Penggelapan Dana, Nasabah Rugi Rp 2 Triliun 

Jakarta, Kompas - Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya mendalami kasus
dugaan penggelapan dana yang dilakukan PT Sarana Perdana Indoglobal,
perusahaan investasi bisnis keuangan. Diduga, bos perusahaan ini
melarikan diri ke Singapura. Para nasabah menuturkan kerugian mencapai
Rp 2 triliun. 

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar
Carlo Brix Tewu, Sabtu (31/3), membenarkan pihaknya memang sedang
menangani kasus dugaan penggelapan dana. Kasus ini terungkap setelah
puluhan nasabah mewakili berbagai provinsi melaporkan ke Polda Metro
Jaya. 

SR, Presiden Direktur PT Sarana Perdana Indoglobal (SPI), dan SS,
Manajer Pemasaran PT SPI, Jumat, diperiksa sebagai saksi oleh Polda
Metro Jaya. Sejak Sabtu mereka resmi ditahan Polda Metro Jaya. Penahanan
dilakukan untuk memudahkan pemeriksaan. 

Sejumlah nasabah yang ditemui di depan tempat pemeriksaan Direktorat
Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya beberapa hari lalu tak ada
yang mau memberikan penjelasan. Pada umumnya mereka mengatakan kepada
wartawan bahwa mereka hanya mengantar temannya. Ketika teman yang dia
tunjuk itu ditanyai, juga mengatakan hanya mengantar teman. 

Di sejumlah tempat diskusi online di internet, banyak nasabah yang sudah
panik dan saling menanyakan kejelasan nasib dana mereka. Kerugian
nasabah bervariasi, namun sebagai gambaran ada nasabah yang mengaku
kehilangan Rp 500 miliar. Pada umumnya mereka telah mengetahui bahwa bos
PT SPI telah pergi ke luar negeri. 

Berbeda dengan perusahaan fiktif lainnya, PT SPI sempat dipercaya
nasabah karena ada hubungannya dengan perusahaan resmi yang terdaftar di
Bursa Berjangka Jakarta. (amr) 


-- 
Kuliner Indonesia, milis tentang makanan dan tempat makan di dalam, 
juga dari luar negeri. Disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Daftar ke mailto:[EMAIL PROTECTED] Arsipnya bisa 
dibaca di http://groups.yahoo.com/group/kuliner_ind/messages



Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke