Assalamu'alaikum
Saya, termasuk orang yang menyesal kenapa tidak menikah di usia muda.
Saya menikah di usia 32 tahun, saat dimana teman2 saya sudah punya putra 1 atau
2 bahkan mungkin 3.
Dulu, saya masih sok sok idealis, bahwa menikah muda itu tidak baik, belum
dewasa, belum mapan, harus menikmati hidup dulu mumpung masih single dan
berkarier dulu, bantu orang tua, senangkan hati dulu dsb dsb.
Tapi ternyata setelah sekarang 8 tahun saya menikah saya baru menyadari. Saya
sering merenung, sekarang umur saya 40 tahun anak saya yang paling besar saja
baru 7,5 tahun, yang nomor 2 baru 2,5 tahun dan yang nomor 3 baru 1,1 tahun.
Nanti 20 tahun lagi (insyaallah kalau Allah berkenan) saat anak saya yang
sulung baru berusia 27 tahun dan anak saya yang bungsu baru berusia 21 tahun
saya sudah berusia 60 tahun, sementara suami berusia 61 tahun.
Dalam hati saya berfikir dan bertanya-tanya masih sanggupkah kami diusia
pensiun itu mencari nafkah untuk membiaya sekolah anak2 kami? (anggap yang
sulung sudah selesai). Atau akan kah kami meninggalkan mereka jauh sebelum
anak2 kami mengenyam pendidikan yang cukup?.
Ada penyesalan dalam hati kami karena menikah di usia yang sudah terlanjur tua?
Tapi penyesalan tidak harus diratapi, ini adalah garis hidup kami dan kami
harus menjalaninya dengan tawakal dan bekerja keras sebagai konsekwensi dari
pilihan kami menikah di usia yang sudah tua.
Maka saya sangat bahagia dan angkat topi bagi siapapun dia yang "berani"
menikah di usia muda. Karena harapan untuk mendidik anak sampai setinggi
mungkin dan sebaik mungkin masih sangat panjang.
Sekali lagi "Jangan Contoh Saya".
Wassalam,
Emi
,___