Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pak Dwi yang berbahagia, itulah seninya.....rumah kecil atau besar sama saja
masalahnya. Alhamdulillah rumah saya masih memberi ruang anak laki2 saya
main futsal/basket di teras. Akibatnya, bapaknya harus rajin2 ngecatin
tembok yg dekil kena bola. Perihal anak2 tidak mengembalikan mainan pada
tempatnya, itu juga biasa. Bahkan yang sdh punya kamar sendiri pun bangun
tidur langsung lompat, tanpa melipat selimut dan merapikan cover-bed.
Mmmm....rasanya, bibir ibunya ni tambah tipis karena menegur tidak digubris.
Cuma bisa garuk2 kepala yg tdk gatal. Habis bagaimana ? Ketika anak2
masih bayi hingga balita memang ada pembantu, tapi ketika si bungsu masuk TK,
mulailah semua dikerjakan sendiri . Apa mungkin karena terlalu sayang sama
anak, shg ngga tega untuk bersikap keras. Jadilah, bos kalo di kantor, tapi
babu kalo di rumah...enjoy aja (meski pertamanya ya...agak ngomel, lama2 ikhlas
juga ). Hingga akhirnya anak2 mulai
dewasa, mulai mengerti kuwajiban dan sayang kepada orang tua. Juga ada peran
guru di sekolah yang ikut mengingatkan.
Intinya Pak Dwi, badai pasti berlalu......seiring dg makin dewasanya anak2.
Kalo perlu disediakan aja kardus tempat mainan anak2, shg ketika emergency ada
tamu tinggal lempar aja mainan ke dalam kardus, beres!!
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam,
Indah SR
----- Pesan Asli ----
Dari: dwi putro raharjo <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sabtu, 28 Juni, 2008 09:54:24
Topik: Bls: [rezaervani] [RENUNGAN] Jika Kamar Anak Anda Berantakan,
Berbahagialah
bukannya antipati....
coba saja anda pikirkan jika nanti anda seperti saya.......
-rumah kontrakan type 21 dengan satu kamar
-tiga orang anak 5 th, 3 th, 1,5 th semuanya normal
-Istri sedang sakit
-tiap malam tidur jadi satu dengan anak-anak
Pulang kerja jam 18.00 ngeliat kamar berantakan, ruang tamu berantakan, mainan
berserakan disana-sini,
saya hanya bisa menghela napas sambil membereskan mainan-mainan mereka karena
tidak akan bisa tidur nanti malam jika mainan itu ada di tempat tidur. nggak
marah ataupun sedih, tapi kadang-kadang ngedumel sendiri dalam hati kenapa
sudah sering diajari kembalikan mainan ditempatnya selesai bermain, masih tetap
aja berantakan.. .(namanya juga anak kecil he...he...)
so.....
----- Pesan Asli ----
Dari: Reza Ervani <[EMAIL PROTECTED] com>
Kepada: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Terkirim: Senin, 23 Juni, 2008 10:41:09
Topik: [rezaervani] [RENUNGAN] Jika Kamar Anak Anda Berantakan, Berbahagialah
Jika Kamar Anak Anda Berantakan, Berbahagialah
Oleh : Reza Ervani
Tulisan ini saya buat serta merta sambil menonton Oprah Winfrey Show di Metro
TV tentang perjuangan seorang Ibu - Jenny McCarthy - menyembuhkan anaknya yang
menderita autism.
Yang menyentuh adalah ketika ia heran melihat kamar anaknya - Evan - yang
selalu rapi, padahal begitu banyak mainan yang disediakannya.
Sang Ibu kemudian mendapati bahwa anaknya tidak mengerti cara memainkan semua
benda di kamarnya. Maka mulailah ia mengajarkan satu persatu. Cara melemparkan
bola - lewat sebuah video, cara memainkan mobil-mobilan - yang kemudian ia
namakan sebagai Terapi Bermain. Butuh tiga tahun kesabaran untuk melihat sebuah
kemajuan dari upayanya itu.
Subhanallah, Maha Suci Allah ...
Saya kemudian tersentak, berapa banyak ibu-ibu yang memarahi anaknya karena
kamar sang anak berantakan dengan berbagai mainan. Berapa banyak ibu yang
kemudian mengekang semangat bermain anaknya hanya karena lelah membereskannya.
Jenny McCarthy dan anaknya, Evan, memberi kita satu lagi pelajaran hidup ...
yakni ...
Jika Kamar Anak Kita Berantakan, Berbahagialah ...
Salam,
Reza Ervani
________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.
___________________________________________________________________________
Cari tahu ramalan bintang kamu - Yahoo! Indonesia Search.
http://id.search.yahoo.com/search?p=%22ramalan+bintang%22&cs=bz&fr=fp-top