Ayam tiren ( mati kemaren ) yg di dapat dari peternak nakal 
  karena mati mendadak, atau sakit ( jangan2 flubu ) ngak mau
  rugi di jual ke penadah, selanjutnya oleh penadah di bersihkan, 
  di rendam air, di gorok lehernya seakan di sembelih seperti
  ayam biasa terus di jual di pasar tradisional ( pasar becek )
  dengan disamarkan sama ayam potong segar.
  Untuk menyamarkannya lagi bahkan oleh pedagang di kasih 
  bumbu kunyit kuning dan rempah2 supaya ngak tercium
  bau bangkai.
  Membedakannya bisa di lihat dari gorokannya yg biasanya
  kecil, pembuluh darahnya banyak gumpalan darah kebiruan.
  Kalau ayam kurus untuk kelihatan bagus di suntik dgn air
(entah air apa,air sumur, air potong ayam yg banyak bakterinya)
  yg bakterinya bisa berkembang biak karena ayam tsb mengandung
  protein sehingga cepat busuk.
  Bahkan ada juga yg di beri formalin.
  Harga ayam tsb padahal cuma lebih murah sedikit.
   
   
  Minyak goreng curah yg biasanya di jual di pasar,( bahkan di antri
  ibu2 kalau ada issue kelangkaan minyak goreng ) karena harganya
  melambung membuat pedagang mencampurnya dengan minyak goreng
  bekas yg sudah di proses ulang dgn mencampurnya dgn bahan 
  kimia Bentonite lalu di panaskan sehingga minyak yg keruh tsb
  akan jernih kembali, agar tdk bau di campur tepung beras lalu
  di saring dan siap di jual di pasar.
  Secara fisik kelihatannya bagus, secara  kimia struktur minyak
  goreng tsb sudah rusak mengandung senyawa akrilamid jenuh
  yg sangat karsinogen penyebab kanker
  Jadi bisa saja anda yg suka makan gorengan di pinggir jalan
  minyak gorengnya mengandung karsinogen yg dampaknya
  mungkin 5 sampai 15 tahun lagi.
  Biaya dokter lebih mahal, kitanya sudah rusak.
  Padahal harga minyak goreng tsb kadang2 lebih mahal dari
  supermarket yg minyak gorengnya masih baru dan lebih berkualitas
  darpada minyak goreng curah.
   
  Jadi bisa kita bayangkan sudah makan ayam goreng tiren berformalin
  yg banyak bakterinya di goreng dengan minyak goreng
  " recycle " yg mengandung bahan kimia berkarsinogen
  tinggi, dengan nasi dari beras yg di kasih pewarna putih.
  Atau makan mie ayam bangkai, sate ayam bangkai.
  Ah belum mati aja sudah makan formalin, nanti kita
  mati pasti ngak bau karena sudah banyak makan formalin.

       
---------------------------------
Don't let your dream ride pass you by.    Make it a reality with Yahoo! Autos. 

Kirim email ke