Saya lihat kemaren malam di CNBC, salah satu pejabat Bapepam...bikin iklan promosi BEJ....sekitar 3 menit. Mungkin ada ekspektasi untuk dapat dana asing.
cheers, bimo --- Aria Bela Nusa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Saya kira, perekonomian kita taon depan akan lebih > baek lg - setelah > selama ini sektor moneter bergerak & maju, maka > 'udah waktunya sektor > riil ikutan bergerak maju & berkembang meskipun > selama ini lambat - tapi > suatu saat pasti ke sono.Saya yakin, tahun depan > sektor riil ini (agri, > infrastruktur, property, mining) - akan lebih maju > dibanding taon 2006 > ini (Yg pasti, sektor property akan marak taon depan > & mencapai > kejayaannya kembali - setelah sektor banking > berkibar selama ini) .Sbg > tanda2nya suku bunga 'udah single digit (akan terus > mencapai bottom & > bertahan di situ beberapa lama) + perkreditan akan > marak nantinya > (meskipun masih ada 'lag' - lag time & policy) - > mudah2an makin > kelihatan wujud nyatanya, ya. > > :) Saya kira si Indeks dapat merefleksikan keadaan > perekonomian kita > (meskipun cenderung hanya scr virtual 'doang) - krn > biar bgm bisa > dianggap leading indicator, dalam pengertian dlm > bentuk sbg resultan > (integrasi) dr ekpektasi ke depannya - yg saat ini > telah di-discount > duluan. > > Regards, > > Aria > > > -----Original Message----- > From: [email protected] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of > EKA SUWANDANA > Sent: Wednesday, December 20, 2006 9:31 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [saham] RI Bisa 'Kebanjiran' Dana > Asing... > > Sebagai tambahan, IHSG itu hitungan rata2 saham di > BEJ yg jumlahnya > 340-an saham kalo nggak salah. Sedangkan > Bluechip-nya yg terbesar sektor > Telekomunikasi, TLKM& ISAT, dan Banking. Jadi > kenaikan IHSG yg sudah > naik lebih dari 100% semenjak pemilu Presiden 2004 > lalu nggak akan > pernah jadi cerminan keadaan sektor rill di > Indonesia. > > Jadi IHSG bisa naik terus walaupun Sektor Rill > melempem, soalnya dimana2 > investor /spekulator saham, selalu lihat Earning > Growth dari saham2 yg > dijajakan, dan kebetulan sektor Telekomunikasi yg > diwakili > TLKM/ISAT/BTEL/EXCL sedang tumbuh tinggi, sektor ini > mewakili 20% > hitungan saham IHSG. Jadi spekulator saham nggak > peduli sama data > inflasi, jumlah pengangguran, mereka hanya peduli > dgn Earning Growth or > Earning Multiples. > > So BEJ will always be a misrepresentation of our > economy! Makanya tambah > dong sahamnya Pak SBY dgn kasih insentif pajak, > supaya sekt! or > manufacture/ industri dan pertanian jadi BLUE CHIP, > karena memang > seharusnya begitu. Saya jamin kalo sektor > industri/manufacture/pertanian > yg jadi blue chip, IHSG nggak akan kemana2 mungkin > malah turun terus!!! > > Lihat Malaysia, Filipina, indeksnya nggak kemana2, > karena proporsi Blue > Chip nya sudah bisa jadi cerminan ekonomi. Mudah2an > di pemilu mendatang, > bakal ada calon presiden yg bisa bilang...."Hey IHSG > bukan cerminan! > Blue Chip terbesarnya bukan sektor Industri!" So > mematahkan claim > 'incumbent president'. Jaman Habibie, Megawati, dan > SBY, IHSG selalu di > klaim sebagai tolak ukur yg misleading, di jaman > Megawati jadi bahan > kampanye! SEBEL SAYA! > > > "Achmad Chamdani Eka P." <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > Ini kan kata orang pemerintah. Indones! ia masih > dalam katagori risk > country buat investor > selama pemerintah tidak komit mereformasi aturan > aturan investasi. Who > cares ??? > Parameternya adalah besar investasi di sektor riil. > Kalau investasi > sektor riil bagus, otomatis > investasi di pasar modal bagus. Sedang sebaliknya > tidak berlaku. Kita > masih jeblok di direct > foreign investment. > > > ----- Original Message ----- > From: Aria Bela <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > Nusa > To: obrolan-bandar@ > <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > yahoogroups.com > Cc: [EMAIL PROTECTED] > <mailto:[email protected]> com > Sent: Tuesday, December 19, 2006 4:16 PM > Subject: [saham] RI Bisa 'Kebanjiran' Dana Asing... > > Wawancara Deputi Gubernur BI > RI Bisa 'Kebanjiran' Dana Asing > > Nurul Qomariyah - detikcom > ! ; Jakarta - Investor asing tampaknya masih > shock dengan > keluarnya aturan > baru dari Thailand. Indonesi! a pun > berpeluang 'kebanjiran' dana > dari para > investor asing itu. > "Itu bisa saja terjadi," < SPAN > class="SpellE">jelas Deputi > Gubernur Bank Indonesia (BI) Aslim > Tadjudin dalam perbincangannya dengan > detikcom, Selasa > (19/12/2006). > Namun melihat tipikal modal yang bersifat > short term capital > inflow, BI > akan tetap mewaspadainya. "Untuk sementara > aturan yang kita > terapkan > sudah bisa (mengatur)," tambahnya. > Bank Sentral Thailand terhitung pada hari > ini mengeluarkan > aturan yang > mewajibkan 30 persen dari mata uang asing > dengan nilai lebih > dari US$ > 20.000 harus didepositokan tanpa bunga. > Kebijakan itu tidak > berlaku > untuk mata uang asing yang berhubungan > dengan perdagangan barang > atau > jasa. > Namun para analis dan pelaku pasar shock > dengan k! ebijakan baru > itu. > Mereka menilai kebijakan baru itu akan > menghalangi masuknya > investasi > asing termasuk ke pasar saham Thailand. > "Ini seperti memukul semut dengan palu. > (Langkah) ini mungkin > bisa > membantu mereka mencapai tujuan, seperti > memberikan tekanan pada > baht, > namun bisa meluas ke instrumen lainnya," > ujar Sriyan Pietersz, > kepala > analis JP Morgan seperti dikutip dari AFP. > Analisis itu tampaknya benar. Contohnya > adalah di pasar saham > Thailand > yang langsung terpuruk. Akibat kepanikan di > pasar saham, sekitar > pukul > 11.30 waktu setempat, indeks saham Thailand > anjlok hingga 10,10 > persen > (73,80 poin) ke level 656,75. > Penurunan ini merupakan yang terparah sejak > pertengahan tahun > 1997, > sebelum akhirnya Negeri Gajah Putih itu > terjerumus ke jurang > krisis > &nbs! p; ekonomi. Di akhir sesi pagi, seperti > dilansir dari AFP, > indeks saham > Thailand ditutup anjlok hingga 11,76 persen, > menyusul terjadinya > > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk unsubscribe dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk subscribe ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
