UNSP WIlayah Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Lampung. Anak perusahaan group Bakrie. Tidak perlu dijelaskan panjang lebar, karena termasuk saham ngetop dalam group ngetop (entah ngetop positip ato negatip, persepsi masing-masing).
TBLA WIlayah Lampung Anak perusahaan group Sungai Budi. Saham2nya dimiliki oleh PT Sungai Budi dan anak-anak perusahaan dalam BUDI Group. Sampai awal Desember SInarmas Group masih memiliki sekitar 11% saham, tapi awal bulan ini dilepas seluruhnya. Seluruh produk TBLA dipasarkan pelalui PT Sungai Budi, induk perusahaannya. Karena PT Sungai Budi sendiri perusahaan privat yang tidak go public, maka dalam pandangan saha saham ini termasuk BERBAHAYA, walaupun sepintas sangat murah. Jika terjadi kongkalikong dalam transaksi dengan induk perusahaan ........................ Indikator2 lain bisa di download di JSX. Semoga membantu Salam SPW ----- Original Message ----- From: Newsmaster To: [email protected] Sent: Monday, December 18, 2006 9:51 AM Subject: Re: [saham] UNSP : live call to IDR 1.360 Saya setuju bahwa UNSP is a growth stock. BTW saya ingin tahu kalau terjadi gempa kira-kira bagaimana dampaknya? Terakhir adalah gempa tanggal 16-21 Juni 2006 dengan skala 5.4 tertinggi dengan daerah yang terkena: Bandar Lampung, Kemiling, Teluk Betung Utara, Kedaton, Rajabasa, Sukarame, Tanjung Karang Barat, Tanjung Senang, dan Gedong Tataan bagian Timur. Apa termasuk wilayah UNSP dan TBLA? Saya sedang mempertimbangkan untuk masuk UNSP dan TBLA, mudah- mudahan tidak terjadi apa-apa. Disclaimer On. Apa ada yang tahu wilayah plantation UNSP dan TBLA? > > ----- Original Message ----- > From: Danny & Liza Lau > To: [email protected] > Sent: Thursday, December 14, 2006 1:54 PM > Subject: Re: [saham] [quote] UNSP : live call to > IDR 1.360 or death call to IDR 840? its yours to > decide > > Kalau turun sampai Rp 840 lagi, I think it's a > golden opportunity to buy. > > Mengapa? > 1. UNSP baru mengakuisisi lahan baru dan akan > terus melakukan itu sampai tahun 2010 > 2. UNSP berencana membangun dua pabrik baru > 3. Laporan keuangan terus manunjukkan > peningkatan kinerja. > Laporan terakhir menunjukan peningkatan > net profit di atas 100% YOY. > 4. Harga karet terus membaik, ditopang kerja > sama pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Thailand > untuk mengurangi ekspor. > 5. Adanya niat perusahaan untuk mengembangkan > sektor biodiesel > 6. Valuasi jauh tertinggal dibanding AALI & LSIP > > Based on those data, I categorize it as a growth stock > However, it's always a disclaimer and please > correct me if I'm wrong. > I own the stock. > Kudos for Sudes, and like he said, it's yours to > decide. > > Regards, > DANNY LAU[Image] > -- Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa dibaca di http://groups.yahoo.com/group/kuliner_ind/messages
