Hi,
Beberapa investor lokal menhubungi saya ttg split portofolio. Semoga wacana dibawah ini dapat membantu. Dan ingat, ini hanya pendapat saya pribadi. Split portofolio dilakukan untuk mengurangi resiko kerugian. Ada pepatah yang berkata: jangan menaruh telur dalam satu keranjang. Kalau jatuh, habis semua. 1. Reksadana Dana Tetap (40%) Alasan: SBI turun, bunga deposito jadi tidak menarik. disisi lain, reksadana diburu orang karena profit yang lebih besar untuk saat ini 2. Deposito bulanan, otomatis perpanjang. Pilih bank yang besar spt: BCA, LIPPO, BII, MEGA, NISP, dll (25%) Alasan: Bunga fluktuatif, sehingga jika ekonomi indonesia jadi crash kita mendapatkan return yang besar seperti kejadian lalu bisa sampe 5% perbulan 3. Obligasi Ritel - ORI (20%) Alasan: Jaminan Pemerintah. Anti Gagal (kecuali pemerintah RI hancur spt kejadian lalu saat mantan presiden soeharto) 4. Direct Saham (10%) Alasan: Masih adanya potensi naik, walaupun dibayang-bayangi dengan market crash 5. Tabungan (5%) Alasan: Kas kecil :-) Kalau yang berani gambling: Mainkan seluruhnya di bursa Saham dan Valas PEMBAGIAN PORTOFOLIO INVESTASI HARUS DILAKUKAN UNTUK MENGURANGI RESIKO YANG TERBURUK. SEHINGGA KITA MASIH BISA BERNAFAS DAN MEMIKIRKAN LANGKAH YANG HARUS DI AMBIL.
