--- In [email protected], "herman_nemu" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mohon pencerahan ...saya kurang faham FA
> Soal grafiknya boss . Sayangnya grafik ini hanya price line saja tidak
> disertai Volume, sehingga kita tidak tahu Flownya atau Strength,
overbought
> atau oversold , apalagi kalau tidak keliru tradenya juga pakai
option dan
> sejenisnya, baik binomial atau blackschole semua kena VOLATILITAS, ini
> artinya kan mengikuti aturan TA.
> Mohon tanya juga stock apa yang memperdagangkan option Nikel.
> 

Pak Herman, 

Bagi saya sederhana saja. Trend harga yang menurun diikuti dengan
trend inventori yang meningkat, bisa saya artikan supply yang ada
mengalahkan demand yang ada. Ada kelebihan supply.

Kalau secara psikologis, maka saya bisa mengartikan begini:
Selama ini produsen atau pun para spekulan sedang menunggu harga
"puncak" dari nikel dengan 'mempermainkan' pasar. Satu saat, sampai
pada titik tertentu, konsumen atau pemakai nikel habis 'kesabarannya'
dan melakukan 'aksi perlawanan'.

Melihat gelagat tidak baik ini, 'kekompakan' para produsen atau pun
spekulan pun mulai terpecah dan masing-masing mulai melakukan tindakan
tanpa harus menunggu yang lainnya. Akibatnya, terjadilah aksi jual,
berebut jualan. Sebaliknya, konsumen atau pemakai nikel yang
mengetahui upaya mereka mulai menunjukkan hasil, giliran mereka yang
'jual mahal'. Akibatnya, harga menurun dengan cepat.

Itu sebabnya, kalau kita melihat suatu harga naik dengan cepat,
umumnya ketika turun juga akan turun dengan cepat.

Produsen harus dibedakan dengan spekulan. Produsen nikel, menjual di
harga sekarang pun masih profit. Menjual dengan harga $40,000 /MT
masih profit. Menjual dengan harga $35,000 atau $30,000 per metric ton
pun juga masih profit. Kalau mereka tidak menjual dan mencoba menimbun
hasil tambangnya, akan ada produsen lain yang menjual ke pasar.

Begitulah perkiraan saya terhadap fenomena nikel ini. Semuanya ini
akan terus berlangsung sampai menemukan titik keseimbangan yang baru.
Di harga berapakah titik keseimbangan yang baru, saya tidak tahu. Saya
hanya bisa menduganya saja. Dan dugaan saya itu saya lakukan dengan
mengacu pada grafik yang sudah saya berikan sebelumnya.

Situasi seperti ini sebenarnya sangat menguntungkan bagi para trader
karena volatilitas akan meningkat.

Bagaimana dampaknya terhadap saham INCO?
Ketika harga nikel lagi tinggi-tingginya, harga saham INCO seolah-oleh
seperti ditekan atau tidak diberi kesempatan harganya naik menuju
harga wajarnya. Ketika harga nikel mulau turun, yang terjadi
kebalikannya yaitu harga INCO tidak dibiarkan turun terlalu jauh dan
kembali diangkat.

Silahkan penggembar saham INCO mengartikannya sendiri. Yang jelas,
saya pribadi tidak akan menyentuh saham INCO sampai perkembangan
situasi menunjukkan hal lain. Saya tidak anti INCO. Saya akan masuk
lagi ke saham INCO bila resiko investasinya sudah rendah. Saya tidak
ingin mengambil resiko yang saya tidak siap menerima akibatnya.

Bagi saya, masih banyak saham lain yang memberikan harapan dan
sekaligus memberikan ketenangan.

Bagi mereka yang tetap memegang saham INCO dan yakin saham INCO akan
terus naik, semoga anda mendapatkan profit yang diharapkan.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu



DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke