setuju bang ian. Thx bwt sharing nya.
  
catatan:
Tulisan ini bukan semata untuk merespon komentar Oguds
[email protected]> tapi lebih
kepada mencoba membagikan/sharing
sesuatu yang mudah2an bisa bermanfaat bagi para anggota milis
khususnya yang ingin lebih mengetahui dan membedakan antara
pemahaman/filosofi dasar dari menjadi seorang real investor vs menjadi
seorang trader.

Investasi memang tetap harus dimonitor, tapi yang dimonitor adalah
perkembangan perusahaannya yang salah satunya adalah laporan keuangan
dimana umumnya untuk perusahaan2 besar seperti BBRI, BMRI, dan BBNI
tidak memiliki perubahan signifikan yang diluar toleransi. Tapi walau
demikian tetap perlu dilihat dan diperhatikan perkembangan emitennya.
Bukan hari per hari atau minggu per minggu tapi bisa saja 3 bulan
sekali, atau 6 bulan sekali atau bahkan setahun sekali. Mengapa sangat
jarang memantaunya? Karena memang khan sebelumnya untuk investasi itu
sudah dipilih perusahaan2 yg sehat, prospektif, dan memiliki GCG.
Jadi, kalau masih harus dipantau sering2, itu artniya PR di awal dalam
pemilihan saham untuk investasi sudah tidak benar atau ada kesalahan.

Itulah privilege yang dimiliki oleh seorang real investor. Susah atau
butuh waktu riset yg lebih saat diawal ketika memilih perusahaan yang
mau dia lakukan investasi, setelah itu bertahun2 dia akan pegang saham
tersebut. Hal seperti inilah yang saya perhatikan dilakukan investor
seperti Warren Buffett (WB) dimana kalau pegang perusahaan bisa sampai
tahunan bahkan puluhan tahun. Catatan, saya tidak mengatakan bahwa
saham BBRI, BMRI, dan BBNI adalah saham2 yang dibeli atau memenuhi
kriteria WB karena setahu saya WB tidak memiliki salah satu dari
ketiga saham tersebut. Tapi bagi saya, BBRI, BMRI, dan BBNI adalah
jenis saham2 yg bisa di hold bertahun2 untuk investasi bahkan berpuluh
tahun. :)

Kalau real investor yang tadinya memiliki privilege bisa santai tanpa
harus perhatikan grafik harian atau mingguan, tiba2 harus
memperhatikan hal2 seperti ini, maka bagi saya real investor itu jadi
mengalami kerugian karena kehilangan kenyamanannya menjadi real
investor yang harusnya tidak lagi memusingkan urusan grafik karena
memang sudah tidak relevan lagi. Seorang Lo Kheng Hong (LKH), setahu
saya beliau adalah salah satu real investor di Indonesia dimana dia
tidak memusingkan grafik bahkan LKH memandang aneh orang beli saham
karena bentuk grafik tertentu. Bagi LKH, yang diperlukan oleh seorang
real investor hanyalah menganalisa perusahaan baik dari sisi
manajemen, prospek usaha, serta valuasi perusahaan di masa mendatang
yang bisa dihitung dari laporan keuangan dengan membuat asumsi2
proyeksi di masa mendatang. Setelah selesai di analisa dan diputuskan
untuk investasi, maka investasinya untuk tahunan tidak dijual2.

Sewaktu di seminar bulan Oktober 2012 lalu, ketika ditanya apakah LKH
tidak takut akan terjadi crash atau harga turun signifikan atas
saham2nya sehingga dia terus menerus ambil posisi hampir 100% selalu
dalam bentuk saham? LKH hanya bilang, turun itu suatu kemungkinan
saja. Kalau turun, toh nanti akan naik lagi bahkan lebih tinggi
naiknya. Nah, kalau ngga turun, khan saya jadi ketinggalan kalau
sahamnya naik. Selain itu, masih kata LKH, dari pendapatan dividend
tahun 2011 atas saham yang dia miliki, sudah bisa membiayainya seumur
sisa hidupnya. LKH, seperti yang kita ketahui adalah salah satu real
investor yang hobinya traveling ke LN. Dia bilang, kalau dia jalan2 ke
LN, bisa berbulan2 lamanya. Dari pengakuan seperti ini sebenarnya kita
bisa lihat dan dapatkan satu privilege utama dari seorang real
investor yaitu tidak memusingkan pergerakan harga saham hari per hari
atau minggu per minggu. Real investor dapat mengabaikan pergerakan
harga saham selama berbulan-bulan.

Seorang WB pernah mengatakan "Only buy something that you'd be
perfectly happy to hold if the market shut down for 10 years". Jadi,
kalau ada seseorang yang mengaku mau menjadi real investor, tapi masih
perhatikan grafik, maka bagi saya setidaknya orang tersebut belum
melakukan PR nya seperti yang dinyatakan oleh WB, sehingga akhirnya
"investor" itu jadi kehilangan privilege yang bisa dimiliki oleh
seorang investor yang tidak dimiliki oleh trader.

So, saya tidak ingin menggurui atau mengharuskan seseorang itu mau
jadi real investor atau real trader atau mau ditengah2 diantara
keduanya karena selalu ragu atau belum bisa memutuskan mau memilih
yang mana. Mau jadi investor tapi ragu2 kalau lihat harga sahamnya
turun. Mau jadi real trader, tapi takut masuk di saham yang
fundamentalnya belum jelas atau tidak jelas atau kemahalan secara
valuasi. Semua ada pilihan hidup dan gaya masing-masing saja. Tidak
ada yang salah tidak ada yang benar karena selama membuat hati senang
dan tenang, itulah yang sebenarnya terbaik untuk diri masing-masing.

Hal lain lagi yang ingin saya sharingkan adalah jangan pernah
membandingkan hasil akhir dari yang didapat oleh seorang real investor
dan seorang real trader. Hasil akhir yang didapat dari dua tipe
tersebut tidak bisa dibandingkan karena ada hal2 lain yang suka lupa
diperhitungkan oleh orang yaitu proses dan perasaan kenyamanan yang
dialami selama proses hold/memiliki saham tersebut.

Ada banyak kejadian kalau mau dicek ke saham2 blue chips seperti BMRI
misalkan, maka kalau di back testing dengan menggunakan analisa
teknikal, hasilnya malah lebih rendah bila dibandingkan dengan buy and
hold untuk investasi alias tidak ditradingkan. Silakan dilakukan
pengecekan sendiri bila kurang percaya karena saya sudah melakukan
pengecekan. Walau realitanya ternyata demikian pun, saya tetap tidak
mengatakan menjadi real investor itu lebih baik dibanding dengan
menjadi trader karena memang ukuran sesuatu itu lebih baik dibanding
dengan yang lainnya bukan semata hanya soal hasil akhir keuntungan
yang didapat melainkan juga proses dan perasaan kenyamanan yang
dialami selama proses hold/memiliki saham tersebut.

Mental/psikologis saya saat ini setelah saya amati adalah
mental/psikologis seorang trader ketimbang seorang investor. Itu
sebabnya, saya tidak akan nyaman pegang saham sampai bertahun-tahun
tidak diperjual belikan. Itu sebabnya pula saya lebih suka
memperhatikan grafik saham. Tapi bagi seorang WB atau LKH yang kalau
tidak salah saya perhatikan, mereka lebih memiliki mental/psikologis
seorang investor ketimbang seorang trader. Itu sebabnya mungkin mereka
tidak akan nyaman kalau baru beli saham lalu harus dijual lagi hanya
karena grafiknya turun padahal mereka sudah hitung dan memiliki
keyakinan bahwa saham itu akan naik dalam jangka panjang, tidak peduli
harus turun dulu sesaat selama pada akhirnya naik dan mencapai
nilai/harga yang mereka yakini bisa atau akan tercapai dalam kurun
waktu tertentu (biasanya tahunan).

Inilah sharing yang bisa saya berikan kepada para sahabat milis saham
agar bisa jadi masukan khususnya pemahaman soal filosofi dasar dari
menjadi seorang investor yang berbeda dengan menjadi seorang trader
dan keduanya tidak bisa dibandingkan hanya dengan melihat hasil akhir
dari keuntungan yang didapat.

catatan:
Saya tulis/paparkan agak panjang dan lengkap, tujuannya agar bisa
diambil manfaatnya oleh para sahabat milis saham ini berhubung saya
jarang nulis. Ini nulisnya juga sambil nonton Xfactor Indonesia di
RCTI :) Kalau cocok/sesuai silakan dimanfaatkan, kalau tidak cocok
diabaikan sajalah :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2013/3/1 Oguds [email protected]>:
>
> Investasi itu tetap berisiko, seperti anda bilang sendiri di bawah,
> "hold terus sampai lapkeunya menunjukkan penurunan laba".
Artinya
> tetap harus dimonitor, setidaknya dari laporan keuangan. Celakanya,
> laporan keuangan datang terlambat, sahamnya sudah bergerak lebih dulu.
>
> Mendukung tulisan saya di bawah, grafik saham bisa dibaca secara
> mingguan, sehingga tidak menyita waktu. Seperti chart BBNI yg cakep
> banget, sampe ngiler ngelihatnya. Ces.. ces.. cess...
>
>
> Friday, March 1, 2013, 2:03:33 PM, you wrote:
>
> IAN> Maaf ya Pak, tulisan saya bukan ditujukan khusus untuk anda,
> IAN> tapi lebih kepada para sahabat milis saham yang ingin lebih paham
> IAN> soal investasi itu seperti apa pola pikirnya.
>
> IAN> Anda mungkin merupakan trader yang hebat, trader yang sukses,
> IAN> tolong diberi ruang juga ya untuk para sahabat di milis saham ini
> IAN> yang mungkin punya pola pikir yang berbeda dengan anda yang
> IAN> mungkin lebih cocok atau lebih suka investasi tanpa harus
> IAN> memantau atau dipusingkan oleh grafik saham karena mereka punya
> IAN> kesibukan lainnya sehingga mungkin lebih cocok beli saham lalu
> IAN> lupakan dan simpan seperti menyimpan deposito, dst.
>
> IAN> Semoga bisa dipahami ya.
>
> IAN> jabat erat,
> IAN> Irwan Ariston Napitupulu
>
> IAN> 2013/3/1 Maykada HK [email protected]>
>
>
> IAN> Masih ingat saja ya kasus BBNI ini, hahaha. Seperti saya bilang,
> IAN> investasi dan chart tetap bisa sejalan, toh pergerakan dari BBNI
> IAN> tergambar dari chart-nya. Kalau ingin masuk di BBNI, pertengahan
> IAN> Januari sudah cakep gambarnya, di posisi 3600-an. Berarti baru
> IAN> naik 30%-an. Saham2 yg lain sudah ada yg melompat2 lebih dari
> IAN> 100%. Tinggal pilih. Saya tetap tidak main di banking, jadi
> IAN> menurut saya valuasinya masih nol, meskipun saya nasabah BRI.
>
>
> IAN> 2013/3/1 Irwan Ariston Napitupulu [email protected]>
> IAN> Ini juga contoh lain lagi tulisan saya tanggal 13 Pebruari 2012,
> IAN> sekitar setahun yang lalu.
> IAN> Saya perkirakan laba BBNI untuk 2012 sebear Rp7 triliun, dari berita
> IAN> saya baca hari ini laba bersih BBNI untuk 2012 mencapai Rp7,1
triliun.
> IAN> :)
>
> IAN> Harga pasar saat ini yg di Rp4750 memang belum mencapai harga
> IAN> perhitungan yang saya berikan, Rp5800. Apakah pasar akan mencapai
> IAN> harga hitungan saya dulu atau tidak, saya tidak tahu.
>
> IAN> Poin yg ingin saya sampaikan, kalau urusan investasi, masuk dengan
> IAN> alasan hitungan valuasi, maka dibutuhkan kesabaran. Tidak usah
lihat
> IAN> running trade, tidak usah lihat grafik, fokus hanya laporan
keuangan
> IAN> tiga bulanan saja dan berita2/corp action yg berhubungan dengan
emiten
> IAN> yg bisa mempengaruhi pendapatan emiten di masa mendatang.
>
> IAN> Semoga bermanfaat.
>
> IAN> catatan:
> IAN> Saya belum melakukan perhitungan ulang lagi dengan angka2 lapkeu
yang
> IAN> terakhir. Apakah akan ada upgrade atau downgrade dari lapkeu
terakhir
> IAN> baik itu BBRI, BMRI, atau BBNI, saya belum tahu.
>
> IAN> jabat erat,
> IAN> Irwan Ariston Napitupulu
>
> IAN> 2012/2/13 Irwan Ariston Napitupulu [email protected]>:
>>> Laba BBNI tahun 2007, 0,898T.
>>> Laba BBNI tahun 2011, 5,39T.
>>> Pertumbuhan rata2 selama 4 tahun sebesar 56,5% per tahun.
>>>
>>> Penutupan harga Jumat, 10 Pebruari 2011, 3450.
>>> PER = 11,81x (2011)
>>>
>>> Valuasi wajar BBNI di 5800 (potensi cuan 68%) di PER 20x.
>>>
>>> Asumsi growth BBNI rata2 5 tahun ke depan adalah 30%, maka di
harga
>>> sekarang 3450 PEG nya hanya 0,39. Di harga 5800 PEG nya 0,67.
>>> Hanya FM yg ngga paham soal keuangan dan investasi saja yang ngga
akan
>>> beli BBNI.
>>>
>>> Asumsi laba di tahun 2012 bertumbuh 30%, maka laba 2012 menjadi
7T.
>>> Harga 3450 setara dengan PER 9x (2012)
>>> Harga 5800 setara dengan PER 15,3x (2012).
>>>
>>> STRONG BUY BBNI di 3450 untuk investasi (minimal 1 tahun, ideal
>>> minimal 3 tahun, atau hold terus sampai lapkeunya menunjukkan
>>> penurunan laba dan harganya sudah overvalue).
>>>
>>> jabat erat,
>>> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
> IAN> ------------------------------------
>
>
> IAN> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>
> IAN> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN
> IAN> BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK
> IAN> MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI
> IAN> MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL.
>
> --
> Tertanda,
> Oguds [960000031]
>
> ------------------------------------
>
> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>
> SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN
MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL
EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI
ATAU PEMILIK MODAL.
>
> [email protected] untuk berhenti dari milis saham
> [email protected] untuk bergabung ke milis saham
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
 

Kirim email ke