Memang teorinya sih begitu, tapi realisasinya terutama salesnya pada mengecewakan spt ANTAM, disaat harga komoditi yang begitu tinggi, kapasitas produksi begitu besar tapi penjualannya nyaris tidak ada kemajuan, sungguh kecewa...
Pada tanggal 17/04/07, Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Selasa, 17 April 2007 14:10 wib Saya coba bantu buatkan perkiraan secara garis besar tentang INCO untuk periode tahun 2007 ini. Data tahun 2006. Penjualan: 160,7 juta pounds. Harga rata2 penjualan: $8,33/pound ($18365/metric ton). Harga pokok produksi (rata2) $3,13/pound. Net Income: $513,36 juta. Jumlah saham: 993.633.872 EPS : $0,52 Perkiraan Q1 2007 (Jan-Mar 2007): Penjualan: 38 juta pounds. Harga rata2 penjualan: $18,33/pound ($40410/metric ton). Harga pokok produksi: $5,00/pound. Net Income: $344,68 juta EPS: $0,35 Perkiraan satu tahun periode 2007 (Jan-Des 2007): Penjualan: 160 juta pounds. Harga rata2 penjualan: $19,50/pound ($42990/metric ton) Harga pokok produksi rata2 tahun 2007: $5,50/pound. Net Income: $2.179,74 juta EPS: $1.54 Perkiraan harga saham INCO dengan asumsi: PER 8x: $12,72 PER 10x: $15,4 PER 15x: $23,03 Dengan menggunakan perkiraan kurs Rp9000/USD, maka perkiraan harga INCO untuk tahun 2007 ini menjadi: PER 8x: Rp 114.500 (konservatif) PER 10x: Rp 143.100 (moderat) PER 15x: Rp 207.300 (agresif) Harga saham INCO saat ini Rp61.800 (PER F2007: 4,47x) Berdasarkan penutupan harga nickel hari Senin 16 April 2007: Cash: $22,7704 / pound ($50.200/metric ton) 3mth: $21,6591 / pound (47.750/metric ton) Dengan memperhatikan perhitungan di atas, perkiraan saya sampai dengan akhir tahun 2007, saham INCO bisa mencapai Rp114.500 untuk target konservatif. Bila pasar mendukung, maka target agresif di akhir tahun 2007 ini bisa mencapai Rp207.300. Mengingat harga saham yang sudah terlalu besar nilainya sehingga mengakibatkan perdagangan saham menjadi tidak likuid, perlunya perusahaan mempertimbangkan untuk melakukan stock split 1:5 agar harga saham bisa terjangkau bagi para investor kecil Indonesia yang menurut saya juga berhak menikmati cerahnya investasi di saham INCO ini. Bapepam atau pun BEJ saya pikir juga perlu mendorong manajemen INCO untuk mau memecah sahamnya agar perdagangan sahamnya lebih likuid selain memberikan kesempatan investor kecil di Indonesia bisa melakukan investasi di saham INCO ini. Demikian saja ulasan dari saya. Sekedar mengingatkan, perkiraan di atas adalah perkiraan saya pribadi dengan mengacu data2 dan perkiraan yg ada sehingga target2 yang dituliskan di atas bisa tercapai bisa juga tidak atau bahkan bergerak berlawanan arah. catatan: Akhir perdagangan cum dividen saham INCO sebeesar $0,5/saham adalah tanggal 24 April 2007 untuk pasar regular. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
