Harga saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN bakal menlonjak
tajam menyusul dikeluarkannya laporan keuangan tahun buku 2006. Pada 2006,
PGN berhasil mencetak kenaikan laba bersih 120% menjadi Rp1,89 triliun
disbanding yang dibukukan pada 2005 senilai Rp1,03 triliun.

Menurut seorang analis, dengan kenaikan laba bersih sebesar 120%, pelaku
pasar akan menghitung kembali fair value saham ini. Pada perdagangan Kamis
(29/3) saham PGN ditutup pada level Rp9.450 atau naik Rp200.

Sebelumnya analis menilai, valuasi saham berkode PGAS itu masih menarik
dibanding saham lain yang terkait sektor energi seperti PT Medco Energi
Internasional Tbk (MEDC), karena price to earning ratio (PER) PGAS masih
19,46 kali dan price to book value (PBV) 7,68 kali. Sedangkan PER MEDC sudah
20,98 kali, dengan PBV 2,41 kali. 

Kendati demikian, dengan adanya kenaikan laba bersih sekitar 120%, saham PGN
diperkirakan akan menguat dan memiliki fair falue sekitar Rp11.500. "Saya
perkirakan saham ini akan menuju Rp11.500," ujarnya.

Berdasarkan laporan keuangan 2006 yang telah diaudit, PGN mencatat
pendapatan Rp6,63 triliun atau meningkat Rp1,2 triliun (22%) dari yang
dicapai pada 2005. Pada periode sama, laba usaha mencapai Rp2,39 triliun
atau naik tajam 54% dari tahun sebelumnya.

Djoko menjelaskan, pendapatan 2006 sebesar Rp6,63 triliun berasal dari
bisnis distribusi Rp5,53 triliun dan bisnis transmisi Rp1,1%. Meskipun PGN
menghadapi kendala pasokan di wilayah Jawa Timur, namun volume penjualan
distribusi dapat meningkat 5% dari 308 mmscfd (juta kaki kubik per hari)
menjadi 323 mmscfd.

"Kenaikan volume itu berasal dari penambahan pelanggan dan peningkatan
volume penjualan di wilayah Batam," katanya. Sedangkan dari bisnis
transmisi, volume gas yang diangkut naik 13% menjadi 681 mmscfd. Kenaikan
terbesar disumbang oleh jalur pipa transmisi Grissik-Singapura sebesar 27%
dari 117 mmscfd menjadi 225 mmscfd.

PGN optimistis kinerja 2007 bertumbuh seiring mulai beroperasinya pipa
transmisi Sumatera Selatan-Jawa Barat (SSWJ) untuk mengalirkan gas dari
Lapangan Gas Pertamina di Pagardewa dan dari Lapangan Gas ConocoPhillip di
Grissik. Kedua lapangan gas itu berlokasi di Sumatera Selatan untuk
pelanggan industri di Jawa bagian barat. "Seiring dengan itu, volume
distribusi pada 2007 akan naik menjadi 555 mmscfd dari 323 mmscfd pada
2006," kata Djoko. (esta)

 

 

Kirim email ke