Hi Pak Eddy,
Volume divergence bisa dilihat jika membandingkan harga dan volume dalam
bbrp hari, bukan hari yang sama. Saya attachkan chart untuk direview.

Menurut saya mengatakan harga turun tapi volume naik berarti telah terjadi
divergence adalah tidak tepat. Sama seperti dulu saya salah mengartikan
pesan Livermore soal "sabar, sabar dan sabar" dan quote populer dari beliau
yg kira2 berbunyi "It's your sitting that make money, not your thinking".

Saya setuju ttg "market will show the fact", no matter ini panic selling or
panic buying, jika ada konfirmasi reversal, ayo kita rame2 jump-in.

Mungkin teman2 yang lain bisa berikan pendapat.

Thanks.
Wiro.

On 2/26/07, Eddy S. Purnomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Pak Wiro,

Saya setuju dengan pendapat Pak Wiro, tapi dalam TA juga berarti jika
harga turun dan volume naik berarti terjadi Divergence.







Saya sedang mencoba membaca chart yang translate market behaviour. Karena
barang yang diperdagangkan adalah komoditi yang end buyernya adalah end-user
dan barang tersebut dibeli oleh end-user untuk dipakai (habis terpakai untuk
produksi) . Memang dalam perjalanannya menuju end user pasti melalui dunia
trading yang mana tradernya (spekulan) jual-beli mencari capital gain. Tapi
diujungnya ditampung oleh end user, nah volume sebesar itu pasti ada end
user yang beli yang tidak untuk mencari capital gain tapi dipakai untuk
produksi. Nah saya mencoba membaca chart harga timah bukan chart saham TINS.

Beda halnya dengan saham, di saham bisa ada trader dan long term investor
dan Fund Manager yang biasa membeli dan menjual dalam jumlah besar untuk
dihold dalam waktu yang cukup lama. Jadi di saham, para investor punya stock
barang yang banyak dan jika turun mereka rame2 jualan dan ini bisa
ditranslate sebagai Panic Selling. Di komoditi sepertinya Long Term
Investment not applicable.

Quantity Securing harus ada end buyernya, apalagi dengan inventory yang
katanya hanya cukup untuk konsumsi satu hari. Jadi terjadi scarcity dalam
supply, Hukum Ekonomi berlaku disini dan sampai saat ini, Demand masih jauh
lebih besar daripada Supply.

Jadi seperti yang Pak Wiro katakan, KHUSUS untuk kasus ini, mungkin
terjadi Panic Selling, tapi bisa juga Panic Buying. Tapi yah.. itu kan hanya
hipotesa, market will show the fact.



Attachment: vol-div.pdf
Description: Adobe PDF document

Kirim email ke