Jauh kali bang, tahun 2222, Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Irwan Ariston Napitupulu" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 6 Apr 2013 23:07:53 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Nasib Trader
Ironisnya, sudah lebih dari seratus tahun industri trading ada, sudah puluhan PhD yang meriset perilaku harga di pasar, tetap saja mereka banyak yang kalah/merugi, bahkan bangkrut, selain ada juga yang untung. :) Kesimpulannya berarti dunia trading masih akan terus menarik sampai mungkin lebih dari 100 tahun lagi, sampai orang pada pinter semuanya di dunia trading :) Saya perkirakan peristiwa itu akan terjadi pada tangal 2 Pebruari 2222 :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu Sent from my BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 6 Apr 2013 09:04:00 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Nasib Trader Saat pasar sudah efisien (no more loser, udah pada pinter semua), saat itulah industri trading kehilangan daya tariknya :) Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: tsunamizawa <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 6 Apr 2013 16:47:02 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Nasib Trader makin banyak yg pakai, hasil makin turun. ________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Saturday, April 6, 2013 12:16 AM Subject: Re: [saham] Nasib Trader Setahu saya yg fail adalah donchian system yg dipakai generasi awal the turtle.. Dalam buku Quantitative Trading System, Howard Bandy menerangkan bahwa mechanical trading itu memanfaatkan inefficiency dr market. Dan, pada jaman itu donchian breakout system cukup mumpuni.. Sampai kemudian banyak org memanfaatkan system ini yg membuat market menjadi effisien saat break out 20 jhari terjadi. Di buku howard bandy, system doncian sbg contoh system yg sudah failed. Perlu dibedakan antara system yg sedang mengalami drawdown dan system yg sdh failed. Yg pertama masih bisa diharap performanya kembali dan yg terakhir patut di tinggalkan. Richard Dennis sendiri tidak terpaku dgn donchian, beliau terus mengembangkan banyak system trend following. Beliau masuk dalam daftar top trader yg diwawancara schwartz dan beliau berakhir krn pensiun serta fokus di politik kala itu..bukan krn gagal. Performa invenstment company-nya juga salah satu yg diulas di buku trend followingnya coven. Bagaimana dgn darvas..silahkan dibacktest masing2 baik market bej dan newyork..hasil backtest saya sih masih termasuk lumayan. Salam Satriyo Sent by DiGi from my BlackBerry® Smartphone ________________________________ From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 6 Apr 2013 04:07:06 +0000 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Nasib Trader Apakah darvas kalah pak? Bukannya menang. Livermoore yg kalah Sent from my BlackBerry® smartphone ________________________________ From: M Harris Nardiansyah <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 6 Apr 2013 10:36:50 +0700 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Nasib Trader Kalah karena sistem atau karena tidak disiplin? Artikelnya agak panjang sehingga males baca secara lengkap :( 2013/4/6 greenhorn <[email protected]> > > >Karena kepingin tahu bagaimana hebatnya turtle system saya cari-cari di google >apakah system ini sudah bisa bikin penganutnya ongkang-ongkang kaki. >Kebetulan saya ketemu artikel ini. Cukup membuat terpana... > > >http://www.businessweek.com/1997/14/b3521101.htm > > > >Jadi teringat nasib beberapa top trader lainnya seperti darvas dan >livermore.... apakah semua dalam jangka panjang pasti kalah? > > > > >salam, >green > > -- M Harris Nardiansyah (nardi262542) on Twitter https://twitter.com/nardi262542 Trader Gombal http://tradergombal.blogspot.com/
