Thanks buat pendapatnya... ada sedikit kisah saya dengan kawan kira2 4 bulan yang lalu...
Saat saya ngopi bareng sama kawan awalnya pertama dia bilang, sangat rumit membaca chart, lebih enak baca fundamental, lalu saya sharing kurang lebih selama 3 jam sambil ngobrol2 tentang pisikologi market dan siasat2 nya.. Saya terangkan pisikologi dasar, hal ini jarang diulas atau mungkin tidak pernah di ulas oleh buku buku karya bule, karena saya tidak percaya bulat2 pada ilmu2 bule... saya cukup menerangkan sesuai pengetahuan yang saya temukan di market... Di akhir percakapan dia menyimpulkan membaca chart lebih mirip dengan membaca buku cerita untuk anak, mudah diprediksi arah tujuannya, asal kita tidak buta huruf... Dengan mata yang sehat dan pikiran yang sehat, grafik sangat mudah dipahami, tanpa harus mengunakan indikator2 apapun. Lalu saya bilang, yup, sebetulnya semua rahasia terpampang didepan mata sejak dulu dan tidak ada yang rumit di market... dengan mengerti beberapa pisikologi dasarnya peralatan perang apa pun menjadi mudah dipakai... Chart telanjang mudah dipahami dan diprediksi semudah membaca buku cerita anak2.. Saya trading tanpa FA, dan bingung kalo di tanyakan tentang fundamental analisys... Dalam pencarian jurus yang cocok, teknik dasar jurusnya yang harus di ketahui lebih dulu (kalo di ilmu silat ya memukul, menendang, menangkis, dan kuda2 yang dipelajari terlebih dahulu) Tapi semua juga tergantung kesenangan atau bakat masing2.. Salam ----- Original Message ---- From: jos_martino <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, 27 September 2007 11:28:31 Subject: [saham] Re: VOOTING UNTUK TRADER LAMA JUGA TRADER BARU!!..... Sekedar sumbang pendapat bukan bermaksud menggurui. Menurut saya tidak dapat mengukur kemampuan trader indo dari caranya melihat chart dengan kata lain kemampuannya menganalisa technical. Di dunia trading hanya ada dua type trader yaitu technical trader dan fundamental trader dan dari keduanya saya tidak dapat mengatakan mana yang lebih hebat. Tetapi sekali lagi menurut saya penggunaan technical atau fundamental tergantung karakteristik pasarnya. Makin mendekati "pasar persaingan sempurna" technical analysis makin baik merefleksikan kondisi pasar sebenarnya. Pasar forex mungkin yang paling mendekati pasar persaingan sempurna, sehingga technical lebih berperan. Itupun untuk saat-saat tertentu technical indicators tidak berfungsi yaitu saat pemain hanya sedikit yang masuk pasar. Sayangnya untuk Pasar saham Indonesia yang cuma sedikit pemainnya dan nilai transaksinya relatif kecil ditambah Hot Fund yang mudah datang dan pergi, technical analysis menjadi kurang akurat merefleksikan pasar. Saya lebih memilih fundamental untuk menganalisa saham indonesia. Mohon maaf hanya sekedar menyumbangkan pendapat... __________________________________ Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos. http://sg.movies.yahoo.com/
