Apakah anda masih ragu dengan program pendidikan internasional
yang ditawarkan oleh perguruan tinggi yang tersebar di Indonesia? Sehingga anda
bingung mau menentukan apakah tetap melanjutkan perguruan tinggi di dalam
negeri atau mengambil pilihan lain di perguruan tinggi luar negeri. Sebaiknya
anda simak tulisan di bawah ini untuk menambah referensi  tentang program 
pendidikan perguruan tinggi
di Indonesia.  

Era globalisasi saat ini memang menuntut setiap insan untuk
pandai-pandai memilih perguruan tinggi dan juga jurusan yang diminati. Tak
hanya sebatas itu saja, akreditasi secara internasional juga menjadi peranan
penting sehingga seseorang dapat lulus dengan gelar yang diakui baik itu secara
lokal maupun internasional.

Beberapa perguruan tinggi di Indonesia dewasa ini demi
menjawab tuntutan global, ikut melengkapi programnya dengan pola pendidikan 
berstandar
internasional. Biasanya program tersebut terbagi dua yakni Single Degree dimana 
mahasiswa belajar selama  4 tahun di Indonesia namun menggunakan metode
pendidikan internasional. Sedangkan, program lainnya yaitu Double Degree dimana 
mahasiswa akan belajar 2 tahun di Indonesia
dan dilanjutkan dengan 2 tahun pada universitas yang telah bekerjasama dengan
perguruan tinggi tersebut (universitas partner)
di luar negeri.

Seperti misalnya Universitas Indonesia yang sudah bekerjasama dengan beberapa 
universitas partner
diantaranya adalah University of
Melborune, University of Queensland, Monash University, Curtin University,
University of Groningen, University of Tiburg, dan University of Amsterdam.

Jika diamati untuk berkuliah dalam program internasional ini
perlu merogoh kocek lebih, namun akan dirasakan tidak berat apabila dilihat
dari sisi waktu tinggalnya. Khusus program double
degree mahasiswa hanya berkuliah selama 2 tahun di luar negeri, sehingga
hal ini akan memangkas kocek untuk biaya hidup dari yang seharusnya berkuliah
selama 4 tahun di luar negeri. 

Sementara, untuk single
degree mahasiswa diuntungkan dengan keunggulan metode pendidikan  berstandar 
internasional dan menggunakan
bahasa penghantar Inggris, walaupun mahasiswa tersebut tetap berkuliah di
Indonesia.

Sistem pendidikan pada program internasional memiliki
perbedaan dengan program regular. Disamping itu, infrastruktur yang
mendukungnya pun ikut berbeda. Kegiatan
pembelajaran di kelas Internasional idealnya memerlukan 3 infrastuktur pertama 
soft
infrastruktur yaitu kurikulum, kualitas belajar mengajar dan metode pengajaran.

Tak heran, jika untuk masuk ke dalam program internasional
setiap calon mahasiswa diseleksi secara ketat dengan tujuan agar mahasiswa siap
menerima pola pengajaran yang lebih komprehensif dan tepat sasaran. 

Namun, tidak perlu khawatir bagi calon mahasiswa kurang
mampu yang memiliki potensi beberapa perguruan tinggi yang tersebar di seluruh
Indonesia menawarkan program beasiswa ataupun sponsor untuk dapat berkuliah di
program internasional. Nah, apakah
anda masih ragu untuk mendaftar program internasional.

------




      

Kirim email ke