Sebagai pemain pemula saya melihat ANTM sekarang dimainkan seperti TINS. Dulu
harga nickel masih diatas 47000 m/ton sahamnya malah jatuh sekarang harga
nickel 42500 m/ton kesanya harga ANTM mau diangkat lagi. Padahal seharusnya
berlaku sebaliknya. Hanya gara-gara alasan menurunkan penumpang gelap, akhirnya
semua jadi kapok mau naik lagi. Lama-lama saya sebagai pemain baru jadi bingung
mana yang blue chip dan mana yang gorengan. Cara mainya terlalu kasar seperti
kuda lumping. apalagi setelah kasus TMPI. Ampun dehhhh.......
salam
geraldus oen <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Untuk trio tambang sebaiknya di jauhkan dulu,
belum ada tanda2 rebound, apalagi inventorynya
naik terus, harga metalnya makin turun ( trennya
turun) Bearish
Harga Nickel turun makin dalam USD 42.400,
sedangkan inventorynya makin naik menjadi 8.856 mt
untuk TIn inventorynya sudah 11.350 mt
Saya rasa kalau ANTM jebol Rp 11.500 bakal ke
Rp 10.000, kalau masih ngak kuat bisa ke retracement
61.8 % di Rp 8.500,- (sesuai target Citigroup )
Untuk INCO resistent di Rp 46.000, kalau jebol ke
Rp 41.000 ( dibawah target Citigroup )
TINS ke Rp 9.500 ( H & S ), kalau masih ngak kuat
mungkin bisa ke Rp 8.100 untuk tutup gap
---------------------------------
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on,
when.
---------------------------------
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware
protection.
---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.