Saya sih melihat begini:

1.    Harga nikel wajar $36K dan di atasnya adalah bonus u/ ANTM. Jadi harga 
Antm adalah harga wajar + bonus + proyek lainnya (emas, bauxit, alumina dll) x 
PE wajar 10X

2.    Trend ke depan: US dollar melemah dan Yuan China menguat artinya US 
dollar mengalami devaluasi. Kenaikan harga tambang sebagian besar karena US 
dollar yang terdevaluasi. Jadi, harga komoditas sulit ke harga dulu dulu. Dan 
China tetap mengalami perkembangan yg luar biasa. Tidak ada ancaman yang 
signifikan mengenai inflasi di US, Jepang, atau China.

3.    Komoditas nikel ini sulit dicari substitusimya. Penggunaannya juga sangat 
terbatas dan bersifat assesori. Jadi walaupun harganya naik banyak, karena 
sifatnya assesori,  tidak begitu terasa oleh konsumen -- lain halnya kalau yang 
naik itu main product tertentu.

4.    Antam memiliki beberapa buffer (apabila harga nikel turun)
       *    Penjualannya pada Q1 masih 3000wmt, bukan 5000wmt, jadi ada buffer 
+/- 40% kenaikan yang belum diperhitungkan

        *    PE Antm sekarang baru 5 atau 6X, jadi masih sangat rendah dengan 
industri yang kira2 10X atau malah lebih.

        *    Antm masih memiliki proyek emas, alumina dll yang nilainya juga 
tidak sedikit, apalagi cadangan nikelnya juga mengalami kenaikan.

regards
  ----- Original Message ----- 
  From: dazzledtrader 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Saturday, June 16, 2007 3:58 PM
  Subject: [obrolan-bandar] Balasan: Re: Hal: [saham] Re: ANTM rebound ( Mau 
bagi deviden )


  Pak Jonni, dilihat dari harga rata2 nickel di Q2 yg lbh tinggi dari 
  Q1, memang lapkeu Q2 ANTM akan excellent. 1,3-1,4T net profit utk Q2 
  tidak akan sulit dicapai (Q1 = 1,073T), bahkan mungkin bisa lebih, 
  mengingat ada inventory dr Q1 yg menumpuk (4352T produksi vs. 3345T 
  sales). Ditambah lg, produksi FeNi pasti meningkat karena FeNi III yg 
  kemungkinan operasinya sudah makin mendekati optimal. Juga produksi & 
  sales Saprolite yg melonjak karena adanya tender dg perush Cina dan 
  ditemukannya cadangan tambahan sbyk 61%.

  Tapi bagaimana dengan fear factor Nickel-nya? Warehouse stock nickel 
  mengalami peningkatan terus menerus. Stock nickel 3 hari terakhir 
  (hingga 15 Juni): 9048 - 9126 - 9288. Makin dekat 10,000T... Di level 
  stock segini, di tahun2 sebelumnya harga nikel menjadi cuma sekitar 15 
  USD/lb, dibanding skr yg 20 USD/lb. Bahkan pernah hanya USD 7-8/lb 
  beberapa lebih ke belakang.

  Income ANTM 90+% dari sales FeNi dan Saprolite Ore. Jadi apabila harga 
  nickel turun drastis, walaupun secara FA masih bagus jika harga nikel 
  di atas USD 32,000/T (utk Q2), bukankah pada sentimen yg sangat 
  negatif, PER pun bisa jadi tdk reasonable? Saat ini kita banyak 
  menggunakan PER=10x, mengacu pada rata2 metal mining company 
  internasional. Dengan sentimen yg sangat negatif apabila harga nikel 
  terus melorot (ada yg prediksi akan sekitar USD 25-30k), bukankah 
  hitungan PER ini bisa jauh lbh rendah dr 10x, misalnya 5-7x, yang 
  tentunya akan berakibat pada stagnan atau bahkan melorotnya harga ANTM.

  Mudah2an Pak Jonni bisa memberi ulasan yg lbh mendalam ttg ini. Terima 
  kasih.

  Salam,
  -Darmawan 

  --- In [EMAIL PROTECTED], "Jonni Amin, CFA, FRM" 
  <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  > Kalau 7% Newmont kira2 $ 325jt, 100% berarti $ 4,642 jt (produksi 
  emas 13 ton). Antm cuma produksi 3 ton (tanpa melihat cadangan) ==> 
  harga divisi emas Antm kira2 = 3/13 * $4,642 = $1,071 atau Rp 10 
  triliun.
  > Market cap Antm sekarang cuma Rp 25 triliun (termasuk didalamnya 
  cadangan nikel yang sudah naik pada tahun ini lebih dari 60% -- lihat 
  press release Antm terakhir). Penjualan emas cuma sekitar 12% dari 
  total penjualan. Karena Antm adalah perusahaan negara, untuk dapat 
  izin menambang atau dapat lahan tambang dari pemerintah akan jauh 
  lebih gampang/diprioritaskan -- Franchised value sebagai BUMN.
  > 
  > Anda bisa menganalisa sendiri potensi Antm -- kedepan bakal melejit.
  > 



   

Kirim email ke