EQUITY UPDATE 2013 02 12
Market Review
Dow Jones hari Senin malam ditutup turun 22 poin atau 0,16% pada 13.971
terutama atas aksi ambil untung umum investor. Wall Street tidak menerima rilis
data ekonomi kemarin. DJIA sempat turun ke tingkat 13.940, namun penurunan
diimbangi oleh pernyataan bank sentral Amerika yang menegaskan kebijakan
longgar moneter yang tetap akan diadopsi ke depan.
Pernyataan bank sentral yang diterima Wall Street kemarin bahwa bank sentral
sudah dan akan tetap mengadopsi “forceful action to increase the pace of
economic growth and job creation” (atau aksi yang agresif untuk menopang
pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja). Pernyataan ini diberikan
oleh Fed Vice Chair Janet Yellen di depan serikat buruh yang berpengaruh
AFL-CIO. Pernyataan Yellen juga diartikan oleh investor saham Amerika bahwa
quantitative easing 3 dan 4 yang diluncurkan pada bulan September 2012 sebesar
total USD 85 miliar per bulan masih berlanjut dalam waktu lama dan belum akan
dihentikan. Pernyataan ini juga member dampak sentimen positif pada pasar saham
Jepang yang dibuka pada teritori positif signifikan pada pagi ini.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat
terbatas. Saham pilihan PTBA, BSDE, UNTR, AKRA.
([email protected])
News Highlights
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) menargetkan penyelesaian proyek perluasan
pelabuhan di lampung untuk meningkatkan kapasitas pengiriman batubara dari 13,5
juta ton menjadi 22-25 juta ton per tahun pada 2-14. Proyek dengan investasi
sebesar Rp 1,5 triliun tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan volume
penjualan batubara PTBA. Tahun ini, perseroan menargetkan volume penjualan
batubara meningkat lebih dari 25% dibandingkan tahun 2012. Tahun lalu, volume
penjualan perseroan naik 21% menjadi 16,3 juta ton. (Investor Daily)
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) akan meningkatkan nilai tambah (added value)
dengan menjual batubara berkalori tinggi. Kontribusi penjualan batubara
berkalori tinggi pada 2012 mencapai 35%. Tahun ini, kontribusinya bakan
ditingkatkan menjadi 45%. Penjualan batubara berkalori tinggi ditujukan untuk
pasar ekspor (Jepang, Taiwan, Tiongkok, dan India). Sementara itu, batubara
berkalori rendah dijual di pasar domestik, salah satunya ke PT Perusahaan
Listrik Negara (PLN). (Bisnis Indonesia)
Kinerja Matahari Department Store (LPPF) terbilang kinclong tahun lalu.
Sepanjang 2012, peritel ini membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 5,62
triliun, atau tumbuh 19.57% dibandingkan pencapaian tahun 2011 senilai Rp 4,70
triliun. Sampai tahun 2012, Matahari telah mengoperasikan 116 gerai di seluruh
Indonesia, dengan penambahan 13 gerai baru pada tahun lalu. Dalam waktu dekat
ini, Matahari berencana membuka tiga gerai lagi, yang berlokasi di Surabaya,
Palangkaraya, dan Cibubur Jakarta. Belanja modal untuk gerai baru Matahari
tahun ini berkisar Rp 30 miliar – Rp 40 miliar , seluruhnya berasal dari dana
internal. ( Kontan )