Selamat Pagi..
   
  Ternyata banyak sekali respon yg masuk atas ulasan Prudential dari saya. Saya 
mengucapkan terima kasih atas kritik yg disampaikan para anggota milis ini.
   
  Saya juga minta maaf bagi para anggota yang terganggu. Akan tetapi ini saya 
lakukan sekedar untuk memasyarakatkan asuransi. Sekedar info saja, sampai saat 
ini penduduk Indonesia yg sadar asuransi baru sekitar 3% dari total penduduk 
indonesia.
   
  Saya mencoba membuka wawasan bapak/ibu lagi dengan ulasan dari bapak Fredy 
mengenai asuransi. Semoga bapak/ibu berkenan.

Perhatian: pesan yang diteruskan sudah dilampirkan.

                
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam. 
 http://id.mail.yahoo.com/
                
---------------------------------
Sekarang dengan penyimpanan 1GB
 http://id.mail.yahoo.com/
--- Begin Message ---

Perhatian: pesan yang diteruskan sudah dilampirkan.
                
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
--- Begin Message ---
Dear Rekans,


Salam sejahtera bagi Kita semua.

Rabu telah tiba, kembali kami ingin share apa yang menjadi pemikiran kami dan 
kali ini kami menyampaikan 


5 Orang terodoh dalam Asuransi

Kami menganalisa selama lebih dari 20 tahun, terdapat banyak macam tipe orang 
yang memiliki perilaku terkait masalah asuransi dan kami akan menyimpulkan 
beberapa saja dalam 5 Orang terbodoh sbb.:

1. Orang Bodoh yang menggantungkan hidupnya kepada sesuatu yang tidak pasti dan 
tidak memiliki "back-up" 
    sama sekali.

    Bila terjadi musibah orang ini akan meratapi kehilangan dan/atau kerugian 
yang diderita-nya, dan menyalahkan
    orang lain bahkan Tuhan.

    Segera Lindungi Asset & Diri Anda dengan Perlindungan Asuransi.

    Asuransi memberikan "Financial Security & Peace of Mind"


2, Orang Bodoh ke 2 adalah orang yang membeli Asuransi melebihi kebutuhan yang 
ada.

    Banyak orang membeli asuransi yang tidak perlu dan menghabiskan banyak uang 
dan memperkaya 
    banyak Agen dan Perusahaan Asuransi.

    Contoh bila seseorang single yang tidak memiliki tanggungan siapapun, maka 
dia tidak perlu membeli asuransi
    jiwa, karena tidak ada yang terbengkalai saat dia meninggal.

    Bila dia memiliki utang di Bank atau keluarga, maka dia perlu membeli 
asuransi jiwa yang memadai.

    Jadi beli sesuai kebutuhan jangan terbujuk dengan rayuan apapun.


3. Orang Bodoh ini membeli perlindungan asuransi yang di luar kemampuan nya 
dalam jangka panjang.

    Banyak saat ini orang yang ter-kecoh membeli asuransi dengan memakai 
pembayaran lewat kartu kredit
    dimana setiap bulannya dia langsung di-debit.

    Jangan membayar premi asuransi dengan meng-andai-kan sesuatu di masa depan 
dan membayar dengan
    uang dari masa depan.

    Banyak polis2 Unit-Link yang batal di tengah jalan, karena ketidak-mampuan 
Nasabah untuk terus-menerus
    membayar premi yang konstan dan rutin, karena di tengah jalan mereka tiba2 
memiliki keperluan yang jauh 
    lebih penting daripada membayar premi.

    Al-hasil bila kurang dari 5-6 tahun masa Polis, maka mereka akan mengalami 
kerugian dan uang yang masuk
    tidak bisa kembali utuh (belum BEP).


4. Orang ini beli Polis karena EMOSI sesaat, tergiur dengan illustrasi yang 
"wah" dari para penjual dan
    membeli karena merasa tidak enak sama 
Saudara/Kawan/Teman/Pacar/Tante/Om/Kenalan yang menjadi
    Agen atau Penjual

    Orang ini membeli dengan hanya men-ngedepankan perasaan orang lain, agar 
orang lain senang.
    Dia tidak memikirkan kepentingan dan manfaat bagi dirinya, dia ingin 
menyenangkan hati penjual.

    Orang ini memberi kesenangan bagi orang lain tapi menyiksa diri sendiri..

    Jangan memperdulikan orang lain, apabila kita memang belum mampu atau belum 
butuh.
    Apakah Anda lebih memperdulikan orang lain daripada Keluarga Anda sendiri?

    Dimana pembayaran premi tersebut memakai uang belanja dan belum dibicarakan 
dengan Keluarga.


5. Orang Bodoh ke lima adalah Orang yang membeli polis asuransi tanpa memahami 
apa yang dibeli.
    
    Setelah mendapatkan penawaran dari Agen, tidak meminta penjelasan detail.

    Setelah mendapatkan polis asuransi, tidak membaca dan memahami isi polis 
tersebut,
    namun langsung disimpan dalam laci setelah membayar premi.

    Orang ini akan mencari polis saat terjadi klaim, dan ter-kaget2 saat polis 
tidak menjamin kerugian
    yang diderita-nya.

    Mengapa?
    Karena orang ini hanya sekadar beli asuransi yang murah tanpa tahu isi 
detai atau "Contents" polis.
 
   Bila dia tidak paham asuransi sebaiknya dia mencari Konsultan yang kompeten 
dan bisa dipercaya untuk membantu dalam 
   segala urusan asuransi.

    Cari Agen yang mengedepankan kepentingan Anda, dan bukan kepentingan dia 
untuk menjual sebanyak mungkin
    kepada Anda untuk mendapatkan komisi bagi dirinya.


Demikian sharing kami dan semoga bermanfaat.

Belilah asuransi dengan bijak dan aman, dan jangan hanya sekadar membeli 
apalagi membeli dengan harga murah.
Jarang ada produk ber-kualitas dengan harga murah, kecuali produk cacat, 
diskontinu atau sudah usang.

Salam asuransi,
Freddy Pieloor

--- End Message ---

--- End Message ---

Kirim email ke