Apakah Anda manusia
Paranoia atau pronoia           
                        
        "Anda menciptakan semesta Anda sendiri saat Anda
memulainya." (Winston Churchill) 

Perasaan takut dan khawatir itu lumrah dalam hidup.
Tapi, kalau setiap saat selalu dihantui oleh rasa
takut, itu namanya sakit. 

Ada orang yang selalu dihantui rasa takut. Sejak
bangun pagi, yang ada di dalam benaknya selalu
kekhawatiran. Rentetan persoalan seolah sudah ada di
depan mata. Hidup dirasakan sebagai beban. Tak heran,
jika orang macam ini tidak pernah tersenyum di pagi
hari atau bersyukur atas hari baru. Nah, orang yang
selalu dihantui oleh perasaan cemas dan khawatir bisa
bisa digolongkan dalam tipe manusia paranoia. 

Orang-orang seperti itu bisa kita temui di banyak
tempat. Di tempat kerja, kita pun bisa melihat banyak
sekali manusia paranoia ini. Mereka selalu
bertanya-tanya dalam dirinya, "Masalah apa yang akan
saya temui hari ini?" Orang paranoid selalu disibukkan
dengan pikiran-pikiran negatif. 

Orang ini selalu memikirkan masalah. Bahkan,
menganggap hidup adalah serangkaian masalah yang tak
kunjung purna. Hidupnya pun tidak bersemangat. Keluhan
selalu ada di mulutnya. Kreativitasnya pun tumpul.
Termasuk, ia bisa menjadi orang yang sakit-sakitan
lantaran psikosomatis. 

Apabila masalah akhirnya menghampiri, pikiran orang
paranoid akan segera mengamini. "Nah, apa saya bilang.
Pasti ada masalah." Lantas, saat hari berlalu dan saat
orang lain menyapanya, dengan lesu orang paranoid
selalu berkata, "Seperti biasa. Banyak masalah yang
tidak pernah selesai." Padahal, segala yang negatif
itu datang karena pikiran negatif orang itu. 

Dalam DVD dan bukunya The Secret, Rhonda Byrne
menegaskan, pikiran mempunyai frekuensi dan daya
timbal balik. "Pikiran yang sedang Anda pikirkan saat
ini sedang menciptakan kehidupan masa depan Anda,"
katanya. Nah, pikiran negatif akan menarik hal dan
kejadian negatif. Demikian juga sebaliknya. 

Anda tetaplah manusia merdeka. Anda berhak memilih.
Anda bukan budak dari pikiran-pikiran Anda itu. Nah,
Anda pun bisa mengubah pikiran negatif menjadi
sebaliknya. Lawan kehidupan penuh paranoia adalah
pronoia. Rob Brosny mengembangkan gagasan ini dalam
bukunya berjudul Pronoia. Beda dengan orang paranoia,
orang pronia selalu memfokuskan hidupnya pada hal-hal
baik. Ia selalu menguasai pikiran positif. 

Menyukuri karunia 

Saat bangun pagi, orang pronoia akan memikirkan, "Hal
menarik apa yang akan saya alami hari ini? Kejadian
menyenangkan seperti apa yang akan kujumpai?" Orang
pronia selalu mengamini pergantian hari. Ia selalu
tersenyum setiap hari baru tiba. 

Hidupnya penuh syukur. Hidup adalah rangkaian
keajaiban yang menyenangkan. Orang pronia juga
menyadari masalah akan datang. Tapi, ia melihatnya
secara positif. "Kalau ada masalah, baguslah. Ini akan
menjadi pelajaran berhaga bagiku. Tapi, ada hal yang
jauh lebih berharga ketimbang masalah itu, yakni
mensyukuri karunia-karunia sepanjang hari ini,"
ungkapnya. 

Orang pronoia selalu memandang semesta alam ini yang
senantiasa mewujudkan kebutuhannya. Ia memandang alam
semesta secara positif. Lisa Nichols, seorang penulis
buku Chicken Soup for the African American Soul,
mengatakan, "Biarkan semesta mengetahui apa yang Anda
inginkan. Semesta selalu merespons pikiran-pikiran
Anda," katanya. 

Apa yang ada yang kita pikirkan akan terpancar ke alam
semesta untuk direspon. Karena itu, memandang semesta
sebagai yang patut disyukuri adalah hal positif. Orang
pronoia senantiasa mensyukuri apa yang sudah
disediakan semesta. Matahari pagi yang menghangatkan
tubuh. Udara segar yang masih bisa dihirup.
Transportasi yang mengantar ke tempat kerja. Air minum
yang menyegarkan dan sebagainya. Bila ada masalah,
orang pronia pun akan dengan bijak menyikapinya dengan
optimis. 

Mari kita lihat cerita berikut. Ada dua orang
pelancong asal Swiss yang melakukan pendakian di
sebuah gunung. Saat pulang, mereka terpaksa menumpang
sebuah mobil rombeng. Jalannya tersendat-sendat karena
mesin tuanya. 

Sepanjang jalan, pelancong pertama sibuk mencemaskan
kondisi mobil. Ia terbekap rasa khawatir kalau mobil
itu mogok di tengah jalan. Ia khawatir kalau bensinnya
habis dan tidak ada pom bensin di sana. 

Sementara, pelancong kedua tampak santai-santai saja.
Ia begitu menikmati pemandangan indah bukit-bukit di
negeri cokelat itu. Bukit-bukit yang pucuknya dihiasi
salju putih. Beberapa kali ia mengabadikan keindahan
itu dengan kamera poketnya. 

Setelah satu jam berlalu, akhirnya mobil uzur itu pun
tiba di kota yang dituju. "Kok kamu sempat-sempatnya
ambil gambar pemandangan itu? Apa kamu tidak cemas?"
tanya pelancong pertama. "Apa yang perlu dicemaskan.
Seandainya ada masalah, pasti ada jalan keluarnya. Aku
suka dengan perjalanan tadi," kata pelancong kedua. 

Kisah tadi memperjelas pemahaman kita tentang pronoia.
Benar sekali kata seorang guru kebijaksanaan,
"Kekhawatiran tidak akan menambah sejengkal pada usia
kita." Memang, banyak orang hidup dalam emosi
kekhawatiran dan cemas mengenai apa yang belum
terjadi. Orang sering takut dan tidak tahu apa yang ia
takuti. Akhirnya, orang yang seperti ini tidak bakalan
menikmati kehidupan. Hidup hanya menjadi milik
orang-orang yang mampu menikmatinya dengan penuh
syukur.
--- krisna hari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 10RB akhir taun
> 
> On 7/9/07, nicholas alvin <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >
> >   Dengan P/E 10 x harga ANTM Rp 22.500,-
> > untuk sekarang baru P/E 6.22x
> >
> >
>
__________________________________________________________
> > Be a better Heartthrob. Get better relationship
> answers from someone who
> > knows. Yahoo! Answers - Check it out.
> >
>
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545433
> >  
> >
> 



       
____________________________________________________________________________________
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play 
Sims Stories at Yahoo! Games.
http://sims.yahoo.com/  


DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke