Rabu, 24 Oktober 2007 11:11:40

StockWatch (Jakarta) - Perusahaan jasa transportasi darat PT Mitra Rajasa
Tbk (MIRA) telah mendapatkan pinjaman dari Santos senilai US$70 juta. Dana
pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai pembelian kapal, demikian sumber
e-Bursa.com, Rabu (24/10) di Jakarta.

Dengan rencana pembelian kapal ini harga saham MIRA ditargetkan akan
meningkat ke level Rp1.500 per unit.

Belum ada konfimasi dari manajemen Mitra Rajasa tentang rencana tersebut.
(sup)

 

 

 

Harga Saham MIRA Melonjak 639,13%

----------------------------------------------------------------------------
----

 

Rabu, 24 Oktober 2007 13:31:48

StockWatch (Jakarta) - Harga saham perusahaan jasa transportasi darat PT
Mitra Rajasa Tbk (MIRA) pada sesi pertama perdagangan Rabu (24/10) ditutup
Rp750, naik Rp70 (10.2%). Adapun volume saham yang ditransaksikan di pasar
reguler mencapai 58.719 lot senilai Rp22,1 miliar dengan frekuensi sebanyak
1.203 transaksi.

 

Saham MIRA terus melonjak sejak 1 Agustus 2007 sampai dengan 23 Oktober 2007
yaitu dari Rp92 menjadi Rp680 per saham, melambung 639,13%. Sedangkan pada 4
Oktober 2007, harga saham MIRA berada di level tertinggi yaitu Rp790 per
unit. 

 

Apresiasi harga saham MIRA itu dipicu oleh beredarnya kabar ekspansi ke
transportasi laut yaitu mengakusisi Sabre System International Pte Ltd. yang
memiliki satu unit kapal Floating Production Storage Offloading (FPSO).
Sabre System International Pte Ltd ini merupakan pemilik dari kapal Floating
Production Storage Offloading (FPSO) dengan kapasitas produksi minyak 10
ribu barel per hari dan 60 juta kaki kubik gas per hari.

 

Untuk mewujudkan ekspansi ke jasa transportasi minyak tersebut Mitra Rajasa
akan menerbitkan saham terbatas (rights issue) senilai Rp342 miliar. Dana
hasil right issue ini akan digunakan antara lain sebesar 79,5% atau setara
Rp391,500 miliar untuk membeli 4,455 juta lembar saham Sabre Systems
International Pte Ltd., sebesar 1,7% atau senilai Rp8,5 miliar untuk
pembelian sebanyak 1.200 lembar saham di PT Pulau Kencana Raya.

 

Selain itu, sekitar 10,2% atau sebesar Rp50 miliar untuk setoran modal awal
pembentukan badan usaha baru yang akan membangun Floating Production Storage
and Offloading (FPSO), sebesar Rp20 miliar (4,3%) untuk melunasi seluruh
kewajiban Mitra Rajasa di PT Bank Niaga Tbk, dan sebesar Rp1,5 miliar (0,3%)
untuk meningkatkan modal kerja Mitra Rajasa.

 

Adapun nilai pasar wajar 99% ekuitas Sabre System International Pte Ltd pada
tanggal 30 Juni 2007 berada pada level US$42,468 juta-US$48,50 juta dengan
nilai tengah sebesar US$45,397 juta. Sedangkan nilai pasar wajar 100%
ekuitas PT Pulau Kencana Raya sebesar

Rp9,267 miliar-Rp10,612 miliar dengan nilai tengah

Rp9,882 miliar. Sebelum transaksi, Tito Sulistio menguasai 41,67% saham PT
Pulau Kencana Raya, Agung Salim memiliki 41,67%, dan Bintari Wigati
mengantongi 16,66%.

 

Recana right issue ini akan dimintakan persetujuan dari para pemegang saham
dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diadakan pada
tanggal 31 Oktober 2007. Diharapkan akuisisi tersebut dapat dilakukan
sekitar November 2007 sampai Januari 2008. (yan)

 

 

Cheers

DW

 

Kirim email ke