Rabu, 16/05/2007 12:41
BI Rate Masih Mungkin Turun Lagi
Wahyu Daniel - detikfinance

Jakarta - Bank Indonesia (BI) melihat ada peluang BI Rate untuk turun lagi ke 
8,5 persen jika melihat tren inflasi dan nilai tukar rupiah yang baik saat ini. 
Saat ini suku bunga BI Rate berdasarkan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI
pada 8 Mei 2007 sebesar 8,75 persen. "Optimistis saja 8,5 persen seperti itu 
jika
melihat tren inflasi seperti sekarang. Itu masih bisa disitu. Apakah bisa lebih 
rendah banyak kemungkinan misalnya nilai tukar semakin kuat.

Itu bisa membantu pressure inflasi. Ada kemungkinan," kata Deputi Gubernur BI 
Hartadi A Sarwono.

Hal itu diungkapkan Hartadi disela-sela acara sosialisasi program skim 
pembiayaan industri tekstil dan produk tekstil, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, 
Jakarta, Rabu (16/5/2007). Namun ditegaskan Hartadi, BI tidak mengarahkan 
kemana suku bunga tersebut. "Kita tidak mengarahkan pada suku bunga. Yang 
dilihat inflasi. SBI kan instrumen kita. Jika inflasi baik, bahkan semakin baik 
kita
turunin. Jika ada pressure hati-hati melakukan penurunan," jelasnya.

Mengenai perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa pertumbuhan ekonomi 
triwulan II akan lebih tinggi jika inflasi rendah, menurut Hartadi ekspansi 
ekonomi secara keseluruhan harus ditunjang dari supply maupun demand yang baik.
Sehingga jika ini terjadi akan diimbangi kenaikan investasi untuk infrastruktur 
dan
perbaikan mesin dan seperti peningkatan kapasitas industri tekstil dan produk 
tekstil maka pertumbuhan akan seimbang.

"Jika seimbang pressure terhadap inflasi akan minimal. Pressure yang dilihat 
baru dari supply shock dari harga beras, minyak goreng, BBM masalah 
distribusinya. Itu yang harus diperhatikan. Mudah-mudahan tidak menjadi 
permanen. Harusnya sementara saja," urai Hartadi.(qom/ir)
 
---------------------------------
Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels 
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.

Kirim email ke