BI Izinkan BCA, Telkomsel Terbitkan Kartu Multi GunaSetelah izin keluar, 
BCA dan Telkomsel kini tengah melakukan uji coba secara internal
Nur Agus Susanto
  posted by kontan on 05/29/07

 JAKARTA. Meski Bank Indonesia sudah memberikan izin penerbitan kartu multi 
guna atau multi purpose card sejak 2005, baru tiga perusahaan yang kini 
mengajukan izin penerbitan. 
Ketiga perusahaan itu adalah Bank Central Asia (BCA), Bank DKIdan perusahaan 
telekomunikasi, Telkomsel. "Dua izin yang sudah kami keluarkan yakni ke BCA dan 
Telkomsel," ungkap Edi Siswanto, Direktur Direktorat Akunting dan Sistem 
Pembayaran (DASP) BI.
Hanya saja, kata Siswanto, dua perusahaan tersebut masih melakukan uji coba 
atas kartu muti fungsi itu. "Jadi memang belum beredar atau beroperasi," lanjut 
Edi kepada KONTAN, kemarin. 
Lalu bagaimana dengan Bank DKI? Kata Edi, bank yang sahamnya milik Pemerintah 
Provinsi DKIJakarta itu memang telah mengajukan izin untuk mengeluarkan kartu 
Jack Card yang berfungsi ganda. "Tapi, kami masih mengkajinya," ungkap Edi.
Sebelum jauh, kartu multi fungsi adalah kartu prabayar yang bisa kita gunakan 
untuk banyak transaksi. Pemilik kartu bisa menggunakan untuk pembayaran tol, 
telepon, transportasi umum, dan belanja sekaligus.
Transaksi bisa mencapai triliunan

Ketimbang negara lain, perkembangan kartu multi guna di Indonesia memang masih 
kalah jauh. "Kita baru dalam tahap tahap pemberian izin penerbitan kartu multi 
guna," ungkap Edi. 
Sedangkan di negeri lain, transaksi sudah jauh berkembang. Di Hongkong 
misalnya. Octopus merajai transaksi multifungsi. Di Malaysia ada kartu Taks and 
Go, Singapura dengan O-Focus. "Nilai transaksinya di masing-masing negara itu 
tiap hari bisa mencapai ratusan miliaran rupiah," ungkap Edi. 
Puji Atmoko, Ketua Tim Pengaturan DASP menambahkan, BCA dan Telkomsel tengah 
melakukan uji coba internal di perusahaannya. 
Telkomsel misalnya. Kini tengah dalam taraf uji coba atas Telkomsel Tunai. 
Menggandeng perusahaaan film dan beberapa merchant, Telkomsel menerbitkan 
Telkomsel Tunai sebanyak 45 buah dengan nilai transaksi masih sekitar Rp 4 juta 
per hari. 
Sedangkan BCA dengan BCA Flazz?juga masih taraf uji coba. Meskipun data 
transaksi belum masuk, BCA Flazz kini beredar untuk karyawan BCA, terutama 
untuk kartu parkir dan pembayaran makan di kantin.
Menurut Puji, BIsebetulnya juga membuka kesempatan bagi lembaga non bank 
menjadi penerbit kartu multi guna.
Syaratnya mudah, pertama, perusahaan itu harus berbadan hukum Indonesia dalam 
bentuk perseroan terbatas (PT). Kedua, perusahaan tersebut berpengalaman dalam 
penyelenggaraan kartu prabayar baik itu single purpose atau single merchant di 
Indonesia minimal dua tahun. ??
Namun, untuk tahap awal, BImembatasi nilai dana yang ada di kartu prabayar 
?multi guna itu maksimal Rp 1 juta saja. Tentu saja, "Mereka bisa mengisi ulang 
lagi," ujarnya. 
Edi menambahkan, bisnis kartu multi guna sangat menjanjikan. Sebagai contoh, 
nilai transaksi dari kartu single purpose atau merchant saja setiap bulannya 
bisa mencapai angka Rp 5 triliun. Banyak contoh yang telah sukses 
menerbitkannya. Antara lain, kartu Pertamina untuk pembayaran pembelian BBM, 
kartu Matahari untuk belanja dan kartu langganan Jasa Marga untuk pembayaran 
jalan tol. Apalagi jika kartunya bisa menjadi multi fungsi. Maka, "Kami 
sekarang ini mendorong supaya multifungsi," ujar Edi. 
Berbeda dengan kartu prabayar multi purpose, kartu prabayar single purpose 
memang terbit untuk penggunaan terbatas atau untuk kepentingan diri sendiri 
(single merchant). Untuk penerbitan kartu ini, "Tak perlu minta izin BI," 
ungkap Edi. Sedangkan untuk penerbitan kartu prabayar multifungsi izin BImutlak 
perlu. Maklum, ibarat kata, kartu multi fungsi sudah tak ada bedanya dengan 
uang tunai. Kita bisa memakainya untuk membayar apa saja sepanjang si merchant 
bekerja sama dengan penerbitnya.
 
 
   

 
---------------------------------
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.

Kirim email ke