Saya punya pengalaman didatangi marketing WBG ke rumah 3 kali. Dulu saya bilang 
ke mba marketingnya...saya nggak tertarik karena produknya bukan dari 
perusahaan bonafide, dan juga NAV produknya tidak bisa di cek padahal ...sbg 
contoh di superfund NAV setiap mutual fund atau ETF terkenal bisa di cek real 
time harian di internet. contoh gampang reksadana Schroder saja bisa di cek di 
Bisnis Indonesia?
   
  Dan lucunya ada return bulanan yg pasti sebesar 2,5% kalo nggak salah. Dan yg 
sangat bikin ketawa di brosur yg bahasa Inggris di bagian belakang bawah ada 
disclaimer nya yg initinya: Nilai investasi bisa naik turun sesuai keadaan 
pasar! Sama lah dgn disclaimer2 fund2 lain. 
   
  So saya tanya ke marketingnya, kalo ada bunga bulanan, berarti saya curiga 
sebagian dana nggak disetor ke Sportsman (itupun kalo nggak fiktif?) 
   
  Dan yg lebih kesel lagi......nama dan foto TUNG DESEM WARINGIN dibawa2 di 
dalam brosur...ntah beliau sadar atau tidak! Kepada para penegak hukum 
sepertinya para pegawai dan marketingnya juga patut di usut!!!!! Dan yg saya 
lebih jengkel modus PT WBG mangambil pegawai ex marketing BANK, biasanya bank2 
macam BPR yg banyak depositor gedenya (BPR bunga deposito biasanya 14-15%), so 
data2 orang kaya tapi masih tradisional ada di tangan mereka!
  
 
Newsmaster <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Nasabah Kehilangan Rp 1,7 Triliun 

Surabaya, Kompas - Sekitar 5.000 nasabah PT Wahana Bersama Globalindo di
Jawa Timur kehilangan uang simpanan mereka sekitar Rp 1,7 triliun.
Besarnya uang simpanan nasabah yang menguap merupakan dana untuk
investasi di perusahaan tersebut minimal 5.000 dollar AS atau sekitar Rp
47 juta. 

Nasabah yang merasa dirugikan oleh perusahaan itu, Selasa (13/3),
melapor ke Kepolisian Daerah Jawa Timur. Mereka melaporkan Krisno
Arbiyanto selaku Direktur PT WBG di Jakarta dan Kepala Cabang Surabaya
Subaidi. Nasabah meminta polisi segera mencekal mereka dan memaksa
perusahaan mengembalikan dana nasabah yang telah diinvestasikan. 

Pengacara nasabah, Abdul Salam, menjelaskan bahwa PT WBG telah merugikan
sekitar 5.000 nasabahnya di Jawa Timur dengan nilai mencapai Rp 1,7
triliun. Abdul mewakili 300 nasabah yang merugi hingga Rp 70 miliar.
"Kami melaporkan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan
perusahaan kepada para nasabah," ujarnya. Perusahaan investasi 

PT WBG adalah sebuah perusahaan agen penjualan berbagai produk investasi
dari Dressel Investment Limited, sebuah perusahaan investasi yang
berpusat di Hongkong dan dipimpin oleh Dhony Whong. PT WBG berpusat di
Jakarta dengan 12 cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. 

Awalnya, nasabah diberikan bunga dua persen per bulan dari uang yang
diinvestasikan. Namun, sejak November 2006, perusahaan tidak lagi
memberi bunga kepada para nasabahnya di Surabaya. Setiap ditanya,
karyawan perusahaan hanya berjanji akan secepatnya membayar bunga yang
tertunda. Namun, nasabah juga tidak bisa mengambil simpanan dengan
beragam alasan. 

Pekan lalu, Polda Jatim telah memeriksa Kepala Cabang Surabaya PT WBG
Subaidi. Subaidi mengakui, perusahaan memang belum memiliki dana untuk
membayarkan bunga, apalagi dana investasi nasabah. Alasannya, pada
November lalu banyak nasabah yang menarik dananya sehingga pengeluaran
perusahaan terlalu besar. (AB8) 

-- 
Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, 
juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa 
dibaca di http://groups.yahoo.com/group/kuliner_ind/messages



DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk unsubscribe dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk subscribe ke milis saham

Yahoo! Groups Links




Kirim email ke