Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Alhamdulillah, hari selasa kemarin kami berkunjung ke Desa Anjarsari,
Banjaran Kabupaten Bandung. Tepatnya ke TK Al Amanah.

Setelah siaran perdana kembali di Radio MQ 102,7 FM hari ahad kemarin,
respon dari pendengar ternyata diluar dugaan kami. Beberapa pendengar
langsung menghubungi kami, bahkan ada yang langsung datang keesokan
harinya ke Sekretariat Yayasan Rumah Ilmu Indonesia, untuk mencari tahu
bagaimana sesungguhnya Yayasan Rumah Ilmu Indonesia dan menanyakan
sekiranya ada sinergi yang bisa terjalin.

Salah satu pendengar, yakni Teteh Ilah Warsilah, yang menelepon ketika
acara berlangsung, menyatakan ketertarikannya dengan konsep PAUD Khas
yang sedang coba dikembangkan oleh Yayasan Rumah Ilmu Indonesia. Karena
kebetulan ada kendaraan yang bisa dipakai pada hari Selasa, maka jadilah
kami berlima (4 orang dari team Rumah Ilmu Indonesia dan 1 orang
pendengar MQFM lainnya, Ibu Wida dari Cicalengka) berkunjung ke Desa
Anjarsari, Banjaran Kabupaten Bandung untuk melihat sinergi apa yang
bisa dilakukan bersama-sama dengan Teteh Ilah.

Subhanallah, disana kami menemukan 16 anak-anak kecil yang lucu-lucu di
TK yang sudah berjalan dari 2006 ini, selain itu ada pula Madrasah yang
berlangsung pada siang harinya, sayang kami tidak bisa melihat langsung
keadaan Madrasah ini karena keterbatasan waktu. Dan yang paling
mengharukan adalah ternyata gurunya cuma ada 1 orang, yakni Teteh Ilah
sendiri.

Dari pertemuan itu, insya Allah disepakati, bahwa TK Al Amanah akan
bernaung di bawah Yayasan Rumah Ilmu Indonesia, dan akan dilakukan
beberapa pelatihan terhadap calon pengajar baru yang akan ikut membantu
Teh Ilah disana. Perbaikan lain seperti perbaikan kurikulum dan
standarisasi pendidikan juga insya Allah akan dilakukan bersama-sama
antara masyarakat setempat dan Yayasan Rumah Ilmu Indonesia.

Besar harapan kita bersama, semoga tempat ini adalah salah satu tempat
dilahirkannya generasi-generasi masa depan yang tangguh dan sholihah,
cerdas secara intelektual dan luhur akhlaq serta budi pekertinya.

Amin

Salam,
Yayasan Rumah Ilmu Indonesia
www.rumahilmuindonesia.net


Kirim email ke