Thailand, Investor Panik, Bursa Saham Anjlok
Bangkok, Senin - Investor di bursa saham Thailand, Senin (8/1), kembali
mengalami kepanikan. Hal itu membuat indeks bursa saham di Thailand
anjlok sekitar 2 persen lebih. Penurunan saham itu merupakan lanjutan
dari penurunan indeks yang terjadi di penghujung 2006.
Komunitas pebisnis asing di Thailand, kemarin memperingatkan bahwa
rencana pemerintah mengubah peraturan investasi asing akan merusak
pandangan internasional terhadap Thailand, yang sudah mengalami
keterpurukan dalam setahun terakhir.
Kepanikan investor sudah terjadi pada akhir 2006. Saat itu Bank Sentral
Thailand membatasi simpanan asing di dalam sistem perbankan hanya
maksimal sebesar 30 persen. Padahal simpanan asing di perbankan Thailand
sudah ada yang melebihi persentase itu. Selain itu, pihak asing juga
dibatasi untuk menanamkan saham di bursa instrumen obligasi.
Sentimen investor belum pulih dari kepanikan akibat pembatasan itu.
Namun kemarin muncul lagi berita bahwa pemerintahan junta militer
Thailand akan membatasi kepemilikan asing hingga maksimal 50 persen di
semua perusahaan Thailand.
Rencana itu akan merusak komposisi kepemilikan saham asing di
perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Thailand. Selama ini, secara de
facto, banyak perusahaan yang sudah dikuasai asing, walau secara de jure
(formal), kepemilikan itu dikuasai oleh investor lokal.
Diminta menyesuaikan
Dengan adanya rencana itu, maka perusahaan asing diminta melakukan
penjualan sahamnya. Dengan peraturan baru itu, maka pemerintah juga akan
memeriksa secara mendalam, apakah perusahaan yang beroperasi di Thailand
benar-benar dimiliki orang asing dengan maksimal kepemilikan 50 persen.
Pramon Suthiwong, Ketra Dewan Perdagangan Thailand mengatakan, sebuah
undang-undang baru akan membatasi kepemilikan asing maksimal 50 persen.
Undang-undang tersebut juga akan menata ulang hak-hak pemegang saham
lokal. "Dengan peraturan itu, pihak asing diminta menyesuaikan
kepemilikan saham hingga maksimal 50 persen selama dua tahun," kata
Pramon.
Namun Kamar Dagang Dagang Bersama Internasional, setelah mengadakan
pertemuan dengan perwakilan bisnis dari 18 negara, mengingatkan bahwa
perubahan komposisi kepemilikan saham asing itu akan menghasilkan
malapetaka bagi bisnis Thailand.
"Perubahan radikal seperti itu akan menggerogoti kepercayaan investor
internasional terhadap Thailand," kata Peter van Haren, Ketua Kamar
Dagang Bersama Internasional itu.
Rencana tersebut akan memaksa asing menjual kepemilikan sahamnya yang
sudah sempat ditanamkan di berbagai perusahaan di Thailand melebihi 50
persen. Persoalan pun muncul karena warga Thauland sendiri tidak akan
mampu menyerap penjualan saham yang akan bernilai triliunan rupiah itu.
Hal itu diperkirakan akan terus membuat kepanikan investor di bursa
saham Thaiuland, yang juga akan menyeret penurunan indeks saham di
kawasan.
Efek Thaksin
Rencana peluncuran undang-undang itu muncul setelah terjadi aksi
penjualan saham Shin Corp, milik keluarga Thaksin Shinawatra kepada
investor Singapura, Temasek Holdings.
Hal itu mencuatkan kritikan di dalam negeri, betapa asing telah
menguasai saham-saham perusahaan Thailand. Hal itu juga mencuatkan
kritikan, betapa Thailand telah menggadaikan aset-aset domestik kepada
asing.
Setelah Thaksin terjungkal, kemudian juga muncul pertanyaan soal
keabsahan dari swastanisasi atas berbagai perusahaan milik negara, yang
berlangsung selama Thaksin berkuasa. Semua program Thaksin itu
sebenarnya berhasil membuat perekonomian Thailand mengalami peningkatan
aktivitas yang pesat. Namun, di sisi lain hal itu memunculkan sentimen
nasionalisme atas kepemilikan asing.
Namun, demikian muncul peringatan dari lembaga pemeringkat internasional
asal Standard and Poor's (S&P) agar Thailand tidak menambah sentimen
negatif investor asing. Serangkaian pengeboman dan kerusuhan Thailand
selatan telah membuat asing mulai menghindar berinvestasi di Thailand.
(REUTERS/AFP/AP/MON)
--
DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED] untuk unsubscribe dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk subscribe ke milis saham
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/saham/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/saham/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/