http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatakhbar&id=770

Khawatir Akan Ditangkap, Pemerintah BELANDA Peringatkan Pembuat Film  FITNA 
Untuk Tak Keluar Negeri
Senin, 23 Juni 08
Masih ingat dengan si biang kerok kemarahan umat Islam sedunia
beberapa waktu lalu. Ya, si pembuat film pelecehan terhadap Islam
‘FITNA.’ Apa gerangan yang terjadi dengan dirinya.? Ternyata, klaim
menyatakan kebebasan itu justeru berbuah mengekang kebebasannya
sendiri.!!

Dua kementerian di Belanda; kementerian kehakiman dan kementerian
dalam negeri memperingatkan anggota parlemen Belanda, pembuat film
‘FITNA’, Geert Wilders untuk tidak bepergian ke negara luar mana pun
karena dikhawatirkan ia akan ditahan lalu diserahkan kepada negara
Yordania.

Peringatan itu dikeluarkan pasca diterimanya gugatan pengadilan
(class action) yang diajukan kelompok yang menamakan dirinya
‘Rasulullah Lana Wa Li al-Wilayat al-Muttahidah’ (Rasulullah milik kami
dan Amerika Serikat) oleh pengadilan Yordania. Gugatan itu bertujuan
agar dikeluarkannya keputusan penangkapan oleh dunia internasioanl
terhadap Wilders dan penuntutan hukum terhadapnya dengan tuduhan
melecehkan Islam dan menyebarkan rasa kebencian. Demikian seperti yang
dirilis surat kabar El Watan, yang terbit di Arab Saudi.

Akibat tindakan Wilders pada bulan Maret lalu yang menayangkan film
yang melecehkan Islam itu, di sejumlah negara Islam dan Arab terjadi
demonstrasi besar-besaran menentangnya. Terlebih lagi, setelah
pengadilan Belanda menolak untuk melarangnya dengan alasan menjaga
kebebasan menyatakan pendapat.

Sebelumnya, sekelompok orang yang mewakili kaum Muslimin Belanda
telah berupaya mendapatkan putusan pengadilan yang melarang penayangan
film tersebut. Namun dalam putusannya, hakim di pengadilan
internasional Lahai mengklaim, hak Wilders untuk menyatakan pendapat
memperbolehkannya untuk mengeritik Islam, demikian juga terhadap
teks-teks al-Qur`an.

Pengadilan Belanda sendiri menepis anggapan bahwa isi film itu
berisi fitnah. Sedangkan sikap parlemen terhadap Wilders tidak
mencerminkan sikap resmi pemerintah Belanda maupun kebijakannya.
“Pemahaman dan pengetahuannya tentang Islam tidaklah mewakili kacamata
atau kebijakan politik pemerintah Belanda. Itu hanya mewakili pandangan
pribadinya..!”

Pemerintah menilai, setiap orang berhak menyatakan pendapatnya
tanpa perlu mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari pihak manapun.
Hanya saja, seseorang yang menjalankan kebebasannya itu akan menerima
akibat dan tanggung jawab dari tindakannya tersebut.(almkhtsr/AS)


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke