Assalamualaikum Wr wb

Ya betul itu kang, berfurqan juga salah satu yang diajarkan oleh para nabi. 
Segelas susu apabila dicampur dengan setetes racun maka jadinya racun. "..Wala 
talbisul haqa bil bathil.."

Kalau kita sudah memiliki furqan, insya Allah kita bisa berwala dan berbara'ah 
dengan benar, biar jelas!mana laean dan mana kawan, tidak seperti sekarang yang 
salah dibela yang benar dipersalahkan. lawan dianggap pahlawan tapi kawan 
dianggap seperti hewan.

Mari kita befurqan dengan benar agar bisa berwala dan berbara'ah dengan benar 
pula, seperti yang dikatakan oleh umat nabi ibrahim dulu....

"Inna bura'auminkum watabu'duna mindunillah, kafarna bikum bainana wabainakum 
a'dawatu walbagdhau abadaa, hata tuminuna billahi wahdah."(susah banget nih 
nulis pake latinnya).

Hatur nuhun kang syarif..

 doGol d' gReat  



----- Pesan Asli ----
Dari: Syarif Niskala <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Selasa, 24 Juni, 2008 17:14:09
Topik: [rezaervani] [CATHAR] Garis Pembeda


Sahabat-sahabat anggota milis yang 
budiman,

Semoga email ini menjumpai sahabat dalam kesehatan yang prima, 
kebahagiaan yang merona dan rasa syukur yang dalam.

Di bawah adalah 
sebuah sudut pandang singkat dan sederhana, yang semoga 
bermanfaat.
 
---------- 
 
Semua perbedaan dibatasi oleh 
garis tipis yang memisahkannya.
 
Hanya yang mampu melihat garis tipis itu dengan 
jelas, yang mampu bersikap bijak.  Sayangnya kebanyakan pribadi, tidak 
cukup jelas melihat garis itu.
 
Semua garis pembeda, selalu tipis. Bukankah perbedaan antara satu bangsa dengan 
bangsa lain hanyalah setebal garis perbatasan yang melingkari 
keduanya.
 
Garis pembeda yang ditetapkan oleh manusia, 
selalu berubah sesuai dengan kepentingan yang mendominasinya.  Kita telah 
menyaksikan bahwa banyak garis yang ditetapkan di masa lalu, kemudian 
dihapuskan 
masa kini.  Garis tembok Berlin telah diratakan.  Garis apartheid 
telah dihapuskan.  Garis aurat ramai akan dihapuskan di Indonesia, dan 
telah lama tiada di kafilah barat.  Konon katanya garis agama, akan 
dihapuskan oleh kaum liberalis-pluralis?
 
Kita juga menyaksikan telah banyak dibuat garis 
baru.  Tembok pemisah di Palestina.  Garis HAM didewakan.  Garis 
demokrasi dijadikan model wajib.  Garis teroris sedang dibentangkan.  
Mungkin diruangan kedap suara dan terisolasi, garis-garis baru sedang 
dirancang.
 
Tapi ada garis yang abadi, yaitu garis yang 
memisahkan benar (haq) dengan dusta (bathil).
Kebenaran hanya bersumber dari Yang Maha Benar, 
sementara kedustaan bisa datang dari mana pun.  Yaitu bisa datang dari 
seorang pemikir yang kecanduan filsafat hingga gelengan dukun di lereng 
gunung.
Kebenaran hanya datang melalui cara-cara yang 
benar, terpuji, santun, tulus, ikhlas atau mulia.
Bagaimana mungkin kebenaran disampaikan dengan 
cara-cara dusta!
Tapi mohon untuk berhati-hati, kedustaan dapat saja 
menggunakan topeng atau simbol-simbol kebenaran.
 
Hanya orang yang rabun yang 
tidak dapat melihat sebuah garis dengan jelas.  Semakin rabun, semakin 
hablur garis batas setiap benda.  Kemudian kebutaan-lah yang menghilangkan 
garis itu seutuhnya dari pandangannya.
 
Jika semua upaya melihat dunia ini, tidak 
menjadikan kita lebih jelas melihat garis terang antara benar dengan dusta, 
maka 
dapat dipastikan kita sedang menuju kebutaan yang hakiki.  Tanda-tandanya 
adalah jika Anda rabun terhadap garis antara Pencipta dengan yang 
Diciptakan, atau jika garis pembeda antara nyata dan tiada semakin hilang.  
Biasanya kebutaan didahului oleh keangkuhan akan perasaan superioritas dalam 
berfilsafat.
 
------------ -
 
Terima kasih yang dalam atas kesediaan menerima sudut pandang 
di atas.
Selamat menikmati jamuan akhir pekan terindah dari Yang Maha 
Penyayang.

Wassalam

Syarif 
Niskala
syarifniskala. wordpress. com
    


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke