wakakakaka.... ini orang2 pada ngga tau proses tender yah.... :-))
menurut terawang aku, pak de ojo melihat ada Kepiting dibalik Udang upsss..... maksudnya Di sebuah negeri tambak pada suatu waktu diadakan perundingan penjualan kerajaan tambak, dalam perundingan ini disepakati ada 2 kandidat 1. Kepiting 2. Udang Windu ..... di akhir cerita perundingan ternyata si Udang Windu ini yang memenangkan kerajaan tambak karena dia berkeyakinan akan bisa merubah semua penduduk kerajaan tambak menjadi Lobster....ternyata si kepiting sangat marah karena tidak menguasai kerajaan udang yg diperebutkan itu...dia mencari celah, dia mencoba mencari dukungan dari perbagai penguasa sekitar kerajaan tambak agar si udang windu ini bisa hancur........ maka sejak 3 pekan setelah kerajaan tambak di kuasai oleh udang windu, maka mulailah aksi-aksi dari kepiting mencoba memprotes kekalahannya... padahal kalo disilidik, ternyata profil si kepiting ini cuman anak kepiting, yang mengandalkan capitnya untuk menguasai kerajaan tambak....sedangkan si udang windu ini sudah dewasa dan matang mempunyai wawasan yg luas dan pintar, kelak akan menjadi lobster... meskipun si udang windu ini merupakan "udang bule" di negeri kerajaan tambak... tapi dia (udang windu) bertekad untuk memakmurkan rakyat kerajaan tambak... pertarungan ini, menurut buku primbon udang makan udang punyanya pak de ojo, berlangsung sangat lama dan alot, dikarenakan sebagian besar halaman primbon tersebut telah hilang pak de belum bisa memberikan kesimpulan..... tapi pak de berharap agar rakyat kerajaan tambak menjadi makmur dan mencapai puncak kejayaannya kembali seperti dimasa lampau..... Mudah2an, pertarungan ini tidak menimbulkan pertumpahan "darah" sesama makhluk kerajaan air.. wassalam, Pak de ojo On 6/18/07, Glenn Garibaldi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
10:37 BERITA SUPER BASI... KAYA NGGAK ADA BERITA LAIN LAGI AJA... WELEH...WELEH... Pada tanggal 18/06/07, [ Henky ] <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Apakah sudah waktunya untuk check out dari CPRO ? > > ---------------------------------------------------------------- > > SUARA PEMBARUAN DAILY > ------------------------------ > Tender Penjualan Dipasena Tidak Transparan [JAKARTA] Pelaksanaan tender > penjualan perusahaan tambak udang PT Dipasena oleh PT Perusahaan Pengelola > Aset (PPA) harus diulang karena berpotensi merugikan keuangan negara sebesar > Rp112 miliar. Dicurigai proses pelaksanaan ternder tidak dilakukan secara > transparan. "Kami sesungguhnya hanya menghendaki prosesnya dilakukan > secara transparan. Bagaimana bisa yang memenangi tender justru yang > memberikan tawaran lebih rendah, dengan selisih lebih dari Rp 100 miliar," > kata juru bicara Indonesia Development Monitoring, Munatshir M, di Jakarta, > Minggu (17/6). Dikatakan, konsorsium Neptune memenangi tender ini dengan > harga yang lebih rendah dibanding pesaingnya. Harga beli Neptune hanya Rp > 688,1 miliar, sementara pesaingnya yaitu Kemilau Bintang bersedia membeli > dengan Rp 800 miliar. Ini sungguh aneh dan tampaknya patut diduga ada > permainan dalam proses tender tersebut. "Kita mengetahui bahwa PT > Dipasena merupakan salah satu aset milik negara eks Badan Penyehatan > Perbankan Nasional (BPPN) yang tentu sangat berpotensi menyumbangkan > pendapatan negara. Oleh karena itu penjualannya harus dilakukan secara benar > dan wajar sehingga dapat nenperoleh hasil yang maksimal," katanya. Menteri > Keuangan menyatakan pembeli PT Dipasena adalah Konsorsium Neptune. > Sebelumnya Dipasena dikelola oleh PT Recapital Advisors (Recap) yang > ternyata gagal mengelola perusahaan yang berlokasi di Lampung tersebut. Oleh > sebab itulah pemerintah akhirnya memutuskan untuk menjual Dipasena, katanya. > Proses tender tersebut hendaknya dijelaskan kepada publik. Ia heran > karena peserta tender hanya dua, padahal sebelumnya sudah ada empat penawar. > Sedikitnya penawar maka akan memperkecil persaingan. Namun, jika hanya dua > peserta, Kemilau Bintang cukup bonafid karena didukung Matlin Patterson > (Global Opportunities Fund), perusahaan investasi besar yang bermarkas di > Inggris. Apalagi Patterson didukung JP Morgan. Kemilau Bintang juga > bersedia menyuntikkan dana Rp1,7 triliun ke Dipasena, membayar gaji > 8.000 karyawan, dan menggandeng Medco Energi untuk memastikan pasokan > energi, katanya. DPR hendaknya mempertanyakan proses tender tersebut. > Selain itu ia juga merencanakan mengadukan masalah tersebut ke Komisi > Pengawas Persaingan Usaha. [M-11] > > http://www.suarapembaruan.com/News/2007/06/18/Ekonomi/eko04.htm > >
