Kalo saya sebagai orang pengangguran yang biasanya nebeng ngenet di warnet2
temen sih, masalah yang dihadapi seperti adanya kesalahan pihak produsen ini
yah bisa dibilang sangat wajar, lha wong itu juga manusia BUKAN Tuhan,
apalagi pihak dari asia
(keramik) tersebut udah bekunjung kerumah bapak.
Coba bapak perbesar masalah
ini berapa banyak yang tambah kecewa dan sakit hati, makin hari makin
banyak. Lha wong bos2nya udah dateng dari kantornya ke tempat bapak, yah di
iklhaskan saja toh itu juga ada hikmahnya, suatu saat kita harus bisa
memaafkan. Jangan menambah sakit hati lagi berfikirlah dan berjiwa besar,
bayangin berapa banyak rumah yang belum menggunakan tegel tersebut? sangat
banyak pak, kita baru dapet jabatan dan pengin dipandang orang sudah main
media massa atau kalo perlu CNN harus tau dan bahkan seluruh jagad ini harus
bisa melihat bahwa keramik itu kurang nyaman atau banyak lagi alasan
lainnya, lagi pula untuk apa toh Bill Clinton juga nggak bisa ngerti keluhan
kita
kalaupun hal tersebut telah diliput CNN dan tersebar seantero dunia, yah
kalo udah ada itikad baik yah
sudahlah pak bilang aja terima kasih atas perhatiannya, dan kembalikan
keramik tersebut dengan dengan ikhlas kalo memang sangat mengganggu
pemandangan ditempat bapak, INGAT suatu SAAT KEBAIKAN YANG KECIL AKAN
DIBALAS DAN KEJAHATAN YANG SEKECIL ATOM PUN JUGA AKAN MENDAPAT BALASANNYA.
Mungikin dengan mengiklahskan dan mengambil makna dan hikmahnya kita bisa
mengerti apa arti diri kita terhadap sesama.

Trus Buat Bapak Wirawan yang katanya ada makanan yang kurang berkenan,
apakah juga harus ada liputan khusus dari ANTV biar bisa seluruh Indonesia
tau masalah tersebut ?atau seAlam Jagad ini juga tau bahwa ketika bapak
makan di restoran tersebut ada yang kurang berkenan di hati bapak dengan
adanya kotoran tikus?
Kan bapak bisa bilang minta ganti aja dan kemudian bapak bisa melanjutkan
makan, ngapain bapak harus capek2 menendang kursi atau marah2 kan tambah
ruwet kan.....
Wah pak bapak bisa lihat makanan yang berkotoran tikus jika ada orang yang
terkena warga yang di daerahnya terdapat busung lapar dia akan melahapnya
tanpa perlu protes bertele2, berapa banyak pak warga kita yang kesulitan
makan, Sudahlah yang jelas sampai hari ini bapak masih bisa makan kan?
sementara teman2 kita belum tau harus makan apa untuk nanti malam, karena
memang nggak ada biaya ataupun memang nggak ada makanan yang bisa disantap.
JIka sampai sekarang bapak masih marah2 karena kejadian itu, energi yang
terbuang sudah berapa banyak tuh ....
Jadi bisa di maafkan sudah lah cukup... yang jelas mereka sebagai produsen
ataupun penyaji bisa memberikan itikad baik itu sudahlah sangat baik.....

Sekian terima kasih atas perhatiaannya..

Yoe-Nand
Bukan dari YLKI ataupun pihak produsen
"cuma seorang pengangguran"



----- Original Message -----
From: "jkt sel" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, July 26, 2005 4:02 PM
Subject: [saham] Kecewa atas rendahnya Quality Product ASIA TILE


  Dear All, Membaca kejadian di bawah, saya sependapat bahwa saat ini
  kepuasan pelanggan belumlah penting bagi produsen atau penyedia
  jasa,  yang penting produk laku,..Berikut pengalaman saya tentang
rendahnya
  kualitas keramik Asia Tile ... yang telah sedikit banyak telah
  membuang-2 waktu dan mengusik kenyamanan tinggal di rumah ... Tolong
  disebarkan, sebagai sikap kritis konsumen, dan sebagai Konsumen kita
  lebih berhati-hati dalam membeli produk  .... Pada sekitar akhir
  bulan Juni saya membeli keramik merk Asia Tile dari toko material di
  kali malang.. saya memesan sebanyak 64 M2 warna putih, KW-1, yang
  dikirimkan dalam 1(satu) Delivery Order. Saat-2 awal tukang saya
  memasang keramik tersebut, terdapat kejadian yang cukup mengganggu
  yaitu ukuran keramik tidak seragam, sehingga nat lantai tidak bisa
  dipasang rapat... saya mempertanyakan ke toko material perihal
  tersebut, khawatir kalau keramik yang dikirimkan bukan KW-1. Tapi
  oleh toko material diyakinkan kalau keramik tersebut adalah KW-1.
  Karna kesibukan dan pertimbangan nat yang sedikit lebih besar tidak
  terlalu mengganggu kenyamanan saya, maka saya masalah tersebut saya
  anggap selesai. Permasalahan lain muncul dan sangat menggangu,
  yaitu saat keramik yang telah selesai dipasang dibersihkan oleh
  tukang.Ternyata terdapat perbedaan wana keramik yaitu putih polos,
  dan putih dengan gradasi abu-2 muda .... hal ini jelas sangat merusak
  estetika keindahan rumah saya. Saya kembali menghubungi toko material
  dan menyampaikan keluhan saya. oleh pemilik toko ( Bpk. Sulaiman )
  dikatakan bahwa keramik langsung diambil dari gudang asia tile
  melalui penyalur tunggalnya di Jakarta y.i PT. DWIMITRA NUANSA SATRIA
  (DNS) yang beralamat di Jl. Mangga Dua Raya Blok E No 4-5. Sebagai
  tanggung jawab moral, Pak Sulaiman  menawarkan potongan harga 50 %.
  Tawaran tersebut saya tolak, karna saya ingin penyelesaian yang
  menyeluruh atas kasus ini. Dan permasalahan ini dilaporkan oleh Bpk.
  Sulaiman ke Asia Tile.2(dua) hari setelah laporan tersebut, sales
  dari Asia Tile ( Bpk. Kusumadi) datang ke tempat saya. ( Suatu
  response yangsangat saya hargai ), dan melihat langsung ke lokasi.Saya
  mempertanyakan tentang kualitas keramik yang dikirimkan, apakah betul
  KW-1 dan apakah serinya sama... Setelah diperhatikan dari kardus
  keramik, dipastikan bahwa keramik tersebut KW-1 dan Seri yang sama.
  Pak Kus menanyakan mengapa tidak melaporkan pada saat belum terpasang
  semua. Oleh tukang saya pertanyaan ini cukup dijawab dengan merendam
  beberapa sisa kramik yang beda warna, (prosedur umum kalau ingin
  memasang keramik ) dan ditunjukan kepada pak Kus, dan memang tidak
  bisa dibedakan. Apalagi dalam proses pemasangan dimana kramik telah
  tertutup debu semen. Pak Kus cukup heran dengan kejadian ini, dan
  esoknya beliau kembali kelokasi dan mengambil foto dan sample keramik
  untuk dibuatkan laporan ke surabaya. Beberapa hari kemudian pihak
  asia tile ( Bpk. Stefanus-Ass Mgr Sales dan Bpk Noldy-Branch Manager
  dan urusan komplain ) datang ketempat saya kembali. Kembali satu
  sikap yang saya sangat hargai. Setelah diskusi mengenai permasalahan
  saya, saya hanya mengajukan tuntutan sbb :-  PT. Asia Tile mengganti
  keramik sesuai seharusnya, dimana biaya yang timbul ( pembongkaran
  dan pemasangan) sepenuhnya menjadi tanggung jawab Asia Tile. Suatu
  tuntutan yang sangat terukur, mengingat saya tidak mungkin
  mengeluarkan biaya kembali akibat rendahnya Quality Control keramik
  Asia Tile ( sekitar 4 juta rupiah ). Setelah berdebat sana-sini,
  dimana Bpk. Noldy menyatakan :- Asia Tile hanya jualan keramik - Asia
  Tile hanya mau mengganti keramiknya saja, dan meminta mengembalikan
  bongkaran keramik Saya cukup tersinggung dengan statement tersebut,
  dan seperti berhadapan dengan pedagang klontong pinggir jalan,
  sehingga dengan halus saya mempersilahkan mereka pergi dari rumah
  saya. Sikap Produsen sebesar Asia Tile yang hanya berorientasi pada
  target penjualan produk dan mengenyampingkan aspek kepuasan pelanggan
  sungguh sangat mengecewakan, sikap seperti ini tidak lebih baik dari
  pedagang-2 pinggir jalan, dimana saya menganalogikan  jika saya pergi
  kesebuah restoran terkenal, dan saya keracunan karna kelalaian pihak
  restauran. Apakah Restaurant hanya akan mengganti dengan menu makanan
  yang saya beli ??? Bagaimana dengan biaya pengobatannya ???
  Pengalaman ini mudah-2an cukup terjadi di saya, sebagai pelajaran
  dari kita sebagai konsumen. Merk terkenal belum tentu memiliki
  Quality Control yang baik, dan menjaga kepuasan pelanggan. Rumahku
  yangs eharusnya menjadi Istanaku, tidak terkabul karna rendahnya
  kualitas produk.Asia Tile yang saya kenal sekarang seperti berbunyi
  Asia Lie, atau Asia Sial .... Salam, BachtiarJl. Mampang Prapatan
  IV/48Jakarta Selatan - 12190 -----Original Message-----
  From: Andin Rachmatullah
  [mailto:[EMAIL PROTECTED]
  Sent: Tuesday, July 26, 2005 9:15 AM
  To: Goezpraz; [EMAIL PROTECTED]; Bachtiar Effendi;
  [EMAIL PROTECTED]; Supriyadi; Kiking Ludi Ananta; Mazna Hidayat;
  Rini; Hendra Firmansyah; TinO DwiantOrO; DenyRt7 Agustin;
  [EMAIL PROTECTED]; Arlan;
  [EMAIL PROTECTED]; Digdo; [EMAIL PROTECTED]
  Subject: Fw: [abmp134] Fw: Arogansi Hoka-hoka Bento:Nasi bercampur
  kotoran tikus dipesan saya, malah dijadikan tersangka penganiayaan!

    ----- Original Message ----- From: Margaretha WijayaTo: VLD STAFFSent:
    Tuesday, July 26, 2005 8:00 AMSubject: FW: [abmp134] Fw: Arogansi
    Hoka-hoka Bento:Nasi bercampur kotoran tikus dipesan saya, malah
    dijadikan tersangka penganiayaan!

    FYI ... untuk diwaspadai.

    ----------------------------------------------------------------

    From: Arianto Tjandra [mailto:[EMAIL PROTECTED]
    Sent: Tuesday, July 26, 2005 7:10 AM
    To: Yulia; Yanuar Sidharta; Vera; Thessa; Theodorin Lingga;
    Tanti; Steve; Sari Widuri; Sari Trans; Ria; Pipien; Olop; Olive;
    Maya; Marisa; Joy; Herni; Diana; David PH; David Batubara;
    Caroline; Bene; Audrey; Angel; Boni; [EMAIL PROTECTED];
    Fransiska Sonya Febiani; Lika Herawan; Dewi Hanifah; Rika
    Novianty; Venny Susanty; Henny Setiawan; Witjaksono Setiawan;
    Teja Kurniawan; taufik; Roynindra Malaon AL; Rahmat Juweni; R.
    Grandy Surasetja; Mahdi Ridwan; Lukman Herlim; Juanito Tiwow;
    Ismail Oktoritanto; Hendry; hendra sudjaka; Hendra Kusuma;
    Gembong Indro Yuwono; Didik AHM; Didieb CC 92; Dandi Sofiandi;
    christopher andreas; Agus Budi Prianto; Herry Irawan; Muhammad
    Idham; Agus Ridho Prasetiyo; Auliya Syukradinata; Adi Putra
    Negara Harlim; Arifa Chandra Arbaan; Admira Pustika
    Subject: [abmp134] Fw: Arogansi Hoka-hoka Bento:Nasi bercampur
    kotoran tikus dipesan saya, malah dijadikan tersangka
    penganiayaan!

    Arianto Tjandra
    Part Planning & Cost 1
    Chutanki Frame
    Procurement Division
    PT Astra Honda Motor

    ----- Original Message -----

    From: [EMAIL PROTECTED]

    Sent: Monday, July 25, 2005 4:02 PM

    Subject: Arogansi Hoka-hoka Bento:Nasi bercampur kotoran tikus
    dipesan saya, malah dijadikan tersangka penganiayaan!

    Subject:  Arogansi Hoka-hoka Bento:Nasi bercampur kotoran tikus
    dipesan saya, malah dijadikan tersangka penganiayaan!

    Kepada

    Yth. Redaksi ASTAGA.COM

    Dengan hormat,

    Berkaitan dengan kejadian sangat menjijikan yang saya alami saya
    saat makan malam di Restoran anda, HOKA-HOKA BENTO Menteng,
    Jum'at 8 Juli 2005, Pkl.20.50 Wib tersebut. Saya yang bertanda
    tangan dibawah ini :

    Nama Lengkap              :  Wirawan

    No. Telp                        :  0856 9011172

    NIP                               :  01633

    Pekerjaan/Jabatan         :  Promo Off Air, Graphic Design
    Section Head

    PT. Cakrawala Andalas Televisi (antv)

    Gd. Sentra Mulia Lt.15

    Jl. H.R  Rasuna Said, Kav.X6 No.8

    Jakarta Selatan

    Telp.(62 21) 522 2086, Fax (62 21) 527 7104

    Mengirimkan Surat Pembaca (terlampir), dan jika dibutuhkan untuk
    bahasan artikel, misalnya, saya lampirkan pula kronologis
    kejadian yang lebih detail. Proses ini sudah masuk ke YLKI (via
    telpon sejak Senin 11 Juli '05, Via email dikirim 13 Juli '05,
    dan pengisian form keluhan YLKI tertanggal 20 Juli '5 terlampir)
    Surat Komplain juga sudah saya kirimkan ke PT. Eka Boga Inti
    (pengelola Hokben), namun hingga Surat Pembaca ini dikirim tidak
    ada tanggapan yang responsif dan responsable.

    Malah kemudian, yang datang surat panggilan polisi yang menuduh
    saya sebagai terdakwa penganiayaan. Padahal sebelumnya, saya
    menolak tawaran via telepon mereka untuk jalan 'damai' dan
    'kekeluargaan'. Karena dalam tuntutan surat saya ke pihak
    Hoka-hoka Bento adalah pemuatan Surat Permintaan Maaf di berbagai
    media atas peristiwa yang terjadi menimpa saya. (Surat
    Terlampir).

    Mudah-mudahan peristiwa ini dapat menjadi hikmah positif bagi
    consumen indonesia pada umumnya, dan diri saya pada khususnya.
    Dan atas pemuatannya di Surat Pembaca (terlampir dihalaman
    selanjutnya) saya ucapkan tarima kasih.

    Hormat Saya,

    Jakarta, 20 Juli 2005

    Wirawan

    Promo Off Air, Graphic Design Section Head

    PT. Cakrawala Andalas Televisi (antv)

    [IMAGE]

    ___________

    Isi Surat Pembaca

    TRAGEDI HOKA-HOKA BENTO: Setelah Nasi bercampur kotoran Tikus di
    mangkuk saya, malah dilaporkan sebagai Terdakwa Penganiayaan!.

    Jum'at malam, 8 Juli 2005, pkl.20.00 Wib, Sepulang kerja
    diperkantoran sekitar Kuningan  saya mengajak rekan kerja saya
    makan di Hoka-Hoka Bento disekitar kawasan Menteng.

    Saya memesan Paket Spesial 1 terdiri atas ; Chicken Teriyaki dan
    ayam yang dibalut tepung serta Udang, teh Botol, dan Ogura (es
    kacang merah). Sedangkan teman saya memesan paket lain.Dan kami
    mulai membuka nasi yang tertutup rapat diwadah melamin warna
    hitam yang tampak bersih. Kami duduk dekat kasir, laptop, tas dan
    kamera digital saya letakkan dibangku sebelah saya.

    Saat makan, tiba-tiba saya menggigit benda berwarna hitam yang
    saya kira adalah 'beras ketan' yang bercampur dengan nasi putih.
    Namun ketika sumpit saya mengangkat lagi 'benda hitam' tsb, saya
    mulai mengambilnya dengan jari tangan saya, saya pencet dan saya
    buang kelantai (karena saya kira nasi atau beras ketan yang
    ikutan 'termasak' dan benda inilah yang saya jadikan bukti
    kemudian ) ..

    Namun ketika saya mengangkat lagi undukan nasi dengan sumpit,
    terdapat 'banyak bulir-bulir hitam' menempel, saya mulai heran
    dan jijik. Lalu saya hampiri Kasir (bernama Yati) yang saat itu
    sedang melayani satu pembeli. Saya tanya menanyakan benda hitam
    yang bercampur dengan nasi tersebut, dia melihat sebentar lalu
    membawa masuk kedalam ruang dalam. Saya kembali ke meja makan,
    meneruskan makan tanpa nasi

    Sekian lama tak ada satupun yang keluar menjelaskan benda apa
    yang ada di nasi saya, dan saya masih tidak curiga dan berfikiran
    positif, kok lama sekali makanan saya tidak di kembalikan. Lalu
    saya tanyakan kembali ke Kasir yang lama tidak keluar ruangan.
    Namun jawaban mereka sungguh mengecewakan, nasi pesanan saya
    sudah dibuang dan mangkuknya sudah dicuci!

    Saya kecewa dan marah, apalagi sang supervisor(Bp.Murjoko) juga
    mengetahui adanya kotoran tersebut, namun tidak berupaya
    menjelaskan dengan baik, malah membuang barang bukti yang sedang
    ditanyakan konsumen. Emosi saya makin meninggi, apalagi saat
    kejadian tersebut ia tahu namun tidak memiliki sikap professional
    yang responsive dan responsible.

    Karena tidak ada penjelasan yang setidaknya dapat menurunkan
    amarah saya saat itu, akhirnya ia membuat surat pernyataan
    tentang adanya kotoran di nasi pesanan saya, setelah saya
    menemukan bukti lain berupa 'tahi tikus butiran hitam' (foto
    terlampir) yang sempat saya buang dilantai dengan tissue, saya
    memotret benda tersebut, juga situasi restoran.

    Makin mengecewakan ternyata tanda tangannya tidak sama dengan KTP
    dan SIM, saya marah dan menendang krat yang berisi botol kosong,
    juga mendorong sang supervisor yang justru mempersoalkan botol
    pecah yang saya tendang. Pertanyaan yang membuat saya amat marah
    tidak dijawab, malah mempersoalkan masalah lain!.

    Akhirnya saya memutuskan akan melapor ke kepolisian, namun ketika
    diluar jalan ada pihak lain (yang mereka sebut penjaga yang biasa
    mangkal didepan restoran mereka) saya keberatan karena saya tidak
    menghendaki pihak lain selain HOKBEN dan saya yang mendatangi
    kantor polisi.

    Saya pulang dan mencoba menenangkan diri malam itu, agar
    kemarahan akibat perlakuan tersebut tidak memuncak. Adanya
    kotoran tikus di nasi pesanan konsumen amatlah menjijikan!
    Akhirnya saya memutuskan melaporkan ke YLKI hari Senin 11 Juli
    '05, dan mengikuti tahapan prosedural yang berlaku. Juga
    mengirimkan surat keluhan ke pengelola PT. Eka Boga Inti, dengan
    bukti yang saya miliki, yang hingga surat ini dikirim belum
    memberikan respon yang bertanggung jawab.Malah berujung Surat
    Pemanggilan pihak kepolisian dengan tuduhan sebagai Tersangka
    Penganiayaan (baca bagian bawah...)

    Adapun tiga orang (Store Manager, Area Manager dan Saksi) sebagai
    utusan Hokben yang datang Senin, 11 Juli '05,  justru menanyakan
    mengapa saya membawa kamera saat itu, sejujurnya saya sampaikan
    bahwa saya adalah karyawan antv (saya bukan orang iseng yang
    menggunakan masalah sensitive dan serius ini untuk hal yang cuma
    membuang waktu) yang bertugas membuat iklan cetak program yang
    ditayangkan. Dan tugas saya memotret selebritis untuk materi
    iklan tersebut, justru baru kali ini saya memotret kotoran tikus
    di makanan yang saya pesan! Pertanyaan yang naïf disaat teknologi
    ponsel saja saat ini sudah pula dilengkapi kamera!. Artinya,
    mereka selalu berkelit membelokan masalah utama dan mengangkat
    masalah lain, tanpa melihat dari sudut perspektif sebab akibat.
    Jika kredo Hokben seperti itu, tidak heran jika masalah konsumen
    bukan utama dalam orientasi kepuasan pelanggan!.

    Berita mengagetkan muncul saat Selasa 19 Juli 2005, berupa
    panggilan dari pihak Kepolisian Resort Menteng yang menuduh saya
    sebagai Tersangka kasus penganiayaan Murjoko!, supervisor
    Hoka-Hoka Bento yang bertugas malam itu. Seperti inikah HOKBEN
    memperlakukan dan menanggapi keluhan consumen?, mengalihkan
    masalah utama dan mencari-cari masalah lain sebagai bentuk
    represif agar saya terpaling ke hal lain? apalagi sebelumnya saya
    menolak 'berunding damai dan kekeluargaan' yang ditawarkan oleh
    Store Manager (Bp. Zaky), justru yang muncul kemudian adalah
    tuduhan saya menjadi TERDAKWA PENGANIAYAAN! (surat panggilan
    kepolisian terlampir).

    Ironis,  konsumen yang sedang mengguggat hak-haknya melalui jalur
    prosedural yang disarankan YLKI, justru dipelintir dengan memutar
    balikan fakta yang ada! Saya kerja dan berhubungan dengan banyak
    media, tapi saya masih mencoba melihat segala persoalan dengan
    lebih sabar, tidak menggunakan publisitas untuk menghadapi
    masalah sensitif ini, karena pihak HOKBEN sudah kelewat batas,
    saya akan mengajukan berbagai jalur hukum yang lebih intens untuk
    meminta pertanggung jawaban anda!  ...

    Wirawan

    Promo Off Air, Graphic Design Section Head

    PT. Cakrawala Andalas Televisi (antv)

    Note : Photo dok lain akan dikirim jika dibutuhkan.Saya bersedia
    di wawancara jika dibutuhkan informasi lebih lanjut.

    Dokumentasi yang sempat diambil photonya oleh saya

    .[IMAGE] [IMAGE]

    Kiri, Murjoko, Supervisor Hoka-Hoka Bento, Menteng, yang bertugas
    malam itu

    Kanan, Kotoran yang mirip ketan hitam & berbau,  yang belakangan
    saya ketahui tai tifus/cecurut atau nying2. Benda ini saya ambil
    kembali dari lantai yang sebelumnya dibuang karena saya kira
    ketan hitam. Dengan tissue HOKBEN benda ini.

    [IMAGE] [IMAGE]

    Kiri, Barang bukti, surat pernyataan dgn ttd yg agak berbeda, KTP
    & SIM supervisor,serta billing.Kanan, Surat panggilan pihak
    kepolisian yang ditujukan kepada Wirawan




    IMPORTANT NOTICE
    Email from OOCL Logistics is confidential and may be legally
    privileged. If it is not intended for you, please delete it
    immediately unread. The internet cannot guarantee that this
    communication is free of viruses, interception or interference
    and anyone who communicates with us by email is taken to accept
    the risks in so doing. Without limitation, OOCL Logistics and its
    affiliates accept no liability whatsoever and howsoever arising
    in connection with the use of this email. Under no circumstances
    shall this email constitute a binding agreement for provision of
    services by OOCL Logistics, which is subject to the standard
    terms and conditions of OOCL Logistics.

    SPONSORED LINKS

    Culture

    Abmp

    Corporate culture

    Hawaiian culture

    Hispanic culture

    Jewish culture

    ----------------------------------------------------------------

    YAHOO! GROUPS LINKS

      *  Visit your group "abmp134" on the web.

      *  To unsubscribe from this group, send an email to:
        [EMAIL PROTECTED]

      *  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
        Service.

    ----------------------------------------------------------------

--
___________________________________________________________
Sign-up for Ads Free at Mail.com
http://promo.mail.com/adsfreejump.htm



[Non-text portions of this message have been removed]



DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk unsubscribe dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk subscribe ke milis saham

Yahoo! Groups Links













[Non-text portions of this message have been removed]



DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk unsubscribe dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk subscribe ke milis saham
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke