Di milis, saya sering membaca bila suatu saham  sudah all high time, dan suatu 
hari dibuka loncat dari harga hari sebelumnya (Gap Up) harus  ditutup di 
kemudian hari dengan adanya penurunan harga saham tersebut.  
  
 Karena di milis semua orang mulai yakin akan teori  ini, saya mencari di kamus 
J Murphy, pakar Teknikal Analis, bolak balik buku  tersebut akhirnya ketemu. 
Ternyata menurut si Murphy, Gap Up yang harus di tutup  itu cuma mitos saja. 
Jadi teori tersebut tidak benar. 
  
 Saya juga masih penasaran, saya coba lihat  harga-harga saham, apakah akan 
tertutup kembali dengan penurunan harga? Ternyata  tidak selalu. Jadi sekali 
lagi ini cumaMITOS

Contohnya adalah saham ANTM, pada tanggal 9/12/05  harga tertinggi adalah 
3.150, keesokan harinya tanggal 12/12/05 harga loncat dan  dibuka di harga 
3.175 (terendah 3.175) dan terus naik sampai harga hari ini 9.050.
 
  
 Contoh lain adalah INCO pada tanggal 20/10/2006  harga INCO 24.900, dan 
keesokan harinya harga loncat ke 25.500, dan terus naik sampai harga hari ini 
40.850.

  
 Apakah teori ini benar? 
  
 Kalau benar, artinya ANTM dan INCO akan kembali ke  harga tersebut untuk 
menutup celah tersebut. Yang semakin saya bingung, sekarang  analis2 teknikal 
dan broker2 ikut2an mitos bahwa gap itu harus ditutup. Saya cuma geleng2  
kepala aja.....
  
 Mohon penjelasannya.



 
Salam
  
  

JG

 
 
---------------------------------
8:00? 8:25? 8:40?  Find a flick in no time
 with theYahoo! Search movie showtime shortcut.

Kirim email ke