Tetap tidak menutup satu kesalahan paling mendasar pada inti persoalan tentang 
kalender : melupakan siklus kalender. 

Salam,


Ma'rufin



----- Original Message ----
From: pranoto rusmin <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, July 11, 2008 1:34:11 AM
Subject: [ RHI ] Pak Ma'rufin perlu mengetahui inti persoalan


Pak, dalam rujukan saya, dalam Kalender masehi hanya terjadi akumulasi error 
hanya beberapa detik dalam satu tahun, yang berarti akan terakumulasi error 
sehari dalam kurun waktu 3600 tahun. Hitungan saya mungkin salah. Tapi, 
persoalannya adalah adanya akumulasi error. Hal ini terjadi karena aturan 
kabisatnya masih tidak tepat. Silakan cek perhitungan menggunakan teori 
kendali, yg saya sampaikan, sampai kapanpun tidak akan terjadi akumulasi error. 
Ini hal mendasar, yang perlu diketahui.

Salam
Pranoto




--- On Fri, 11/7/08, Ma'rufin Sudibyo <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: Ma'rufin Sudibyo <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: [ RHI ] Salah hitung --> Re: Masehi vs Hijriah, persoalan sama hanya 
di lain tempat
To: astronomi_indonesia @yahoogroups. com, "Rukyat" <rukyatulhilal@ 
yahoogroups. com>
Date: Friday, 11 July, 2008, 2:42 PM


We lhaa...yang dijanjikan hitungan kalender lunar, yang disajikan koq malah 
kalender solar (Masehi). Piye tho bapak doktor kita ini, koq selalu 
meloncat-loncat tanpa mendalami hingga ke titik yang mencerahkan.
 
Hasil perhitungan itu sendiri sebenarnya hanya berlaku untuk periode sebelum 
Oktober 1582 CE alias masa pra reformasi Gregorian. Ada satu hal esensial yang 
terlupakan didalamnya : siklus kalender. Dalam kalender solar ada "siklus 400", 
demikian juga dalam kalender lunar ada "siklus 30".
 
Mari fokus pada kalender solar. Periode tropis Matahari rata-rata besarnya 365 
hari 5 jam 48 menit 46 detik. Ingat, ini rata-rata, tidak aktual, karena 
sejatinya periode tropis Matahari bervariasi dari satu perihelion ke perihelion 
berikutnya oleh berbagai faktor, termasuk perturbasi planet-planet gas raksasa 
(Jupiter dan Saturnus) serta efek Relativitas Umum. Kalender solar menggunakan 
nilai 1 tahun = 365 hari 6 jam (alias 365,25 hari) sebagai dasar, dengan 
rumusan awal dari Julius Caesar adalah "siklus 4" dimana dalam 4 tahun terdapat 
1 tahun kabisat dan 3 tahun biasa (basitah). 
 
Dengan mudah bisa dilihat bahwa 1 tahun solar melaju 11 menit 14 detik (alias 
674 detik) lebih cepat dibanding periode tropis Matahari rata-rata. Akumulasi 
ini bersifat linier, sehingga setelah 128,2 tahun solar akumulasi selisih waktu 
itu menjadi 674 x 128,2 = 86.406,8 detik alias melebihi 1 hari (dimana 1 hari = 
86.400 detik). Persoalan ini sempat dibahas pada Konsili Nicea (325 CE) namun 
baru sepenuhnya diperbaiki Paus Gregorius XIII pada Oktober 1582 CE. Gregorius 
memperkenalkan rumusan "siklus 400" dengan "siklus 4" inheren didalamnya, 
sehingga tahun kabisat bukan hanya tahun yang habis dibagi 4, namun juga tahun 
abad yang habis dibagi 400. Maka jika dalam rumusan Julius Caesar selama 400 
tahun solar terdapat 100 tahun kabisat, perbaikan Gregorius membuat jumlah 
tahun kabisat berkurang menjadi 97 tahun kabisat. Ini membuat selisih waktu per 
400 tahun solar menjadi tinggal 10.400 detik. Namun harus diingat bahwa "siklus 
400" ini membuat akumulasi
 selisih waktu tidak bisa diperhitungkan lagi secara linier, karena kurva-nya 
sekarang berbentuk gergaji, bukan garis lurus (coba liat di solar 01.gif) 
 
Dengan demikian maka selisih waktu antara tahun solar dengan periode tropis 
Matahari rata-rata baru melebihi 1 hari setelah 898 tahun solar. Sehingga kelak 
pada 2480 CE baru dilakukan koreksi ulang dengan mengurangi 1 hari, yang 
membuat tahun 2480 CE bukanlah tahun kabisat meskipun 2480 itu habis jika 
dibagi 4. Andaikata koreksi ini tidak dilakukan pun, pada 2862 CE itu selisih 
waktu juga baru sebesar 1 hari, bukan 10 hari seperti hitungannya pak Pranoto.
 
Btw, problem selisih waktu ini juga bukan hanya masalah kalender solar saja 
koq. Kalender lunar, terutama yang berbasis periode sinodik Bulan rata-rata 
(bukan yang aktual) juga mengalami hal yang sama. 
 
Salam,
 
 
Ma'rufin


----- Original Message ----
From: pranoto rusmin <[EMAIL PROTECTED] com.sg>
To: astronomi_indonesia @yahoogroups. com
Cc: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Sent: Tuesday, July 8, 2008 3:19:45 AM
Subject: [astronomi_indonesi a] Masehi vs Hijriah, persoalan sama hanya di lain 
tempat


Kalau kita perhatikan lebih cermat, kalender masehi mendasarkan pada data 
observasi 1 tahun solar = 365,2422 hari. Sedangkan, kalender hijriah pada 
siklus sinoduk bulan dengan rata2 29,5 hari. Keduanya memiliki persoalan sama, 
data dasar yang tidak bulat. Kalender masehi menyelesaikannya di tingkat tahun, 
kalender hijriah di tingkat bulan. Keduanya dapat diselesaikan dengan baik 
dengan teori kendali, yang akan menjamin kedua kalender ini tidak memiliki 
error yang unbounded. Dengan kata lain, keduanya dijamin stabil.
 
Contoh perhitungan untuk kalender masehi selama 4000 tahun ada pada file 
attachment.
Mohon komentarnya ya, tks.

Salam Astronomi
 
Pranoto

--- On Mon, 7/7/08, pranoto rusmin <[EMAIL PROTECTED] com.sg> wrote:

From: pranoto rusmin <[EMAIL PROTECTED] com.sg>
Subject: [astronomi_indonesi a] Inilah konsep kalender hijriah untuk 24 zona 
waktu
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Cc: astronomi_indonesia @yahoogroups. com
Date: Monday, 7 July, 2008, 2:12 PM


Betul Pak/rekan2 semua....

Tidak usah hal ini menjadi tambah perpecahan lagi. 
Kebetulan keilmuan saya menyentuh persoalan ini. Bagi yang tidak setuju, 
silahkan berikan argumentasi secara ilmiah. Toh juga betul kata Pak Adi 
Nugroho, bagaimana pun tidak sederhana mengubah sebuah kalender yang sudah 
dipakai ribuan tahun. Emangnya kalender yang saya usulkan sudah diuji? saya 
kira perlu perjalanan panjang.

Mengomentari pernyataan Pak Abuyahya Purwanto, "Lihat saja program IICP 
(International Islamic Calendar Programme) yang dimotori Prof. Moh. Ilyas dari 
USM, Penang, umurnya sudah 30 tahun lebih tapi blm berhasil menyatukan 
pandangan negara2 Islam."
Memang benar, para ilmuwan kalender hijriah dunia sudah mengusulkan kalender 
hijriah global dengan mengadopsi konsep IDL(Int'l Date Line) kalender Masehi. 
Yang menurut saya kurang memiliki dasar.

Namun demikian, satu hal yang menarik, mengapa ilmuwan Indonesia masih 
berpegangteguh pada prinsip lokal? Mohon hal ini dipahami sebagai diskusi 
ilmiah, bukan mengarah pada emosi ataupun debat kusir tanpa akhir..

Kalender hijriah yang dibangun saat ini berdasarkan rukyat. (Mohon dibedakan 
antara membangun model berdasar rukyat berbeda dengan membangun kalender dengan 
rukyat).
Hal ini menjadikan kalender berdasar rukyat ini tidak dapat dipercaya 
keakuratannya untuk bulan depan sekalipun. Karena panjang hari pada bulan depan 
harus ditentukan dari pengamatan pula.

Satu kunci penting kalender hisab yang coba saya bangun adalah penentuan 
panjang hari dalam tiap bulan berdasarkan teori kendali. Saya akan coba 
jelaskan hal ini. Akan tetapi, mohon masukan rekan2, apakah benar sampai saat 
ini tidak ada ketentuan pasti kapan durasi hari 29 atau 30?

Saya coba dengan sistem kendali, dengan set point adalah durasi sinodik bulan 
(DSB), variabel yang dikendalikan adalah jumlah hari dalam satu bulan. Proses 
yang dilakukan hanyalah round(error +DSB).  Jadilah jumlah hari dapat 
dipastikan berdasarkan data moonphose dari NASA.

Kalau persoalan ini terdapat solusi yang tepat, di titik inilah kita bertemu. 
Satu hal lagi tinggal shifting. Saya kira hal ini sangat mudah dilakukan 
siapapun.

Salam

Pranoto











--- On Mon, 7/7/08, Hari F <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: Hari F <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: Re: [ RHI ] Mengapa astronom tidak dapat membuat kalender bulan untuk 
24 zona waktu?
To: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Date: Monday, 7 July, 2008, 9:14 AM


Fyi, ttg penentuan awal & akhir ramadhan:

Ha'iah Kibar Ulama (Majelis 'Ulama di Arab Saudi) menyimpulkan : 
"Hendaknya dipahami, perselisihan dalam pemasalahan ini,tidak mempunyai akibat 
yang perlu ditakutkan.. Semenjak empat belas abad agama ini muncul, kami tidak 
mengetahui pernah terjadi bersatunya umat Islam dalam satu ru'yah. 
Maka semua anggota Ha'iah Kibar Ulama berpendapat, agar permasalahan ini 
dibiarkan sebagaimana biasanya, dan tidak diperkenankan untuk mengungkitnya. 
Setiap negeri Islam mempunyai hak ikhtiar melalui 'alim ulama negeri tersebut, 
dari dua pendapat yang telah disebutkan di atas, karena setiap pendapat 
mempunyai dalil dan sandarannya" 
Fatawa Ramadhan

-*-*-*-*-*-* -*-*-*-*- *-*-*-*-* -*-*-*-*- *
Lain lagi halnya dengan penentuan iedul adha, penentuan hari Arafah dan 
hari-hari pelaksanaan manasik haji, berdasarkan perintah Rasulullah s.a.w bahwa 
penentuan waktu ini diserahkan pada pihak wali makkah. 

Perlu digaris bawahi, bahwa rasulullah memerintahkan wali makkah, bukan wali 
madinah, atau wali dari daerah lain untuk penentuan waktu manasik haji ini.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kaum muslimin dari seluruhnya di dunia wajib 
beridul Adha pada saat para jamaah haji di Makkah sedang menyembelih kurban 
mereka pada tanggal 10 Dzulhijjah

Hadits Husain Ibn Al-Harits Al-Jadali RA, dia berkata : 
"Sesungguhnya Amir (Wali) Makkah pernah berkhutbah dan berkata :"Rasulullah SAW 
mengamanatkan kepada kami untuk melaksanakan manasik haji berdasarkan ru'yat. 
Jika kami tidak berhasil meru'yat tetapi ada dua saksi adil yang berhasil 
meru'yat, maka kami melaksanakan manasik haji berdasarkan kesaksian keduanya." 
(HR Abu Dawud [hadits no 2338] dan Ad-Daruquthni [Juz II/167]. 


wassalam

Hari F

--- Pada Sab, 5/7/08, abu yahya <[EMAIL PROTECTED] com> menulis:

Dari: abu yahya <[EMAIL PROTECTED] com>
Topik: Re: [ RHI ] Mengapa astronom tidak dapat membuat kalender bulan untuk 24 
zona waktu?
Kepada: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Tanggal: Sabtu, 5 Juli, 2008, 8:39 PM

Karena belum diterimanya Kriteria Imkanur Ru'yah yang sesuai dengan ilmu 
astronomi. Lihat saja program IICP (International Islamic Calendar Programme) 
yang dimotori Prof. Moh. Ilyas dari USM, Penang, umurnya sudah 30 tahun lebih 
tapi blm berhasil menyatukan pandangan negara2 Islam.

Salam

Abuyahya Purwanto
http://abuyahya. tk

--- On Mon, 6/30/08, pranoto rusmin <[EMAIL PROTECTED] com.sg> wrote:

From: pranoto rusmin <[EMAIL PROTECTED] com.sg>
Subject: [ RHI ] Mengapa astronom tidak dapat membuat kalender bulan untuk 24 
zona waktu?
To: astronomi_indonesia @yahoogroups. com
Cc: rukyatulhilal@ yahoogroups. com
Date: Monday, June 30, 2008, 8:06 PM

Rekan2 astronom semua....

Karya hebat astronom dalam memberikan data sebagai bahan dasar sebuah kalender 
berbasis bulan merupakan suatu hal yang pantas dihargai. Tanpa itu, kita tidak 
mungkin membuat kalender berbasis bulan (termasuk astronomical calender bukan 
arithmetical calender). Jean meeus mampu membuat formula yang dapat menghitung 
new moon, fasa 1/4, fullmoon, dan fasa 3/4. Formula ini dapat diperoleh dengan 
rukyat atau istilah elegannya observasi yang melibatkan ribuan data dan puluhan 
model. 
Saya acungi jempol ilmuwan2 ini. Semoga amal kebaikan mereka diterima Allah SWT.

Budaya rukyat atau observasi ini, tidak boleh hilang. Mesti ada sebagian orang 
yang terus mengamati pergerakan benda langit, untuk memastikan formula tersebut 
tetap valid. Dengan demikian, data yang digenerate oleh formula tersebut, mau 
sampai 4000M atau 6000M, no problemo, asalkan dengan aktivitas rukyat formula 
tersebut tetap dijaga. Kalau sewaktu2 terdapat error, artinya data yang 
digenerate formula dan kenyataan observasi tidak sama, kita harus segera 
lakukan perbaikan formula, dan seluruh data ke depan digenerate ulang. 
itulah arti penting aktivitas rukyat atau observasi.

Setelah terdapat data newmoon dsb, kita dapat membuat kalender berbasis bulan 
untuk 24 zona waktu. Yang menurut saya, mesti dihitung/dihisab dengan sistem 
kendali. Hal inilah yang menjadikan astronom kesulitan membuatnya. Bukan tidak 
mungkin, siapa saja mungkin, asalkan mempelajari sistem kendali. Di seluruh 
tingkat penciptaan maupun pada diri manusia sendiri terdapat sistem kendali. 
Jadi, kita membicarakan hal yang dimiliki oleh setiap orang. 

Persoalannya, saya amati ini bukan sistem kendali biasa. Dalam teori kendali 
dikelompokkan dalam sistem kendali linier dan non linier. Ini termasuk kendali 
non linier dengan TITIK KESETIMBANGAN DINAMIK. Secara teori, saya dapat 
buktikan error dalam kalender ini tidak terakumulasi, sehingga dalam jangka 
ribuan tahun tetap terbatas (bounded). Sehingga, sistem ini dikatakan stabil. 
Hal ini dijelaskan dalam Al Mulk ayat 3.

Saya perlu waktu untuk menyederhanakan kerumitan tersebut dalam bentuk yang 
mudah dimengerti.

Namun sebelum kita melangkah lebih jauh, rekan2 pasti dapat mencermati konsep 
ini. Time dan date keduanya didasarkan pada dua konsep. Time didasarkan pada 
rotasi bumi dan adanya matahari (Yassin 38). Sedangkan, date didasarkan atas 
siklus sinodik bulan dan pergantian hari (boleh sunset, sunrise, atau tengah 
malam) (yassin 37,39,40, yunus 5-6). 
Ctt:kalender masehi perlu IDL (international date Line) untuk menentukan di 
mana date baru dimulai. Tanpa IDL kalender masehi tidak mungkin dibuat.

Mungkin sementara itu.

Semoga bermanfaat

--- On Mon, 30/6/08, slasherispirates@ gmail.com <slasherispirates@ gmail.com> 
wrote:

From: slasherispirates@ gmail.com <slasherispirates@ gmail.com>
Subject: Re: [astronomi_indonesi a] kalender Masehi memang tidak stabil
To: astronomi_indonesia @yahoogroups. com
Date: Monday, 30 June, 2008, 9:03 PM

Bajinguk!, meester Tri bisa-bisa saja.. Dapet kopian Khoo Ping Hoo dimana?, 
emang di negara kompeni ada ooom?

Tri Laksmana wrote: 

2008/6/28 pranoto rusmin <[EMAIL PROTECTED] com.sg>:

Hitungan saya begini, semoga tidak salah. (saya merujuk pada buku lain 
hitungannya tidak sama). Kalu pun salah, ya tinggal dikoreksi, tidak usah 
repot2 ya...

Kalau didefinisikan satu tahun solar adalah 365,2422 hari. Tiap tahun jumlah 
harinya 365, kecuali tahun kabisat, jadi 366 hari. Penambahannya pada bulan 
februari. Kalau dihitung
365 * 3 + 366 = 1461. Sedangkan, kalau dengan definisi di atas, 365,2422 * 4 
=1460,9688
ada error sebesar 0,0312. Kalau selama kurang lebih 1282 tahun akan terjadi 
error 10 hari.
Kalau dalam 12820 tahun jadi error 100 hari.
Error yang terus terakumulasi inilah disebut unbounded value, yang menjadi 
kriteria ketidakstabilan.

Saya bukan menyalahkan, hanya mengungkapkan fakta. Yang terbukti dengan 
sejarah. Nanti sekitar tahun 2862 M harus dilakukan eliminasi 10 hari dari 
kalender masehi agar posisi tetap sinkron dengan vernal equinox.

Salam Astronomi
Pranoto

.... 

Wow, Pranoto Rusmin strikes back!!! (diiringi lagu The Imperial March, 
hehehehe...)

Apakah Pranoto Rusmin kembali dengan membawa senjata rahasianya yang selama ini 
ditunggu2 pemirsa setia astronomi_indonesia ? Apakah senjata rahasianya, sebuah 
kalender pamungkas pembunuh naga yang berlaku di seluruh zona waktu, akhirnya 
dikeluarkan? Akankah akhirnya kita melihat perhitungan njelimet Dr. Pranoto 
Rusmin yang memukai dan menyilaukan tanda, tanda sebuah kejeniusan ilmu 
kanuragannya yang selama ini kita lupakan? Gemparkah jagat persilatan? 
Akankah...?

Ternyata tidaaaakkk.. .Saudara- Saudara.. . Pranoto Rusmin hanya mengeluarkan 
perhitungan yang sudah tiga kali dibahas dalam thread yang lalu2: http://tech. 
groups.yahoo. com/group/ astronomi_ indonesia/ message/3856 

Ternyata pertapaan Pranoto Rusmin di Gunung Hoa San selama ini hanya melakukan 
perhitungan yang sudah saya hitungkan 2 kali buat beliau: satu kali lewat japri 
dan satu kali di thread di atas... Mungkin juga Kaisar Selatan Ma'rufin Sudibyo 
juga sudah puluhan kali menghitungkan hal yang sama buat Si Bocah Tua Nakal 
Pranoto Rusmin...

Si Sesat Timur Tri Laksmana yang tak kunjung mendapatkan gelar PhD-nya kali ini 
cuman bisa berkata, "Ya kalender Julian memang tidak akurat, dan kalender 
Gregorian yang mengoreksi kalender Julian memang lebih baik tapi juga tidak 
akurat2 amat...tapi. ..So what geto looohhh....? ? ?" Dia kembali mengulang 
pertanyaannya yang sudah pernah diajukan di pesan nomor 3856: "Itu memang 
adalah kelemahan kalender solar yang sudah kita ketahui bersama dan sudah 
berkali-kali diungkapkan oleh Bung Pranoto Rusmin. Lantas apa saran bung untuk 
memperbaiki kalender yang selama ini kita gunakan? Kalender berbasis teori 
kestabilan? Coba diuraikan di sini dan jangan berkelit terus, supaya diskusinya 
bisa maju."

 Ayo, Pranoto Rusmin, PhD! Jangan mengeluh saja soal ketidakakuratan kalender, 
kami masih menunggu perhitungannya yang komprehensif!

Salam,
-tri-

Get your new Email address! 
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/
 

________________________________
 New Email addresses available on Yahoo! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!  

________________________________
 Get your preferred Email name! 
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. 
 

________________________________
 Get your new Email address!  
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!    


      

Kirim email ke