assalamu'alaiku kang reza,...emang ngomongin soal pendidikan di
indonesi ga ada abis abisnya ya..., tapi kita harus maju teus buat cari
solusi bahwa rakyat indonesia berhak mengeyam pendidikan... ini saya
kirimkan tulisa...renungan saya semoga bisa jadi inspirasi untuk
membangu pendidikan di Indonesia





INOVASI PENDIDIKAN : Sekolah anak Indonesia
 Alam Indonesia adalah media belajar yang murah untuk pendidikan terjangkau 
bagi anak anak indonesia di pelosok tanah air ini.
Membincang soal pendidikan  di Indonesia
memang tidak pernah ada habis-habisnya, selalu ada celah kosong yang
sepertinya lupa untuk diperhatikan. Ibarat sebuah susunan bata sebuah
bangunan, jika ada satu bata yang rusak maka bangunan tersebut lama
kelaman akan hancur atau bahkan tidak menunggu hitungan waktu, hancur
seketika ! apakah tergantung pada titik mana bata itu hilang., kita
tentu tidak mau memilih milih atau menyepelekan kondisi satu titik mana
bata itu hilang, semua nya penting untuk dicermati. Ok. Kita kembali
pada permaslahan pendidikan atau dibaca sekolah.

            Indonesia  Negara
kita tercinta adalah Negara yang sangat kaya dengan alamnya. Betapapun
kita perlu bersyukur dilahirkan disini. Sampai negeri manapun kita
menunutut ilmu tentunya kita akan selalu merasa kangen untuk kembali.
Kota Bandung misalnya, penulis pernah tinggal hanya 7 tahun, tapi
terasa seperti meninggalkan kampung halaman, aneka makanan tradisional
hadir disana berikut juga suasana masyarakat yang begitu kekeluargaan,
dan alam yang menunjang untuk mengendurkan urat syaraf. Itu,  baru bandung
dalam negeri, bagaimana dengan yang tinggal di Luar negeri, bisa jadi
sama(?) Indonesia mempunyai wilayah yang luas ,dari sabang sampai  merauke., 
Pendidikan di  Indonesia kualitas dan kesempatan bagi  warga
Negaranya sangat terbatas terutama di pelosok desa, atau bahkan
pelosok-pelosok yang bukan termasuk kategori kota tapi mereka juga
banyak yang tidak berkesempatan untuk sekolah tinggi bahkan pendidikan
dasar pun ada yang tidak bisa melanjutkan, namun wilayah tersebut kaya
dengan  sumber daya alamnya. Mereka belajar atau
sekolah dengan alamnya sehingga mereka masih bisa tetap hidup,
sesungguhnya anak anak Indonesia ini mempunyai kecerdasan emosional
yang alami,seiring tempaan kondisi alamnya, buktinya mereka masih mampu
untuk tetap bisa mempertahankan hidupnya, walau tidak mampu menjadi
sarjana seperti kebanyakan anak anak Indonesia lain yang tinggal
diperkotaan. Kuncinya satu, Mereka belajar dengan alam mereka , alam
dan lingkungan sekitar mereka , alam adalah GURUNYA ! tidak ada
seragam, tak ada jadwal belajar tetapi mereka mampu memanage diri
mereka bersama lingkungan orang tua, teman, saudara dan para petani,
peternak , nelayan, lurah, rt, rw, .semua dan juga ALAM ; lautan,
pegunungan, sungai, hutan dan isinya, tanah tandus atau subur  bukit, sawah 
yang terhampar itulah guru mereka…….. SUBHANALLAH!!!



Gagasan : SEKOLAH berbasis ALAM INDONESIA.menuju homeschooling berbasis alam 
sebagai media belajar.


            Ini
bukan kumpulan / asosiasi sekolah sekolah alam yang sedang tumbuh
dinegeri ini. Gagasan ini muncul ketika penulis menonton acara televisi
surat untuk sahabat trans TV tentang acara anak Indonesia,  dalam
acara tersebut anak-anak Indonesia tersebut bermain bersama komunitas
kampungnya di pagi hari mereka bermain sambil membantu orangtuanya
bekerja, nelayan atau petani,  dilain waktu
mereka bermain sambil belajar dengan membuat sebuah prakarya dengan
bahan yang sangat murah yang bisa diambil dari alam sekitar mereka
begitu ceria dengan pembagian tugas kelompok diantara mereka jadilah
sebuah  karya sebagai alat untuk
bermain,seperti………….Di siang hari saat nya mereka untuk beristirahat
dan makan siang, lagi lagi mereka memanfaatkan alam, mereka tidak
merengek pulang untuk minta makan pada ortu mereka, tapi….wow mereka
memancing, mereka menemukan sesuatu dipinggir pantai  sejenis
hewan laut yang menjadi kesukaan di kampung dan jadi makanan tambahan
yang mungkin tidak ada di kota lain. Ah…mereka memasaknya
sendiri….(mereka belajar memasak) mereka melakukan Proyek sains
,….mereka memasaknya dengan penuh keakraban sesama teman  ,
mereka benar- benar kelompok belajar sekolah alam yang kompak.dan
merekapun menikmati bersama tanpa berselisih…..,sambil menikmati alam
,mereka seolah menyatu dengan alam bebas tanpa batas karena ALAM adalah
guru terbaik mereka!!!  menjelang sore mereka pergi untuk mengaji disurau 
kampungnya,….mereka tetap ingat rabbnya…..saat bersujud mensyukuri nikmat.



SEKOLAHALAM INDONESIA, MODEL BELAJAR ANAK INDONESIA DIWILAYAH PELOSOK.



Ini
adalah masih sebuah ide yang dibalut sebuah MIMPI. Bisa jadi ada yang
setuju atau tidak setuju, bisa jadi ada yang mengatakan ini tidak
mungkin tapi ada juga yang bilang ini mungkin saja jika pemerintah mau
menyadari dan mendukung.Tapi ,jika tidak , ga apa ini MIMPI mungkin
oleh generasi yang akan datang………………….layak untuk diwujudkan. Ini
adalah sekolah alternative, bisa jadi disebut homeschooling berbasis
alam sebagai media belajar. Adapun format seperti apa sekolah alam anak
Indonesia
ini ,…tiada lain yaitu menggunakan alam ditiap wilayah propinsi ini
sebagai sumber belajar. Tanpa kelas permanent, fasilitator dan siswa
serta stake holder lain menyatu dialam. Lebih jelasnya akan saya buat
seperti dibawah ini :


Kurikulum


Kurikulum
disini lebih bersifat praktis yaitu mengembangkan lifeskill yang sudah
ada secara alami di alam dan lingkungan budaya setempat., untuk materi
pelajaran bersifat penunjang dengan bergabung pada PKBM yang ada.


Metode belajar : Colaborative learning dan      cooperative learning Stakeholder
terkait,… (dinas P&K setempat,…kelurahan, RT RW,fasilitator berasal
dari LSM yang digaji oleh P&K terkait atau donator perusahaan
terkait, atau CSR Perusahaan-Perusahaan)Waktu belajar conditional, tergantung 
kondisi wilayah      yang ada Ditujukan bagi warga yang tidak berkesempatan 
sekolah      !Waktu belajar ada yang pagi hari dan sore hariMenggunakn ijasah 
penyetaraan , sesuai daerah masing      masing.Bekerjasama dengan sekolah- 
sekolah diwilayah      tersebut dengan dengan program belajar include, dalam 
rangka tutor sebaya


Ok.
Baru sampe sini dulu mimpiku…..nanti ada kelanjutannya….kalu mau gabung
untuk ikutan mimpi boleh aja ngga bayar…alias gratis…

Bagi yang terinspirasi dengan tulisan ini dan punya ide untuk 
mewujudkannya….ayo kita bersinergi…..






--- On Sat, 6/28/08, Reza Ervani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Reza Ervani <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [rezaervani] [CATHAR] BSE, Proyek Setengah Hati Mendiknas Menjelang 
Pemilu 2009
To: [email protected]
Date: Saturday, June 28, 2008, 7:22 AM











            Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Udah pernah denger BSE, Buku Sekolah Elektronik ?

Udah liat kampanyenya di tipi ?

Udah pernah nyoba download ?

Udah pernah ngecek koleksinya ?



Saya jadi mikir, apa scanner-nya butut kayak di Rumah Ilmu Indonesia ya

? Apa komputernya AMD kayak di Rumah Ilmu Indonesia, yang kalo panas

langsung tewas, harus nunggu 3 hari baru nyala lagi ... hiks ...



Tiga hari terakhir penulis bener-bener mangkel ama jajaran birokrasi

pendidikan kita. Apalagi dengar komentar Mendiknas yang

bilang,"e-learning baru jalan kalo tiap guru dan siswa punya laptop".



Hwaradalah pak ... pak ..., lantas apa gunanya Jardiknas buat anak

kampung ...



Sakit hati ? Iya jelas !!!



Orang awam seperti penulis dengan cepat mikir buruk sangka, kalau apa

yang dilakukan ini semata-mata karena taon depan PEMILU. Jadi sebenarnya

apa tujuan pesta-pesta demokrasi seperti ini ? Ngabisin duit ? Apa dana

kampanye dan pilkada nggak lebih manfaat kalau dibikinin sekolah ....



Kalau sangkaan ini bener .... Hanya Allah Yang Tahu apa ganjarannya ...



Masya Allah ... masya Allah ...



Astaghfirullahaladz im .... ternyata rakyat seperti penulis cuma bisa

marah-marah di milis ... hiks



Salam,

Reza Ervani



























      

Kirim email ke