Assalamu'aliakum

Shahabat, semalam setelah selesai shalat isya dan Tarawih dikampus. Dalam
perjalanan pulang ditengah perjalanan, saya bertemu dengan seorang wanita
rambutnya terurai tak bersisir, baju nya agak compang camping, pandangannya
terus melihat kiri dan kanan. Terkadang dia perhatikan kendaraan yang
melalui jalan yang sedang dia duduki.



Saya pun terus berjalan menuju rumah. Dan dalam perjanalanan, betapa hati
ini terasa bergetar, damai dan dengan penuh syukur kepada Sang Ilahi Tuhan
yang telah Menciptakan semesta alam. Didalam diri betanya-tanya, ada bisikan
untuk menyukuri segala nikmat pemberiannya. Sehingga hadirlah pertanyaan

*" Masihkah ada alasan untukmu mengeluh menjalani hidup ?"*

* *

Shahabat. Getirnya kehidupan, keras, dan beratanya tentu sifatnya
subjective. Karena itu semua tergantung bagaimana kita memaknai akan
kehidupan. Betapa indah dan bahagianya bila kita mampu memahami dan maknai
hidup. Bahwa perjalanan didunia adalah proses menuju titik finish memasuki
alam hakiki akhirat. Sehingga kehidupan jadilah ladang amal menajalani
peritah dan Larangan Yang Maha Pengasih.



Dan menjadilah KIKHLASAN setiap aktivitas, tantangan, perjuangan dan ujian
Tuhan. Karena keikhlasan adalah bukti bahwa kita menerima titipan dan
anugerah dari sang Maha Pemberi. Apakah itu berupa pembelajaran kekayaan
atau kemiskinan. Kesuksesan atau langkah menujunya. Kesehatan atau sebuah
proses mensyukuri betapa berharganya sehat.



Ya Allah engkau yang Maha Pengasih. Kami memohon kepada-Mu. Jadikanlah kami
orang-orang yang kuat, tabah dan sabar menjalani amanah-Mu. Sehingga kami
terus bisa merenungi pertanyaan-Mu



*Dan nikmat tuhan  yang manakah engkau dustakan ?*

* *

*Bogor** 12 september 2008*

--
RAHMADSYAH
Certified Master NLP Practitioner I 081511448147 I Motivator & Therapist
www.rahmadsyah.co.cc

Kirim email ke