Terima kasih Mbak Helmi atas masukannya, Dari survey di beberapa sekolah, kendala terbesar yang dihadapi adalah :
1. Kemampuan IT Guru Rendah 2. Fasilitas IT Sekolah Kurang Memadai 3. SDM Pustakawan Sekolah bukan berasal dari Bidang Kepustakaan 4. Koleksi perpustakaan sekolah minim Karenanya, Rumah Ilmu Indonesia kemudian membuat standarisasi awal yang akan digunakan bersama di sekolah-sekolah yang didampingi di lapangan oleh Yayasan. Standarisasi awal ini tidak rumit, tapi tetap menekankan pada kemungkinan revisi dan konvergensi database jika nanti standarnya akan ditingkatkan atau dirubah. Karena merupakan standar awal, maka ia hanya akan berlaku di jaringan pengembangan e-library Yayasan Rumah Ilmu Indonesia saja. Target pertama adalah pengayaan pengetahuan guru, lalu beranjak ke pengayaan koleksi mandiri yang disesuaikan dengan sumber konten lokal di sekolah. Team juga sudah sedikit menyesuaikan dengan beberapa standar MARC, tapi tidak secara keseluruhan, untuk menjaga perpaduan kesederhanaan dan kemungkinan revisi database. Inilah mengapa di tahap pengembangan awal ini, beberapa perangkat lunak e-library menjadi tidak memungkinkan untuk dipakai di sekolah. Pelatihan yang diberikan sifatnya simultan antara pengetahuan IT dan standarisasi kepustakaan sederhana tadi. Termasuk di dalamnya adalah konsep dasar antarmuka, pengembangan common database dan motivasi pengayaan konten lokal oleh siswa. Sekali lagi, target utamanya adalah pengayaan pengetahuan guru dan pengayaan koleksi mandiri yang disesuaikan dengan sumber konten lokal di sekolah. Mungkin beberapa bulan lagi sudah siap dipresentasikan jika memang ada yang mau mengetahui tingkat keberhasilan program ini. Insya Allah. Salam, Yayasan Rumah Ilmu Indonesia www.rumahilmuindonesia.net --- In [email protected], helmi purwanti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > saya berharap in bisa terjadi, hanya ada satu yang ingin saya tanyakan sebelum melangkah ke arah digital apakah mereka sudah memenage perpustakaanya dengan benar?? misalnya dalam hal klasifikasi (menggunakan standard DDC), sistem sirkulasi dll, kenapa hal ini dipertanyakan?? karena dari manual yang benar akan memudahkan menuju otomasi dan digitalisasi perpustakaan, begitu bapak/ibu. > thanx > > --- On Thu, 8/7/08, Rumah Ilmu Indonesia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Rumah Ilmu Indonesia <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [rezaervani] [KOMUNITAS] Digital Library Masuk Kampung > To: [email protected] > Date: Thursday, August 7, 2008, 12:01 AM > > > > > > > > > > > > Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, > > Alhamdulillah, sebagaimana telah diberitakan sebelumnya di > > www.rumahilmuindone sia.net, bahwa hari ini Yayasan Rumah Ilmu > > Indonesia diundang untuk memberikan pelatihan Digital Library di > > Sekolah SMP/SMA Karang Arum, Cilengkrang Kabupaten Bandung. > > > > Pelatihan Gratis yang direncanakan berlangsung 4 pertemuan ini > > diharapkan bisa melahirkan sebuah "local digital library" versi Rumah > > Ilmu Indonesia di SMP/SMA yang dimaksud. > > > > Pertemuan pertama ini diisi dengan pengantar materi, termasuk > > pengenalan konsep Digital Library Rumah Ilmu Indonesia dan e-Learning > > sederhana. > > > > Kesederhanaan konsep inilah yang ingin ditekankan kepada para guru dan > > pustakawan sekolah, yang latar belakang pendidikannya bukanlah dari > > Teknologi Informasi atau Ilmu Perpustakaan. Karena sekolah-sekolah di > > daerah seperti ini, jangankan akses internet, bisa memiliki sarana > > komputer yang memadai saja, masih merupakan mimpi panjang. > > > > Ada harap di hati team Rumah Ilmu Indonesia hari ini, semoga Allah > > memberikan kekuatan untuk tetap berada di jalur pendampingan > > pendidikan seperti ini, walaupun jauh dari hiruk pikuk berbagai isu > > populis yang kadang membuat kesabaran terusik dan harus semakin > > melapangkan dada. > > > > Fa idza azzamta fa tawakal 'alaLlah > > Laa Haula wa Laa Quwwata ila Billah > > > > Salam, > > Yayasan Rumah Ilmu Indonesia > > www.rumahilmuindone sia.net >
