www.ipotnews.com/m/article.php?jdl=BIPI_Targetkan_Laba_Bersih_2013_Melonjak_Ribuan_Kali_Lipat&level2=newsandopinion&id=2225706&img=level1_topnews_2

IPI
Thursday, June 27, 2013 18:25 WIB
BIPI Targetkan Laba Bersih 2013 Melonjak Ribuan Kali Lipat
Ipotnews –PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) menargetkan
pendapatan dan laba bersih pada akhir tahun ini melonjak 750,02
dan 8390,38 persen dibandingkan 2012.
Peningkatan tersebut karena kontribusi dari anak usaha yang baru
diakuisisi beberapa hari lalu, yakni PT Astrindo Mahakarya
Indonesia (AMI).
Direktur BIPI, Michael Wong, mengatakan dengan
dikonsolidasikannya AMI dalam laporan keuangan perseroan sejak
Juli 2013, serta dikantonginya izin pinjam pakai kawasan hutan
bagi entitas anak untuk melakukan pengeboran baru, maka
pendapatannya langsung meningkat menjadi US$319,52 juta, dari
tahun lalu sebesar US$37,59 juta.
Untuk 2014, pendapatan terus meningkat menjadi US$403,11 juta
dan US$413,81 juta. Sedangkan laba bersih mengalami kenaikan
menjadi US$73,27 juta di 2013, US$85,57 juta pada 2014 dan US
$86,76 juta di 2015 dari US$863 ribu pada tahun lalu.
"Akuisisi AMI dilakukan jelang pertengahan tahun, maka
kontribusinya ke pendapatan usaha kami baru menyumbang 75
persen, dan sisanya dari pendapatan anak usaha lainnya. Untuk
2014, ada peningkatan kontribusi pendapatan dari AMI naik
menjadi 80 persen dan sisanya dari pendapatan anak usaha
lainnya, makanya pendapatan dan laba bersih kami kembali
meningkat pada 2014," papar Michael, di Jakarta, Kamis (27/6).
Akuisisi AMI juga berdampak positif terhadap kinerja laba sebelum
pajak, depresiasi dan amortisasi (Ebitda) dari US$13,66 juta
(2012) menjadi US$277,37 juta (2013), US$337,82 juta (2014) dan
US$337,80 juta (2015). Aset PT Benakat Petroleum [BIPI 133 -2
(-1,5%) ] juga melonjak dari US$471,49 juta (2012) menjadi US
$1,64 miliar (2013), US$1,58 miliar (2014) dan 1,56 miliar (2015).
Dari sisi pos liabilitas, juga meningkat menjadi US$79,52 juta
(2012), US$1,05 miliar (2013), dan turun jadi US$910,73 juta
(2014), dan US$803,31 juta (2015). Sedangkan ekuitas meningkat
dari US$391,98 juta (2012) menjadi US$443,99 juta (2013), US
$481,07 juta (2014) dan US$517,57 juta (2015).
Dua hari yang lalu, BIPI menuntaskan proses akuisisi seratus
persen saham AMI yang merupakan perusahaan infrastruktur batu
bara, senilai US$600 juta. Untuk menuntaskan realisasi akuisisi
tersebut, perseroan menarik pinjaman US$150 juta atau Rp1,5
triliun dari Poseidon Corporate Services Ltd.
Perseroan juga melepas seluruh saham anak usaha di PT Benakat
Patina kepada PT Florenceville, sebagai bagian dari rencana
akuisisi AMI. BIPI juga telah mengkonversi atas piutang milik
perseroan menjadi saham dalam AMI. Langkah akuisisi ini telah
mendapatkan persetujuan dari pemegang saham perseroan pada
akhir tahun melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(RUPSLB) BIPI.
Michael menambahkan, meski telah mengakuisisi perusahaan
infrastruktur batu bara, manajemen BIPI masih belum tertarik
untuk mengakuisisi perusahaan batu bara dalam waktu dekat.
"Kami lebih tertarik pada perusahaan infrastruktur batu bara,
karena harga batu bara dunia kan masih berfluktuasi sampai saat
ini," jelas dia.
Presiden Direktur BIPI, Suluhudin Noor, berharap dengan
diakuisisinya AMI dapat meningkatkan kinerja BIPI menjadi lebih
baik lagi pada tahun-tahun mendatang, sehingga bisa
meningkatkan kesejahteraan stakeholder perseroan.
Belanja Modal
Pada kesempatan serupa, Michael mengatakan pihaknya
menganggarkan belanja modal tahun ini sekitar US$16 juta. Dana
tersebut akan digunakan untuk pengeboran 15 sumur minyak pada
2013.
Rinciannya, sepuluh sumur minyak berjenis dalam dan lima sumur
berjenis dangkal. "Untuk sumur dangkal biaya pengeboran yang
dikeluarkan US$800 ribu per satu sumur. Dan untuk sumur dalam,
biayanya sekitar US$1,2 juta-US$1,3 juta. Potensi produksi 15
sumur tersebut sekitar 3.500 barel," papar Michael.?


Sent from Samsung Mobile

Kirim email ke