Bung jack.... anda punya uang besar juga yah :-))

perlu diingat tidak selamanya tangga itu selalu naik dan tidak selamanya
tangga itu turun
begitu juga jalan kehidupan tidak selamanya berada diatas (bahagia/menang)
dan tidak selamanya berada di bawah (sedih/kalah)....

meskipun seseorang itu punya modal yg gedeeee banget trus jadi bandar saya
percaya swaktu2 tuh orang ntar jadi pengecer hehehehe....
nah begitu juga dengan pemain kruco-kruco alias "ikan teri" tidak selamanya
jadi teri ntar khan bisa tumbuh jadi paus hehehahahahahahaa....

nah dalam perdagangan yah sah-sah saja ada jual dan beli, nah bandar/klas
teri khan seperti itu juga beli di murah jual di mahal khan itu wajar2 aja
toh..... dari segi pandang hukum jual-beli
tapi jika menjual atau membeli sehingga merusak ritme permainan bursa dan
merugikan para investor kruco dan orang banyak yah itu yg ngga benar.... ayo
gmana caranya membeli/menjual yg merusak? nah cara melihatnya dari hati
nurani !!! hehehehe...  kalo niat dari hati nurani sudah ngga benar ya
akhirnya yah ngga benar juga...

kalo masalah saham itu jeblok terus merosok ke jurang lah ngga apa-apa toh,
khan bisa bermain di mid term - long term, bisa nunggu mingguan, bulanan dan
tahunan....yah anggaplah sebagai nabung...dan merasa mempunyai perusahaan
itu ... bukan begitu toh??? :-))

jadi pada akhirnya "bermain" jual/beli saham ini yah tergantung 1. niat 2.
uang (modal) 3. profit.

masih ingat ngga jaman dulu, swaktu kasus BUSANG, pembohongan publik gara2
perusahaan mining emas memberitahu bahwa ditemukan cadangan besar di
kalimantan....nah setelah di cek ternyata emasnya ngga ada..terus geologist
dari philipinanya terjun bebas dari chopper...
dan di bursa saham (kalo tidak salah di wallstreet) naik beratus2 persen...

jadi kalo bermain bursa untuk berniat tidak baik yah pasti nanti akan
terlihat "polanya"

mungkin segitu ulasan saya...
hehehehe...

ojo ono




On 6/9/07, Jack Cowok <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Saya punya perusahaan dengan kode BMMD (PT. BERANI MAJU MODAL DENGKUL Tbk)
Anggaplah sudah go public. Dengan nilai saham Rp.200 /saham.
Saham yang beredar di masyarakat 500 juta lembar.

SKENARIO :

Karena saya pingin melakukan akuisisi perusahaan X dengan modal dengkul,
maka saya akumulasi saham di pasar sedikit demi sedikit supaya gak
ketahuan.
Dengan memakai beberapa broker.
Setalah terkumpul 50 juta lembar diharga Rp.200, maka saya mulai makan
keatas, main secara
Hit and Run, sehingga harga mencapai Rp.3.000,
dan saya sudah mulai lepas pelan-pelan saham saya yang 50 juta lembar dan
saya
bisa mendapatkan dana 50juta x Rp.3000 = Rp.150 Milyar.


PERTANYAAN SAYA:

- Apakah hal tersebut melanggar hukum ?
- Apakah diperbolehkan menurut aturan Bursa ?
- Apakah ini tidak termasuk unsur penipuan ?


Mohon pendapat dari rekan-rekan.
Karena kalau memang diperbolehkan, saya akan melakukan LANGKAH-LANGKAH
diatas.
Sekalian saya mau lepas lagi 20% saham yg ada ke INVESTOR ASING.


Salam
JACK

------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and 
hotels<http://us.rd.yahoo.com/evt=47094/*http://farechase.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTFicDJoNDllBF9TAzk3NDA3NTg5BHBvcwMxMwRzZWMDZ3JvdXBzBHNsawNlbWFpbC1uY20->with
 Yahoo! FareChase.



Kirim email ke