GIMANA MENSIASATI PENGARUH MERTUA?

Kadang kehadiran orang tua dimerasakan sangat dibutuhkan dalam
mendewasakan relasi antarpasutri. Sebaliknya, tidak sedikit yang
merasa kehadiran mertua malah menjadi sumber masalah. Mertua terlalu
dominan mengintervensi urusan rumah tangga, plus kehidupan pribadi
Anda dan pasangan, sehingga Anda menjadi merasa tak nyaman dalam
menjalani kehidupan rumah tangga.
        Kecenderungan dominasi mertua dapat dilihat dari mulai masalah
kecilpun biasanya tak luput dari perhatiannya. Seperti kebutuhan
sehari-hari, mertua acapkali dengan atraktif mengatur dan mendikte
segala kebutuhan berdasarkan citra rasanya. Bahkan, kebutuhan pasangan
sekalipun, Anda tidak kuasa untuk menentukan sendiri apa kebutuhannya
dan bagaimana cara memenuhinya serta cara melayaninya.
        Hal yang paling berat Anda rasakan, jika setiap perkataan mertua
sudah menjadi "kata perintah" wajib segera dipatuhi. Mengeritik dan
membantah sudah dianggap sebagai wujud perlawanan pada orang tua,
sehingga dirinya bisa marah besar.
        Hal lain, yang semakin membuat Anda merasa tak nyaman, jika mertua
kerapkali mulai mendikte kehidupan pribadi Anda. Setiap gerak langkah
Anda tak luput dari pengawasan mertua. Anda harus mampu memenuhi
kriteria yang diinginkannya. Dirinya serba tahu apa yang harus Anda
lakukan.
        Yang lebih tragis, bila pasangan begitu sangat tergantung oleh
kehendak mertua Anda. Anda merasa menjadi tersisih dalam relasi dengan
pasangan. Apapun rencana harus mohon persetujuan mertua. Kehendak
mertua adalah mutlak sebagai keputusan yang tak dapat diganggu gugat.
Alhasil, relasi yang terbangun dengan pasanganpun kerapkali diisi
dengan ketegangan.
        Menghadapi kenyataan rumah tangga yang berada di bawah bayang-bayang
mertua memang paling tidak mengenakkan, membuat Anda tidak nyaman dan
mungkin menjadi sangat menyiksa batin Anda. Bahkan, tidak sedikit
rumah tangga yang menjadi berantakan.
        Makanya, Anda harus menyelamatkan bahtera rumah tangga Anda dari
intervensi mertua, agar dapat mandiri dan mencapai kehidupan yang
harmonis serta bahagia. Untuk itu, dibutuhkan solusi yang tepat, agar
eksistensi Anda tidak hilang dalam relasi dengan pasangan. Begitu
juga, Anda pun dapat mengatur dan mengurus rumah tangga secara
mandiri. Namun hubungan dengan mertua tetap berjalan dengan baik.
Kiat mengatasi pengaruh mertua, antara lain:
        Kalau memungkinkan usahakan untuk tidak serumah dengan mertua
Untuk menghindari pengaruh intervensi mertua terhadap urusan rumah
tangga Anda, maka salah satu jalan yang terbaik adalah dengan cara
memisahkan diri dan tidak tinggal serumah. Jarak rumah yang Anda
tinggali hendaknya relatif cukup jauh dengan domisili mertua (orang
tua). Hal ini bukan dimaksudkan untuk mengucilkan kehidupan orang tua
dari keluarga Anda, melainkan untuk menghindari benturan-benturan
keinginan dalam urusan rumah tangga Anda sendiri. Terutama untuk
menciptakan kemandirian dalam berumah tangga, kenyamanan dan
keharmonisan relasi pasutri serta kebahagiaan keluarga Anda.
Ingat, Anda yang telah memutuskan untuk membentuk keluarga sendiri,
maka Anda harus berani mengambil keputusan untuk hidup mandiri
terlepas dari pengaruh dan ketergantungan pada orang tua. Anda harus
menghindari benturan kepentingan dan keinginan antara Anda, pasangan
dan orang tua (mertua). Anda bangun pondasi rumah tangga Anda sendiri
dengan selalu mengutamakan kesepakatan bersama pasangan. Jatuh bangun
urusan rumah tangga Anda, menjadi tanggung jawab bersama antarpasutri.
Permasalahannya sekarang adalah bagaimana cara meyakinkan pasangan
untuk mau menerima usul hidup secara mandiri, bebas dari pengaruh dan
ketergantungan pada orang tua (mertua). Untuk menyampaikan
permasalahan ini dibutuhkan kehati-hatian. Walaupun masalahnya sangat
rasional, yaitu untuk kehidupan keluarga yang lebih mandiri dan bebas
dari pengaruh intervensi orang tua (mertua). Namun masalahnya sangat
sensitif bagi pasangan karena menyangkut adanya keterikatan emosional
yang kuat antara dirinya dengan orang tuanya. Ketika Anda hendak
menyampaikan usul, jangan sampai Anda menyinggung perasaan pasangan.
Oleh karena itu, untuk menyampaikan usul untuk hidup terpisah dari
mertua butuh pertimbangan matang, agar tidak menimbulkan perselisihan.
Untuk itu, hal pokok yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan dalam
menyampaikan tujuan hidup terpisah dari orang tua (mertua), antara lain:
-       Tentukan/perhitungkan kapan waktu yang tepat untuk bicara dengan
pasangan.
-       Memperhatikan kesiapan mental pasangan.
-       Menentukan tempat yang ideal untuk berbicara dengan pasangan.
-       Kondisi dan situasi yang kondusif.
-       Cara penyampaian yang rasional.
-       Menghindari sikap emosional dalam menyampaikan maksud dan tujuan.
-       Manfaatkan titik peka/titik lemah pasangan untuk menyampaikan tujuan.
-       Tentukan secara bersama tujuan tempat tinggal dan waktu kepindahan
yang ideal.
Hal yang tersulit, setelah Anda mampu meyakinkan pasangan adalah tugas
selanjutnya untuk memberi pengertian, meyakinkan dan menepis
kekuatiran mertua. Anda harus dapat meyakinkan mertua dengan baik,
mengapa kemandirian berumah tangga itu harus segera dilaksanakan. Hal
ini penting Anda lakukan untuk mencegah timbulnya perselisihan atau
mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan atau diluar rencana.
Terutama untuk tetap memelihara hubungan dan ikatan emosional antara
anak dengan orang tua. Untuk itu, Anda harus dapat mengemukakan cukup
alasan yang kuat dan rasional, seperti:
-       harus berani belajar hidup mendiri sedini mungkin.
-       Membangun citra keluarga sendiri.
-       Menjaga citra dan nama baik orang tua di mata saudara, sahabat,
rekan bisnis dan masyarakat.
-       Bukan bermaksud untuk memisahkan atau memutuskan hubungan dan
kedekatan dengan orang tua.
-       Masih dapat menentukan waktu berkumpul bersama keluarga dengan orang
tua secara berkala.
        Menakhlukkan hati mertua
Kalau Anda tidak memungkinkan mengajak pasangan untuk hidup terpisah
dengan mertua karena alasan tertentu, maka Anda dapat menempuh cara
lain. Untuk mengatasi/membuat pengaruh mertua tidak lagi menjadi
penghambat dalam relasi Anda dengan pasangan, maka Anda harus dapat
menakhlukkan hati mertua. Anda harus mampu menarik hati dan perhatian
mertua untuk selalu berpihak pada Anda. Bukan dengan jalan menjauhkan
diri, menjaga jarak, saling bermusuhan atau bersikap pasif.
Walaupun mertua selama ini selalu bersikap tidak bersahabat, mendikte
dan selalu mencurigai Anda, namun bukan berarti pintu untuk
menakhlukkan hati mertua tertutup rapat. Selama ini mungkin sikap Anda
selalu berlawanan dengan sikap mertua, sehingga Anda kurang mampu
memahami jiwa mertua. Masing-masing pihak selalu menjaga jarak dan
saling mencurigai. Alhasil, yang muncul adalah sikap konfrontasi atau
Anda cenderung bersikap pasif dengan selalu menjaga jarak dengan mertua.
Untuk dapat menakhlukkan mertua, Anda harus dapat merubah total sikap
negatif yang selama ini Anda pertahankan. Terutama pernyataan sikap,
seperti "Ah, akukan kawin dengan anaknya, bukan dengan orang tuanya
atau keluarganya…" Pernyataan sikap seperti ini harus dapat Anda ubah
menjadi, "Aku kawin dengan dirinya, maka aku pun harus dapat
beradaptasi dan mensesuaikan diri dengan orang tuanya dan
keluarganya…" Jika Anda dapat berpedoman pada pernyataan kedua, maka
Andapun siap untuk membuka diri dan mencari cara bagaimana, agar diri
Anda dapat diterima dengan tangan terbuka oleh mertua maupun keluarganya.
Tugas utama Anda adalah bagaimana cara mengambil hati dan menempatkan
mertua, agar dirinya merasa senang, dihargai, diperhatikan, diutamakan
dan penting. Begitu juga, Anda harus pandai menempatkan diri di
hadapan mertua, agar dapat disenangi dan dibutuhkan mertua.
Dengan kata lain, Anda tidak perlu memusingkan apa yang diperbuat
mertua terhadap Anda, namun yang utama bagaimana caranya, agar mertua
merasa senang, sangat butuh kehadirian Anda dan tergantung pada Anda.
Disinilah pentingnya Anda menyusun strategi pendekatan untuk
menghadapi dan untuk mendapatkan kepercayaan mertua.
Untuk menyusun strategi pendekatan pada mertua, terlebih dahulu Anda
mencari tahu motif mertua tidak menyukai Anda dan selalu mencurigai
Anda, sehingga dirinya selalu melakukan intervensi terhadap urusan
rumah tangga Anda. Dengan demikian, Anda mengetahui pengetahuan dasar
mengenai sikap dan perilaku Anda yang dapat membuat dirinya semakin
tidak menyukai Anda dan Anda pun mengetahui titik peka atau titik
lemah mertua yang membuat mertua dapat merasa nyaman, senang dan
bangga. Begitu juga, Anda mengetahui sikap dan perilaku yang bagaimana
yang dapat membuat mertua merasa terbantu, merasa puas, merasa senang,
merasa gembira dan bangga, sehingga dirinya merasa senang melihat Anda
berada didekatnya atau kehadiran Anda memang sangat dibutuhkannya dan
bukan merupakan suatu ancaman baginya.
Langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk menjalankan strategi
pendekatan pada mertua, antara lain:
-       Anda harus aktif menjalin interaksi dan komunikasi dengan mertua,
walaupun pada awalnya sikap mertua sangat tidak bersahabat. Anda harus
terus mencoba melakukan pendekatan dengan mertua, jangan mengenal kata
menyerah sampai berhasil mencapai tujuan. Kata kuncinya, Anda harus
memberi perhatian dan kepedulian secara khusus pada mertua.
-       Anda pun harus bersedia beradaptasi dengan kebiasaan, adat dan
tatakrama yang berlaku dalam keluarga pasangan.
-       Sentuh dan manfaatkan titik peka mertua atau memberi perhatian
khusus pada hal-hal yang menjadi kebanggaan, hobi, kesukaan, minat,
kebiasaannya maupun keahliannya. Misalnya, kalau mertua sangat
menyukai buah kiwi, maka Anda dapat memberi atau menyediakan buah kiwi
tersebut secara khusus untuk dirinya. Kalau mertua hobi nonton film,
ajaklah selalu dirinya menonton film yang paling menarik baginya.
-       Usahakan mertua terus merasa senang dan puas atas pelayanan Anda
sesuai dengan yang diharapkan atau seleranya.
-       Jadilah pendengar yang baik di saat mertua berbicara, simak apa yang
diucapkan, tanggap dengan makna yang tersirat (tersurat) dari
ucapannya dan tentukan cara mensikapi makna tersebut sesuai dengan
kebutuhan serta yang diinginkannya.
-       Anda harus siap dan bersedia untuk membantunya, baik diminta atau tidak.
-       Anda menjadi orang pertama di sisinya, jika dia butuh sesuatu
(pertolongan).
-       Hindari sikap suka membantah, mendebat, mencela, mengkritik maupun
kebiasaan suka memotong pembicaraannya.
Jika Anda dapat melaksanakan dengan senang hati langkah-langkah
strategi pendekatan di atas dan bukan hanya karena terpaksa, maka
yakinlah Anda pun dalam waktu relatif singkat dapat menakhlukkan hati
mertua Anda. Dengan takhluknya hati mertua, berarti tidak ada lagi
penghalang dalam relasi dengan pasangan Anda. Sikap mertua yang suka
mengintervensi tentu akan berkurang secara drastis. Anda pun akan
mendapat dukungan dan kasih sayang mertua dalam membina rumah tangga
Anda. Dengan demikian, Anda dapat menciptakan hubungan yang baik
dengan mertua dan Anda pun dapat menjalin hubungan yang harmonis
dengan pasangan.

Sumber:
Buku Agar Perkawinan Menjadi Langgeng, karangan Drs. Hendra Surya,
terbitan Bhuana Ilmu Populer, 2006.


Semoga bermanfaat dari:


DRS. HENDRA SURYA
085281085906

Kirim email ke