Kalo saya sebagai orang pengangguran yang biasanya nebeng ngenet di warnet2 temen sih, masalah yang dihadapi seperti adanya kesalahan pihak produsen ini yah bisa dibilang sangat wajar, lha wong itu juga manusia BUKAN Tuhan, apalagi pihak dari asia (keramik) tersebut udah bekunjung kerumah bapak. Coba bapak perbesar masalah ini berapa banyak yang tambah kecewa dan sakit hati, makin hari makin banyak. Lha wong bos2nya udah dateng dari kantornya ke tempat bapak, yah di iklhaskan saja toh itu juga ada hikmahnya, suatu saat kita harus bisa memaafkan. Jangan menambah sakit hati lagi berfikirlah dan berjiwa besar, bayangin berapa banyak rumah yang belum menggunakan tegel tersebut? sangat banyak pak, kita baru dapet jabatan dan pengin dipandang orang sudah main media massa atau kalo perlu CNN harus tau dan bahkan seluruh jagad ini harus bisa melihat bahwa keramik itu kurang nyaman atau banyak lagi alasan lainnya, lagi pula untuk apa toh Bill Clinton juga nggak bisa ngerti keluhan kita kalaupun hal tersebut telah diliput CNN dan tersebar seantero dunia, yah kalo udah ada itikad baik yah sudahlah pak bilang aja terima kasih atas perhatiannya, dan kembalikan keramik tersebut dengan dengan ikhlas kalo memang sangat mengganggu pemandangan ditempat bapak, INGAT suatu SAAT KEBAIKAN YANG KECIL AKAN DIBALAS DAN KEJAHATAN YANG SEKECIL ATOM PUN JUGA AKAN MENDAPAT BALASANNYA. Mungikin dengan mengiklahskan dan mengambil makna dan hikmahnya kita bisa mengerti apa arti diri kita terhadap sesama.
Trus Buat Bapak Wirawan yang katanya ada makanan yang kurang berkenan, apakah juga harus ada liputan khusus dari ANTV biar bisa seluruh Indonesia tau masalah tersebut ?atau seAlam Jagad ini juga tau bahwa ketika bapak makan di restoran tersebut ada yang kurang berkenan di hati bapak dengan adanya kotoran tikus? Kan bapak bisa bilang minta ganti aja dan kemudian bapak bisa melanjutkan makan, ngapain bapak harus capek2 menendang kursi atau marah2 kan tambah ruwet kan..... Wah pak bapak bisa lihat makanan yang berkotoran tikus jika ada orang yang terkena warga yang di daerahnya terdapat busung lapar dia akan melahapnya tanpa perlu protes bertele2, berapa banyak pak warga kita yang kesulitan makan, Sudahlah yang jelas sampai hari ini bapak masih bisa makan kan? sementara teman2 kita belum tau harus makan apa untuk nanti malam, karena memang nggak ada biaya ataupun memang nggak ada makanan yang bisa disantap. JIka sampai sekarang bapak masih marah2 karena kejadian itu, energi yang terbuang sudah berapa banyak tuh .... Jadi bisa di maafkan sudah lah cukup... yang jelas mereka sebagai produsen ataupun penyaji bisa memberikan itikad baik itu sudahlah sangat baik..... Sekian terima kasih atas perhatiaannya.. Yoe-Nand Bukan dari YLKI ataupun pihak produsen "cuma seorang pengangguran" ----- Original Message ----- From: "jkt sel" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]> Cc: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, July 26, 2005 4:02 PM Subject: [saham] Kecewa atas rendahnya Quality Product ASIA TILE Dear All, Membaca kejadian di bawah, saya sependapat bahwa saat ini kepuasan pelanggan belumlah penting bagi produsen atau penyedia jasa, yang penting produk laku,..Berikut pengalaman saya tentang rendahnya kualitas keramik Asia Tile ... yang telah sedikit banyak telah membuang-2 waktu dan mengusik kenyamanan tinggal di rumah ... Tolong disebarkan, sebagai sikap kritis konsumen, dan sebagai Konsumen kita lebih berhati-hati dalam membeli produk .... Pada sekitar akhir bulan Juni saya membeli keramik merk Asia Tile dari toko material di kali malang.. saya memesan sebanyak 64 M2 warna putih, KW-1, yang dikirimkan dalam 1(satu) Delivery Order. Saat-2 awal tukang saya memasang keramik tersebut, terdapat kejadian yang cukup mengganggu yaitu ukuran keramik tidak seragam, sehingga nat lantai tidak bisa dipasang rapat... saya mempertanyakan ke toko material perihal tersebut, khawatir kalau keramik yang dikirimkan bukan KW-1. Tapi oleh toko material diyakinkan kalau keramik tersebut adalah KW-1. Karna kesibukan dan pertimbangan nat yang sedikit lebih besar tidak terlalu mengganggu kenyamanan saya, maka saya masalah tersebut saya anggap selesai. Permasalahan lain muncul dan sangat menggangu, yaitu saat keramik yang telah selesai dipasang dibersihkan oleh tukang.Ternyata terdapat perbedaan wana keramik yaitu putih polos, dan putih dengan gradasi abu-2 muda .... hal ini jelas sangat merusak estetika keindahan rumah saya. Saya kembali menghubungi toko material dan menyampaikan keluhan saya. oleh pemilik toko ( Bpk. Sulaiman ) dikatakan bahwa keramik langsung diambil dari gudang asia tile melalui penyalur tunggalnya di Jakarta y.i PT. DWIMITRA NUANSA SATRIA (DNS) yang beralamat di Jl. Mangga Dua Raya Blok E No 4-5. Sebagai tanggung jawab moral, Pak Sulaiman menawarkan potongan harga 50 %. Tawaran tersebut saya tolak, karna saya ingin penyelesaian yang menyeluruh atas kasus ini. Dan permasalahan ini dilaporkan oleh Bpk. Sulaiman ke Asia Tile.2(dua) hari setelah laporan tersebut, sales dari Asia Tile ( Bpk. Kusumadi) datang ke tempat saya. ( Suatu response yangsangat saya hargai ), dan melihat langsung ke lokasi.Saya mempertanyakan tentang kualitas keramik yang dikirimkan, apakah betul KW-1 dan apakah serinya sama... Setelah diperhatikan dari kardus keramik, dipastikan bahwa keramik tersebut KW-1 dan Seri yang sama. Pak Kus menanyakan mengapa tidak melaporkan pada saat belum terpasang semua. Oleh tukang saya pertanyaan ini cukup dijawab dengan merendam beberapa sisa kramik yang beda warna, (prosedur umum kalau ingin memasang keramik ) dan ditunjukan kepada pak Kus, dan memang tidak bisa dibedakan. Apalagi dalam proses pemasangan dimana kramik telah tertutup debu semen. Pak Kus cukup heran dengan kejadian ini, dan esoknya beliau kembali kelokasi dan mengambil foto dan sample keramik untuk dibuatkan laporan ke surabaya. Beberapa hari kemudian pihak asia tile ( Bpk. Stefanus-Ass Mgr Sales dan Bpk Noldy-Branch Manager dan urusan komplain ) datang ketempat saya kembali. Kembali satu sikap yang saya sangat hargai. Setelah diskusi mengenai permasalahan saya, saya hanya mengajukan tuntutan sbb :- PT. Asia Tile mengganti keramik sesuai seharusnya, dimana biaya yang timbul ( pembongkaran dan pemasangan) sepenuhnya menjadi tanggung jawab Asia Tile. Suatu tuntutan yang sangat terukur, mengingat saya tidak mungkin mengeluarkan biaya kembali akibat rendahnya Quality Control keramik Asia Tile ( sekitar 4 juta rupiah ). Setelah berdebat sana-sini, dimana Bpk. Noldy menyatakan :- Asia Tile hanya jualan keramik - Asia Tile hanya mau mengganti keramiknya saja, dan meminta mengembalikan bongkaran keramik Saya cukup tersinggung dengan statement tersebut, dan seperti berhadapan dengan pedagang klontong pinggir jalan, sehingga dengan halus saya mempersilahkan mereka pergi dari rumah saya. Sikap Produsen sebesar Asia Tile yang hanya berorientasi pada target penjualan produk dan mengenyampingkan aspek kepuasan pelanggan sungguh sangat mengecewakan, sikap seperti ini tidak lebih baik dari pedagang-2 pinggir jalan, dimana saya menganalogikan jika saya pergi kesebuah restoran terkenal, dan saya keracunan karna kelalaian pihak restauran. Apakah Restaurant hanya akan mengganti dengan menu makanan yang saya beli ??? Bagaimana dengan biaya pengobatannya ??? Pengalaman ini mudah-2an cukup terjadi di saya, sebagai pelajaran dari kita sebagai konsumen. Merk terkenal belum tentu memiliki Quality Control yang baik, dan menjaga kepuasan pelanggan. Rumahku yangs eharusnya menjadi Istanaku, tidak terkabul karna rendahnya kualitas produk.Asia Tile yang saya kenal sekarang seperti berbunyi Asia Lie, atau Asia Sial .... Salam, BachtiarJl. Mampang Prapatan IV/48Jakarta Selatan - 12190 -----Original Message----- From: Andin Rachmatullah [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, July 26, 2005 9:15 AM To: Goezpraz; [EMAIL PROTECTED]; Bachtiar Effendi; [EMAIL PROTECTED]; Supriyadi; Kiking Ludi Ananta; Mazna Hidayat; Rini; Hendra Firmansyah; TinO DwiantOrO; DenyRt7 Agustin; [EMAIL PROTECTED]; Arlan; [EMAIL PROTECTED]; Digdo; [EMAIL PROTECTED] Subject: Fw: [abmp134] Fw: Arogansi Hoka-hoka Bento:Nasi bercampur kotoran tikus dipesan saya, malah dijadikan tersangka penganiayaan! ----- Original Message ----- From: Margaretha WijayaTo: VLD STAFFSent: Tuesday, July 26, 2005 8:00 AMSubject: FW: [abmp134] Fw: Arogansi Hoka-hoka Bento:Nasi bercampur kotoran tikus dipesan saya, malah dijadikan tersangka penganiayaan! FYI ... untuk diwaspadai. ---------------------------------------------------------------- From: Arianto Tjandra [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, July 26, 2005 7:10 AM To: Yulia; Yanuar Sidharta; Vera; Thessa; Theodorin Lingga; Tanti; Steve; Sari Widuri; Sari Trans; Ria; Pipien; Olop; Olive; Maya; Marisa; Joy; Herni; Diana; David PH; David Batubara; Caroline; Bene; Audrey; Angel; Boni; [EMAIL PROTECTED]; Fransiska Sonya Febiani; Lika Herawan; Dewi Hanifah; Rika Novianty; Venny Susanty; Henny Setiawan; Witjaksono Setiawan; Teja Kurniawan; taufik; Roynindra Malaon AL; Rahmat Juweni; R. Grandy Surasetja; Mahdi Ridwan; Lukman Herlim; Juanito Tiwow; Ismail Oktoritanto; Hendry; hendra sudjaka; Hendra Kusuma; Gembong Indro Yuwono; Didik AHM; Didieb CC 92; Dandi Sofiandi; christopher andreas; Agus Budi Prianto; Herry Irawan; Muhammad Idham; Agus Ridho Prasetiyo; Auliya Syukradinata; Adi Putra Negara Harlim; Arifa Chandra Arbaan; Admira Pustika Subject: [abmp134] Fw: Arogansi Hoka-hoka Bento:Nasi bercampur kotoran tikus dipesan saya, malah dijadikan tersangka penganiayaan! Arianto Tjandra Part Planning & Cost 1 Chutanki Frame Procurement Division PT Astra Honda Motor ----- Original Message ----- From: [EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, July 25, 2005 4:02 PM Subject: Arogansi Hoka-hoka Bento:Nasi bercampur kotoran tikus dipesan saya, malah dijadikan tersangka penganiayaan! Subject: Arogansi Hoka-hoka Bento:Nasi bercampur kotoran tikus dipesan saya, malah dijadikan tersangka penganiayaan! Kepada Yth. Redaksi ASTAGA.COM Dengan hormat, Berkaitan dengan kejadian sangat menjijikan yang saya alami saya saat makan malam di Restoran anda, HOKA-HOKA BENTO Menteng, Jum'at 8 Juli 2005, Pkl.20.50 Wib tersebut. Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Lengkap : Wirawan No. Telp : 0856 9011172 NIP : 01633 Pekerjaan/Jabatan : Promo Off Air, Graphic Design Section Head PT. Cakrawala Andalas Televisi (antv) Gd. Sentra Mulia Lt.15 Jl. H.R Rasuna Said, Kav.X6 No.8 Jakarta Selatan Telp.(62 21) 522 2086, Fax (62 21) 527 7104 Mengirimkan Surat Pembaca (terlampir), dan jika dibutuhkan untuk bahasan artikel, misalnya, saya lampirkan pula kronologis kejadian yang lebih detail. Proses ini sudah masuk ke YLKI (via telpon sejak Senin 11 Juli '05, Via email dikirim 13 Juli '05, dan pengisian form keluhan YLKI tertanggal 20 Juli '5 terlampir) Surat Komplain juga sudah saya kirimkan ke PT. Eka Boga Inti (pengelola Hokben), namun hingga Surat Pembaca ini dikirim tidak ada tanggapan yang responsif dan responsable. Malah kemudian, yang datang surat panggilan polisi yang menuduh saya sebagai terdakwa penganiayaan. Padahal sebelumnya, saya menolak tawaran via telepon mereka untuk jalan 'damai' dan 'kekeluargaan'. Karena dalam tuntutan surat saya ke pihak Hoka-hoka Bento adalah pemuatan Surat Permintaan Maaf di berbagai media atas peristiwa yang terjadi menimpa saya. (Surat Terlampir). Mudah-mudahan peristiwa ini dapat menjadi hikmah positif bagi consumen indonesia pada umumnya, dan diri saya pada khususnya. Dan atas pemuatannya di Surat Pembaca (terlampir dihalaman selanjutnya) saya ucapkan tarima kasih. Hormat Saya, Jakarta, 20 Juli 2005 Wirawan Promo Off Air, Graphic Design Section Head PT. Cakrawala Andalas Televisi (antv) [IMAGE] ___________ Isi Surat Pembaca TRAGEDI HOKA-HOKA BENTO: Setelah Nasi bercampur kotoran Tikus di mangkuk saya, malah dilaporkan sebagai Terdakwa Penganiayaan!. Jum'at malam, 8 Juli 2005, pkl.20.00 Wib, Sepulang kerja diperkantoran sekitar Kuningan saya mengajak rekan kerja saya makan di Hoka-Hoka Bento disekitar kawasan Menteng. Saya memesan Paket Spesial 1 terdiri atas ; Chicken Teriyaki dan ayam yang dibalut tepung serta Udang, teh Botol, dan Ogura (es kacang merah). Sedangkan teman saya memesan paket lain.Dan kami mulai membuka nasi yang tertutup rapat diwadah melamin warna hitam yang tampak bersih. Kami duduk dekat kasir, laptop, tas dan kamera digital saya letakkan dibangku sebelah saya. Saat makan, tiba-tiba saya menggigit benda berwarna hitam yang saya kira adalah 'beras ketan' yang bercampur dengan nasi putih. Namun ketika sumpit saya mengangkat lagi 'benda hitam' tsb, saya mulai mengambilnya dengan jari tangan saya, saya pencet dan saya buang kelantai (karena saya kira nasi atau beras ketan yang ikutan 'termasak' dan benda inilah yang saya jadikan bukti kemudian ) .. Namun ketika saya mengangkat lagi undukan nasi dengan sumpit, terdapat 'banyak bulir-bulir hitam' menempel, saya mulai heran dan jijik. Lalu saya hampiri Kasir (bernama Yati) yang saat itu sedang melayani satu pembeli. Saya tanya menanyakan benda hitam yang bercampur dengan nasi tersebut, dia melihat sebentar lalu membawa masuk kedalam ruang dalam. Saya kembali ke meja makan, meneruskan makan tanpa nasi Sekian lama tak ada satupun yang keluar menjelaskan benda apa yang ada di nasi saya, dan saya masih tidak curiga dan berfikiran positif, kok lama sekali makanan saya tidak di kembalikan. Lalu saya tanyakan kembali ke Kasir yang lama tidak keluar ruangan. Namun jawaban mereka sungguh mengecewakan, nasi pesanan saya sudah dibuang dan mangkuknya sudah dicuci! Saya kecewa dan marah, apalagi sang supervisor(Bp.Murjoko) juga mengetahui adanya kotoran tersebut, namun tidak berupaya menjelaskan dengan baik, malah membuang barang bukti yang sedang ditanyakan konsumen. Emosi saya makin meninggi, apalagi saat kejadian tersebut ia tahu namun tidak memiliki sikap professional yang responsive dan responsible. Karena tidak ada penjelasan yang setidaknya dapat menurunkan amarah saya saat itu, akhirnya ia membuat surat pernyataan tentang adanya kotoran di nasi pesanan saya, setelah saya menemukan bukti lain berupa 'tahi tikus butiran hitam' (foto terlampir) yang sempat saya buang dilantai dengan tissue, saya memotret benda tersebut, juga situasi restoran. Makin mengecewakan ternyata tanda tangannya tidak sama dengan KTP dan SIM, saya marah dan menendang krat yang berisi botol kosong, juga mendorong sang supervisor yang justru mempersoalkan botol pecah yang saya tendang. Pertanyaan yang membuat saya amat marah tidak dijawab, malah mempersoalkan masalah lain!. Akhirnya saya memutuskan akan melapor ke kepolisian, namun ketika diluar jalan ada pihak lain (yang mereka sebut penjaga yang biasa mangkal didepan restoran mereka) saya keberatan karena saya tidak menghendaki pihak lain selain HOKBEN dan saya yang mendatangi kantor polisi. Saya pulang dan mencoba menenangkan diri malam itu, agar kemarahan akibat perlakuan tersebut tidak memuncak. Adanya kotoran tikus di nasi pesanan konsumen amatlah menjijikan! Akhirnya saya memutuskan melaporkan ke YLKI hari Senin 11 Juli '05, dan mengikuti tahapan prosedural yang berlaku. Juga mengirimkan surat keluhan ke pengelola PT. Eka Boga Inti, dengan bukti yang saya miliki, yang hingga surat ini dikirim belum memberikan respon yang bertanggung jawab.Malah berujung Surat Pemanggilan pihak kepolisian dengan tuduhan sebagai Tersangka Penganiayaan (baca bagian bawah...) Adapun tiga orang (Store Manager, Area Manager dan Saksi) sebagai utusan Hokben yang datang Senin, 11 Juli '05, justru menanyakan mengapa saya membawa kamera saat itu, sejujurnya saya sampaikan bahwa saya adalah karyawan antv (saya bukan orang iseng yang menggunakan masalah sensitive dan serius ini untuk hal yang cuma membuang waktu) yang bertugas membuat iklan cetak program yang ditayangkan. Dan tugas saya memotret selebritis untuk materi iklan tersebut, justru baru kali ini saya memotret kotoran tikus di makanan yang saya pesan! Pertanyaan yang naïf disaat teknologi ponsel saja saat ini sudah pula dilengkapi kamera!. Artinya, mereka selalu berkelit membelokan masalah utama dan mengangkat masalah lain, tanpa melihat dari sudut perspektif sebab akibat. Jika kredo Hokben seperti itu, tidak heran jika masalah konsumen bukan utama dalam orientasi kepuasan pelanggan!. Berita mengagetkan muncul saat Selasa 19 Juli 2005, berupa panggilan dari pihak Kepolisian Resort Menteng yang menuduh saya sebagai Tersangka kasus penganiayaan Murjoko!, supervisor Hoka-Hoka Bento yang bertugas malam itu. Seperti inikah HOKBEN memperlakukan dan menanggapi keluhan consumen?, mengalihkan masalah utama dan mencari-cari masalah lain sebagai bentuk represif agar saya terpaling ke hal lain? apalagi sebelumnya saya menolak 'berunding damai dan kekeluargaan' yang ditawarkan oleh Store Manager (Bp. Zaky), justru yang muncul kemudian adalah tuduhan saya menjadi TERDAKWA PENGANIAYAAN! (surat panggilan kepolisian terlampir). Ironis, konsumen yang sedang mengguggat hak-haknya melalui jalur prosedural yang disarankan YLKI, justru dipelintir dengan memutar balikan fakta yang ada! Saya kerja dan berhubungan dengan banyak media, tapi saya masih mencoba melihat segala persoalan dengan lebih sabar, tidak menggunakan publisitas untuk menghadapi masalah sensitif ini, karena pihak HOKBEN sudah kelewat batas, saya akan mengajukan berbagai jalur hukum yang lebih intens untuk meminta pertanggung jawaban anda! ... Wirawan Promo Off Air, Graphic Design Section Head PT. Cakrawala Andalas Televisi (antv) Note : Photo dok lain akan dikirim jika dibutuhkan.Saya bersedia di wawancara jika dibutuhkan informasi lebih lanjut. Dokumentasi yang sempat diambil photonya oleh saya .[IMAGE] [IMAGE] Kiri, Murjoko, Supervisor Hoka-Hoka Bento, Menteng, yang bertugas malam itu Kanan, Kotoran yang mirip ketan hitam & berbau, yang belakangan saya ketahui tai tifus/cecurut atau nying2. Benda ini saya ambil kembali dari lantai yang sebelumnya dibuang karena saya kira ketan hitam. Dengan tissue HOKBEN benda ini. [IMAGE] [IMAGE] Kiri, Barang bukti, surat pernyataan dgn ttd yg agak berbeda, KTP & SIM supervisor,serta billing.Kanan, Surat panggilan pihak kepolisian yang ditujukan kepada Wirawan IMPORTANT NOTICE Email from OOCL Logistics is confidential and may be legally privileged. If it is not intended for you, please delete it immediately unread. The internet cannot guarantee that this communication is free of viruses, interception or interference and anyone who communicates with us by email is taken to accept the risks in so doing. Without limitation, OOCL Logistics and its affiliates accept no liability whatsoever and howsoever arising in connection with the use of this email. Under no circumstances shall this email constitute a binding agreement for provision of services by OOCL Logistics, which is subject to the standard terms and conditions of OOCL Logistics. SPONSORED LINKS Culture Abmp Corporate culture Hawaiian culture Hispanic culture Jewish culture ---------------------------------------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS * Visit your group "abmp134" on the web. * To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] * Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. ---------------------------------------------------------------- -- ___________________________________________________________ Sign-up for Ads Free at Mail.com http://promo.mail.com/adsfreejump.htm [Non-text portions of this message have been removed] DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk unsubscribe dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk subscribe ke milis saham Yahoo! Groups Links [Non-text portions of this message have been removed] DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk unsubscribe dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk subscribe ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
