Hilaal itu Bulan dalam fase sabit yang paling kecil yang sudah bisa diamati
mata manusia, baik dengan ataupun tanpa alat bantu. Hilaal bisa terlihat
(visibel) karena adanya 3 faktor sekaligus yang bekerja bareng-bareng :
1. Posisi astronomis Bulan dan Matahari
2. Dinamika atmosfer
3. Resolusi mata manusia
So sebenarnya isu tentang hilaal ini adalah salah satu lahan garapan fisika,
khususnya optika.Ketiga faktor tadi bekerja sekaligus yang diekspresikan dalm
intensitas cahaya langit senja dan intensitas cahaya hilaal. Hilaal akan nampak
jika intensitas cahaya hilaal melebihi intensitas cahaya langit senja dan
sekaligus melampaui ambang batas resolusi mata manusia untuk nilai intensitas
cahaya langit senja yang bersangkutan.
So, ini bukan hanya masalah posisi (baca : tinggi) Bulan dan Matahari saja.
Penggunaan posisi Bulan dan Matahari berada dalam ranah pendekatan geometris
yang menjadi ciri khas teori visibilitas hilaal sejak abad ke-20. Namun ini
mulai ditinggalkan menjelang abad ke-21, karena disadari, akurasinya jelek.
Jika berdasarkan pada posisi Bulan, bisa kami katakan, untuk Indonesia (sebagai
daerah berlintang rendah), bila hilaal cukup jauh dari Matahari (dengan beda
azimuth 6 - 7 derajat saat sunset), approksimasi ketinggian minimum hilaal saat
sudah mulai terlihat adalah 4 derajat. Namun jika hilaal tepat di atas Matahari
(beda azimuthnya nol derajat), maka approksimasi ketinggian minimum hilaal saat
sudah mulai terlihat melambung menjadi 14 derajat.
Salam,
Ma'rufin
----- Original Message ----
From: ar sugeng riyadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, September 27, 2008 11:52:25 PM
Subject: Re: [FISIKA] Masalah Lebaran
Salam,
Hilal terendah yang bisa diamati mata normal secara Fisika menurut saya
sebagaimana Limit Danjon (http://the- moon.wikispaces. com/Danjon+ Limit) yakni
7°.
Selamat "iedul fitri, Taqobbal Allah Minna wa minkum...
Wassalaam,
Pak AR di Solo
http://pakarfisika. wordpress. com/
--- On Sat, 9/27/08, Mochammad Muchlis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Mochammad Muchlis <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [FISIKA] Masalah Lebaran
To: fisika_indonesia@ yahoogroups. com
Date: Saturday, September 27, 2008, 11:47 AM
Salam,
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H. Seperti biasa,
menjelang lebaran tentu banyak perbedaan dalam
penghitungan antara ahli hisab dan ahli rukyat. Untuk
rukyat, yang berdasarkan pengamatan bulan secara langsung,
itupun diselahi dengan perbedaan soal syarat sudut
pandang. Saya mau tanya secara fisika, berapa derajatkah
bahwa bulan dikatakan tampak, meski bulan sepenuhnya.
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Flexi - Gratis bicara sepanjang waktu se-Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Speedy Gratis internetan unlimited dari pkl. 20.00 s/d 08.00 se-Jabodetabek,
Banten, Karawang dan Purwakarta
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Nikmati akses TelkomNet Instan Week End Net hanya Rp 1.000/jam. Berlaku untuk
Sabtu-Minggu, khusus Jawa Tengah dan DIY s/d 31 Desember 2008
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Speedy Paket Merdeka 2008, hanya Rp 99ribu sudah mendapatkan modem dan
registrasi, diskon abonemen 50% 3 bulan pertama (tidak termasuk Speedy Warnet).
Berlaku khusus Jawa Tengah dan DIY s/d 30 September 2008
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Dapatkan Free Modem + Free Biaya Aktivasi Untuk Pemasangan Internet Speedy Di
Kandatel Makassar S/D 30-08-208, Hub.147 atau modemgratis@ plasa.com
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -