Harga timah di LME jatuh menjadi USD 10120/ton.
Dengan harga tsb, maka average harga timah sekitar USD 9500,maka keuntungan
PT TINS menjadi berkurang.
Dengan asumsi biaya produksi PT TINS th 2007 sebesar USD 8800, keuntungan
TINS : USD 9500 - USD 8800=USD 700/ton.
Andai produksi TINS 40000 ton/th, maka laba PT TINS=
USD 28 juta atau Rp 252 milyar.
Dengan P/E 7-8, maka harga wajar TINS Rp 3750/ lembar.
Good luck.
Suwito Nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bung,
Bisa cari tahu berapa kapasitas smelter swasta yg dibuka kembali di sana?
ADa update ttg Koba Tin vs. Kapolri Sutanto
Yg pusing kalo sampe Koba Tin ditutup, apa ada kaitan dgn Antam nantinya?
Malaysia Smelting Co owns 75% Koba Tin adalah investor rekanan Antam di
proyek Tayan...
saya denger Antam mo bikin pabrik smelter bauxite di Riau juga
Jangan2 sama kayak smelter swasta aja Antam tampung bijih dari illegal miners
di sana ... paragah!!!
stationandrew <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kelanjutan informasi saya terdahulu saya beritahukan bahwa kegiatan
pemurnian Timah(smelter) di P. Bangka Belitung telah dimulai kembali,
para pemilik smelter saat ini telah menerima pasir timah dari semua
penambang dgn harga Rp 61ribu atau 2ribu diatas hari beli PT. Timah,
saat ini ada tidak kurang dari 3 smelter telah beroperasi kembali.
Kegiatan ini dikawatirkan dapat mengganggu supply timah di pasar,
apalagi dgn kenaikanharga beli maka PT. Timah mungkin terpaksa harus
menaikan biaya beli dari masyarakat sehingga menaikan Harga Pokok
Pembelian yg pada akhirnya dapat menggangu kinerja perseroan pada saat
ini.
Informasi ini tidak tahu akankah mempengaruhi harga TINS di pasar?
Salam,
Semoga
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com