Emang bener kalau duit segitu mah uang receh, tapi bagi market BEJ
uang segitu bisa naikin index. Waktu index di 1500 transaksi cuman
1.6 - 2T per hari, sekarang transaksi 4T per hari index bisa tembus
2000-an. Barangkali kalau ada tambahan uang receh sehingga trx/hr
jadi 8T lalu index-nya jadi berapa ya? Terakhir 4.5T index jadi 2077.

Lalu ternyata 70% uang ini dipegang asing, jadi uang lokal yang
masuk cuman sedikit. Rasanya nggak cukup, meskipun sudah dikumpulin
melalui reksadana dll, untuk mengatur index sendiri. Kalau trx jadi 8T
per hari, cukup deh uangnya untuk BEJ, index pasti lari. Tapi kalau
uang-nya pindah -70% pasti index-nya jatuh lagi karena vol trx 
berkurang, barangkali tinggal 2T per hari. Ini cuman asumsi saja.

Yang jelas saya pasti nggak bisa tenang kalau uangnya taruh di 
deposito karena sudah pasti nggak cukup untuk melawan inflasi yoy
apalagi untuk makan, sekarang cuman dapet 6% net. Mendingan taruh di
obligasi saja. Cape deh kalau tunggu deposito, bisa mogok makan alias
puasa beneran.

Kalau punya uang silahkan coba gelembungin kalau bisa, kan uang receh.


aris wrote:
> 
> Ngomong-ngomong soal liquidity, duit segitu mah cuman recehan saja
> yang masuk Indonesia. Rasanya itu excess dari tech stock di Amrik
> sana. Lihat saja Microsoft berani beli aQuantive dengan 85% premium
> senilai USD6 billion. Berapa untungnya orang yang punya aQuantive?
> Terus untung itu mau dikemanain? Belum lagi Google habis belanja
> Doubleclick senilai USD3 billion. Dan masih banyak techstock yang
> melejit nilainya. Sebagian memang mengalir untuk venture capital, 
> tech startup tetapi banyak lagi yang juga masuk ke developing market,
> termasuk Indonesia. Nah, kalau liquidity itu masuk, apa mereka cukup
> sekedar dapet cuan 20-30%?
> 
> Terus kenapa yang naik adalah saham-saham kecil (TMPI, ASGR, CPRO),
> karena itu lebih mudah dimainin dan potensi growthnya tinggi. Akan
> jauh lebih susah kalau menaikkan TLKM atau PGAS misalkan, meski pun
> ARPU paling tinggi dan monopoli gas, karena sudah besar jadi nggak
> bisa digelembungkan lagi. Tetapi kalau saham kecil seperti TMPI yang
> market cap nya dulu hanya <500 milyaran, dengan modal kecil saja 
> sudah bisa menggelembungkan jadi 10x lipat.
> 
> Saham menengah kaya FREN dan CPRO juga akan lebih mudah dimainkan,
> karena pemilik punya 60-70%, sehingga yang beredar di pasar hanya 30%
> saja. Jadi kalau cap CPRO 3T waktu di 185, sekarang udah 10T dengan
> harga 600-an, naik 3x lipat.
> 
> Jadi memang kalau ingin uangnya tumbuh, ya harus mencari growth
> company dan invest long/medium term (1-2 tahun). Kalau mau aman ya
> beli deposito saja, tenang.
> 
> Salam -
> 
> 2007/5/20, Newsmaster <[EMAIL PROTECTED]>:
> 
>      Iya pak, saya juga nggak habis pikir. Saya pikir kalau DJIA,
>      Shanghai, dan Hangseng koreksi, maka saham-saham tersebut
>      akan ter-koreksi yaitu ASGR, TMPI, CPRO, MTDL, MITI, ANTM, INCO,
>      dll yang naiknya kecepetan akibatnya PBV-nya naik dan PER-nya
>      jadi terlalu tinggi, takut putus karena mulur. Kalau PGAS, TLKM
>      kayaknya sudah anjlog. Kasihan kalau diturunin lagi,
>      meskipun masih bisa. Tinggal janjian saja dengan Mr Liquidity, 
>      ada nggak uang-nya (sekarang 4T per hari).



DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk unsubscribe dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk subscribe ke milis saham
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke