Keberanian Mengambil Risiko Doty Damayanti
Untung dan buntung adalah hal biasa dalam bisnis. Akan tetapi, keberanian untuk mengambil risiko akan menjadi buah yang sangat manis ketika memperoleh hasil yang setimpal. Presiden Direktur Apexindo Pratama Duta Hertriono Kartowisastro meresapi betul hal itu. Apexindo adalah anak perusahaan MedcoEnergi yang bergerak di jasa pengeboran. Ketika harga minyak mulai menunjukkan tanda-tanda terus melejit pada tahun 2005, Apexindo ditantang untuk memanfaatkan peluang lonjakan (booming) bisnis migas dengan membangun rig baru. "Padahal, saat itu kontrak pengeboran belum lagi di tangan, tapi kami maju saja," kata Hertriono. Tak kurang dari Hilmi Panigoro, CEO MedcoEnergi International, meragukan proposal pembangunan rig baru yang diajukan Apexindo. Setelah dua kali diajukan, akhirnya rencana penambahan rig mendapat persetujuan dari holding. Pembangunan rig ke-15 yang dimiliki Apexindo pun mulai dilakukan dengan PPL Shipyard Pte Ltd sebagai pelaksana. Biaya untuk pembangunan rig untuk pengeboran lepas pantai tersebut mencapai 150 juta dollar AS yang berasal dari dana internal perusahaan dan pinjaman. Bulan ke-13 ketika jack up rig tipe Baker Pacific kelas 375 itu sedang dikerjakan, Apexindo memperoleh kontrak pengeboran lepas pantai senilai 170 juta dollar AS dari Total Indonesie. Kontrak tersebut berlaku untuk dua tahun. Memperoleh keuntungan hampir 20 juta dollar AS dalam dua tahun adalah suatu hal yang fantastis dan merupakan suatu keberhasilan yang pantas dirayakan dengan kemeriahan. Sabtu (10/3), di galangan kapal milik PPL Shipyard, Singapura, dilakukan peresmian nama atas rig baru tersebut. Sesuai tradisi keluarga Panigoro, sebagai pendiri Apexindo, seluruh rig yang dibangun perusahaan diberi nama mengikuti nama-nama perempuan yang menjadi anggota klan Panigoro. Rig pertama yang dimiliki Apexindo berjenis submersible swamp barge (anjungan pengeboran lepas pantai) yang dibangun oleh Sembawang Shipyard, Singapura, pada tahun 1992 dan diberi nama Maera. Dua tahun kemudian, rig kedua, Raniworo, berjenis jack up, dibangun oleh NKK, Jepang, dan menyusul submersible swamp barge kedua, Raisis, yang dibangun di La Fayette, Amerika Serikat, pada tahun 1995. Pada tahun 2003, Apexindo kembali menambah jumlah armadanya dengan dua swamp barge baru, Raissa dan Yani, di mana keduanya dibangun di galangan Keppel FELS, Singapura. Rig terbaru mengabadikan nama ibunda Arifin Panigoro, Soehanah. Perempuan yang berusia 83 tahun itu tidak ikut hadir menyaksikan momen pengabadian tersebut. Namun, Raisis Panigoro, menantunya, sesaat sebelum memecahkan kendi tanda peresmian nama rig, menyampaikan harapan bahwa sebagaimana Soehanah yang selalu menjadi pelindung bagi putra-putrinya, rig baru itu akan "menjaga" semua pekerja pengeboran yang melakukan kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi bersamanya. Managing Director PPL Shipyard Pte Ltd Ong Thian Kiam mengatakan, Soehanah memiliki kemampuan mengebor sampai kedalaman 25.000 kaki (feet) di lepas pantai. Ong mengatakan, permintaan jack up rig sangat tinggi beberapa tahun terakhir ini. Harga minyak yang tinggi mendorong perusahaan-perusahaan migas melakukan eksplorasi. Sementara ketersediaan rig juga terbatas. Jack up rig adalah anjungan pengeboran lepas pantai yang memiliki kaki-kaki yang dapat ditarik masuk sehingga dapat dipindah-pindah. Saat dipergunakan akan berdiri dengan kaki-kaki menapak ke dasar laut. Hertriono mengatakan, Soehanah sudah akan mulai aktivitas pengeboran di lapangan Sisi Nubi, Kalimantan Timur, pada bulan April. Selain Soehanah, saat ini keempat swamp barges milik Apexindo juga dipergunakan untuk kontrak jangka panjang dengan Total Indonesie, sedangkan jack up rig baru memulai kontrak jangka panjangnya dengan Statoil di perairan Iran. Sementara itu, 11 anjungan pengeboran darat Apexindo berupaya untuk terus melayani beberapa perusahaan migas dan panas bumi, baik milik lokal maupun asing yang beroperasi di Indonesia. Menurut Hertriono, perusahaan akan kembali melalukan aksi korporasi penting di akhir 2008 dengan kemungkinan membeli rig atau bekerja sama dengan pihak lain membangun rig baru. Lonjakan bisnis minyak dan kinerja Apexindo yang baik sempat membuat induk perusahaannya tergiur untuk menjualnya. Tercatat perusahaan minyak dari India, Aban Loyd Chiles Offshore Ltd, sudah menawar 52 persen saham Apexindo senilai 550 juta dollar AS. Harga sewa anjungan pengeboran jack up Apexindo berkisar 160.000 dollar AS per hari. Anjungan pengeboran lepas pantai memiliki potensi pemakaian lebih besar sebab pencarian minyak di darat mengalami keterbatasan. Dengan harga minyak terus bertahan di atas 55 dollar AS per barrel, di seluruh dunia perusahaan migas berlomba-lomba memperoleh cadangan minyak yang besar, termasuk di daerah laut dalam. Tidak hanya eksplorasi, perusahaan minyak yang sudah berproduksi juga akan berupaya mempertahankan produksinya. Sekretaris Perusahaan Apexindo Ade R Satari mengatakan, perusahaan pengeboran seperti Apexindo memang tidak langsung menikmati "durian runtuh" dari harga minyak yang tinggi. "Kalau perusahaan minyak kan, begitu harga naik, keuntungan ikut naik. Sementara kontrak perusahaan pengeboran sudah dipatok. Kami baru bisa meminta perbaikan harga saat perpanjangan kontrak," kata Ade. Aktivitas migas yang terus meningkat membutuhkan dukungan jasa-jasa fasilitas pengeboran. Selama itu pula, Apexindo akan menikmati manisnya keberanian mengambil risiko menambah armada anjungan pengeboran baru. -- Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa dibaca di http://groups.yahoo.com/group/kuliner_ind/messages Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
