > > Wah ... jadi ikutan gak enak nich .... abis udah janji dateng, tapi pas hari H gak bisa hadir. Tapi asli lho ... kebetulan hari minggu kemarin ada kegiatan Sanggar Anak yang harus saya pimpin untuk persiapan kegiatan Olympiade Taman Bacaan Anak ... jadi gak bisa hadir. > > Tapi tetap lho saya dukung dan support keberadaan RII JBDT ... > > Sekedar usul saja ... karena saya masih berkeyakinan bahwa ketidakhadiran teman-teman di Silaturahmi RII JBDT kemarin, pasti disebabkan oleh keperluan yang tidak dapat dihindarkan dan bukan karena tidak mau aktif di dunia nyata. > > Untuk saat ini, bagaimana jika diskusi dan rencana pengembangan RII JBDT dilakukan via online terlebih dahulu. Jika sudah sangat- sangat matang ... baru dilanjutkan di Forum Darat. Saya masih yakin bahwa aksi nyata pasti dapat terwujud walaupun dengan minimnya diskusi secara tatap muka. Konsepnya biar pelan ... asal terwujud. > > Jangan buru-buru ada statement bahwa banyak yang NATO (No Action Talk Only) di Milis ... karena bisa membuat beberapa temen yang memang ingin berpartisipasi jadi mundur karena takut bila berhalangan hadir di Forum darat akan dianggap tidak serius membangun RII JBDT. > > > Mudah-mudahan kita semua tetap semangat ... > > > Wassalamu'alaikum Wr.Wb > > > Didi Mardiyanto > > > > > > ----- Original Message ----- > From: Farry Yudi Sutami > To: Rumah Ilmu Member > Sent: Monday, June 23, 2008 1:44 PM > Subject: [rezaervani] [KOMUNITAS] Silahturahmi RII JBDT I (Jadi malu nih, bagian II) > > > > Silahturahmi RII JBDT I (Jadi malu nih, bagian II) > > > Selamat, pagi, siang, malam, sore, dan berbagai waktu dibelahan dunia > Maaf, jika di suatu kalimat atau bagian tulisan saya ini ada yang menyentil dari perasaan saudara. > > Kemarin, pagi hingga sore, WBS3A (Waktu Bintaro sektor 3A), kita - kita dari RII JBDT [apa itu JBDT} sudah mengadakan sedikit pertemuan. Namun kembali saya tekankan disini > > Jadi malu nih bagian II, mengapa > Ternyata, kami atau selalu kalah peserta dengan teman dari Bandung, > Ya, kami selalu kalah peserta, baik dari segi moril, semangat, jumlah dan sebagainya. Tampaknya, inilah yang membuat RII Maju, apa itu > Semangat dan Moral juang para pemuda kita di Bandung, > Saya jadi sedikit miris memang, apakah saya harus meneruskan [baik anggota millist ini, atau realisasi dalam dunia nyata RII di JDTB] dengan berbagai pertimbangan. > > Tulisan, ini memang sengaja saya buat sebagai curhat saya bagi semua. > Ternyata, meminjam kata dari Pak Ferry Wong, yang mau diajak sosial cukup susah [mungkin ini pula sebagai alasan negara kita] > Banyak memang bila kita mencari orang yang aktif di dunia maya, namun siapakah yang berani di dunia nyata. > Karena memang, sebagian dari kita berani dibelakang [termasuk saya] > > Ok, kembali ke masalah RII JDBT (bukan RII Jadi BT ya] > Kemarin, kami coba merumuskan suatu masalah, > 1. masalah pertama dan krusial ialah [sdh lama ini saya tekankan ke Fiyan dan Aa Gun], personel > 2. acara : rencana akan membuat sebuah Forum Ilmu, dengan nama FIJak I > 3. tema yang kami angkat sementara : Training is need health > 4. dst, masih dalam godokan > > Jadi, dari teman - teman, itulah hasil sementara RII JDBT, langkah selanjutnya, menunggu hidatullah > > Sengaja tulisan ini tidak saya buat beraturan. > Salam > > Alex Kibadachi > Ref : Gabungan kata² yang menggangu pikiran > > > > ------------------------------------------------------------------- ----------- > Cari tahu ramalan bintang kamu - Yahoo! Indonesia Search. >
