Singkat saja mas Hari, Prinsipnya setahap demi setahap. Think globally act locally. Mempersatukan kalender global itu menjadi tujuan tertinggi, dan untuk menuju ke sana yang di lokal juga musti dibenahi terlebih dahulu secara konsisten. Kita selalu berharap semoga konsistensi tetap terjaga...tidak terjebak pada NBTK (nafsu besar tenaga kurang...).
Salam, Ma'rufin ----- Original Message ---- From: Hari F <[EMAIL PROTECTED]> To: RHI <[email protected]> Sent: Sunday, August 31, 2008 9:34:11 PM Subject: [ RHI ] Mempertayakan Motto RHI Assalamu'alaikum wr. wb. Mohon maaf untuk para pakar dimilis ini, jika saya yg masih awam ini sedikit 'lancang' mempertanyakan mengenai objective milis Rukyatul Hilal Indonesia ini yakni "Lahirnya Sistem Tunggal Kalender Islam di Indonesia". saya rasa ada sebuah paradoks, dan ruang yg besar sehingga hampir mustahil dicapai misi utama dari didirikannya milis ini. Yakni : 1. Kenapa mottonya hanya utk "Indonesia", bukan dunia? pertanyaan: Jika hilal tidak terlihat di wilayah indonesia, akan tetapi bisa jelas terlihat didaerah africa, apakah rukyatnya penduduk africa ini tidak berlaku juga untuk indonesia? Jawaban: Saya yakin, banyak pakar yg bisa memberikan dalil2 hadits mengenai ini, contoh: penjelasan Abdullah bin Abbas kepada kuraib (hadits kuraib terlampir dibawah), yakni tidak mencukupinya rukyah penduduk syam untuk medinah (jarah syam/jordan ke medinah +/- 1000km, dan pada masa itu syam dan medinah masih didalam 1 negara islam dibawah bani umayyah (mu'awiyah)) ok, jika disimpulkan bahwa tiap kota memiliki rukyat sendiri2, maka masuk ke pertanyaan ke-2: 2. kenapa mesti rukyat utk Indonesia, bukannya setiap kota2 di indonesia sebaknya melakukan rukyat masing2? Jarak dari sisi barat (sabang) & timur (merauke) yg sangat jauh, lebih kurang 5000km, sangat mungkin terjadi perbedaan terlihatnya hilal di sabang dan merauke, bandingkan dengan hadits dari "kuraib" tsb, yakni jarak dari syam/jordan ke medinah yg cuma 1000km saja terjadi perbedaan. Kenapa kita mesti berpatokan kepada batas wilayah georgafis Negara? bukannya luas tiap negara itu berbeda2 (ada yg kecil & besar).. dan luas suatu negara bisa berubah (disebabkan peperangan dsb) ? Lalu Kenapa kita hanya menginginkan satu kalender islam hanya utk indonesia? kenapa tidak memperjuangkan yg lebih besar yakni satu kalender islam utk seluruh dunia? atau memperjuangkan yg lebih kecil, yakni kenapa tidak membiarkan tiap kota memiliki kalender islam masing-masing? Jika boleh saya simpulkan, sebelum kita bisa memilih antara "memperjuangkan yg lebih besar" atau "memperjuangkan yg lebih kecil" maka motto milis RHI ini tidak akan terpecahkan. wassalam Hamba allah yg dhaif.. lampiran hadits kuraib: "Dari Kuraib : Sesungguhnya Ummu Fadl binti Al-Haarits telah mengutusnya menemui Mu'awiyah di Syam. Lalu aku datang ke Syam, terus aku selesaikan semua keperluannya. Dan tampaklah olehku (bulan) Ramadlan, sedang aku masih di Syam, dan aku melihat hilal (Ramadlan) pada malam Jum'at. Kemudian aku datang ke Madinah pada akhir bulan (Ramadlan), lalu Abdullah bin Abbas bertanya ke padaku (tentang beberapa hal), kemudian ia menyebutkan tentang hilal, lalu ia bertanya ; "Kapan kamu melihat hilal (Ramadlan) ? Jawabku : "Kami melihatnya pada malam Jum'at". Ia bertanya lagi : "Engkau melihatnya (sendiri) ?" Jawabku : "Ya ! Dan orang banyak juga melihatnya, lalu mereka puasa dan Mu'awiyah Puasa". Ia berkata : "Tetapi kami melihatnya pada malam Sabtu, maka senantiasa kami berpuasa sampai kami sempurnakan tiga puluh hari, atau sampai kami melihat hilal (bulan Syawwal) ". Aku bertanya : "Apakah tidak cukup bagimu ru'yah (penglihatan) dan puasanya Mu'awiyah ? Jawabnya : "Tidak ! Begitulah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, telah memerintahkan kepada kami". Muslim (3/126), Abu Dawud (No. 2332), Nasa'i (4/105-106), Tirmidzi (No. 689), Ibnu Khuzaimah (No. 1916), Daruquthni (2/171), Baihaqy (4/251) dan Ahmad (Al-Fathur-Rabbaani 9/270),

