*Hobinya pesta, dan dikenal royal, khususnya kepada para wanita. Tak heran kalau banyak wanita kerap berada di sekelilingnya. Di antara para wanita itu, terdapat beberapa putri tokoh papan atas atau konglomerat ternama, seperti Petrina Khasogi (putri Jonathan Aitken) atau Ivanka Trump (putri Donald Trump).*
Pria kelahiran 12 Juli 1971 itu adalah Nathaniel Philip Victor James Rothschild, pemodal kelahiran Inggris berkewarganegaraan Swiss. Ia adalah keturunan keluarga Rothschild yang sangat dikenal pelaku bisnis keuangan. Nat—demikian Nathaniel Rothschild sering dipanggil—adalah bungsu dari empat bersaudara dan satu-satunya laki-laki pasangan Jacobs Rothschild dan Serena Mary Dunn. Kakeknya, Sir James Dunn adalah investor besar Kanada dan seorang industrialis. Nat kecil sempat mengenyam pendidikan di Colet Court, Eton College, Wadham College, dan Oxford. Dia juga pernah bergabung sebagai anggota Bullingdon Club, sebuah perkumpulan mahasiswa eksklusif di Oxford University. Pada usia 23 tahun, Nat kesengsem pada Annabelle Neilson, seorang model terkenal di dunia. Tak ingin menunggu terlalu lama, Nat membawa sang model ke Las Vegas untuk dinikahi. Sayang, perkawinan tersebut tak berlangsung lama. Tiga tahun kemudian, mereka bercerai. Kini, ia dikabarkan tengah menjalin hubungan mesra dengan salah satu aktris film muda, Nathalie Portman. Nat mendirikan Vallar Plc—kini berubah menjadi Bumi Plc—bersama James Campbell. Pendirian perusahaan ini adalah untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan besar yang aktif di industri pertambangan, logam, dan sumber daya. Itulah kenapa, Nat begitu semangat saat meneken perjanjian jual beli saham dengan PT Bakrie & Brothers, pada November 2010. Awalnya, ia berniat mengakuisisi pertambangan batu bara di Colombia yang dimiliki perusahaan berbasis di AS, Drummond Co. Namun, niat itu urung dilakukan, karena ia lebih memilih Indonesia. Nat punya alasan memilih Indonesia. “Jumlah aset batu baranya sangat besar dan biayanya lebih rendah,” kata Nat saat itu. Nat tak salah. Saat ini, cadangan batu bara yang ada di perut bumi Indonesia sebanyak 30 miliar ton. “Atau kalau kita persentasekan mungkin 3,1%-3,3% dari total cadangan batu bara dunia yang berjumlah 826 miliar ton,” kata Susilo Siswo Utomo, Wakil Menteri ESDMkepada Vinsensius Segu dari *InilahREVIEW*, Jumat pekan lalu. Tahun ini, kata Susilo, produksi batu bara Indonesia ditargetkan sebanyak 340 juta ton. “Batu bara telah memberi kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia,” ujarnya. Inilah yang membuat Nat makin tertarik melihat kekayaan sumber daya alam Indonesia. Nat juga mengincar sejumlah bahan tambang berharga lain, seperti tembaga, emas, bijih besi, timbal, molybdenum, dan seng. Dia berharap bisa mendapatkan bahan-bahan tambang itu dari anak usaha Bumi Resources, yakni PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRM). Pantas saja. *Selengkapnya, artikel ini bisa disimak di majalah InilahREVIEW edisi ke-25 Tahun II yang terbit, Senin, 18 Februari 2012.*
