Hallo apa kabar sahabat trader? Siap terbang tinggi di tengah badai.
Tulisan ini sebagai bahan pertimbangan kami, tetapi kami tidak mempertahankan opini. Kita tidak berusaha agar pasar membuktikan kebenaran analisa kita. Karena kita trader. Trade what you see, not what you think. Lose your opinion - not your money. Koreksi yang terjadi di pasar keuangan secara global terjadi karena pasar mengantipasi keputusan The Fed yang akan mengurangi stimulus ekonomi di bulan September. Pengurangan ini menunjukkan Amerika optimis akan kemajuan ekonominya. Sehingga hedge fund – hedge fund yang selama ini menanamkan dananya di pasar keuangan Asia mulai menjadikannya tunai. Tetapi kepanikan investor dan trader lokal makin memperburuk keadaan pasar. Padahal kenyataannya tidak lebih buruk daripada yang ditakutkan. Ketidak tahuan dan kurang mengertinya kondisi makro yang menjadi pemicu semakin dalamnya koreksi pasar keuangan khususnya di pasar saham lokal. Ada dua hal penting yang menjadi perhatian investor asing di Indonesia. Pertama, Pertemuan The Fed tanggal 17 September 2013 malam waktu Indonesia. Pertemuan ini penting karena pasar menunggu kepastian pengurangan stimulus yang akan dilakukan the Fed. Koreksi yang terjadi sejak April dimana pasar telah bereaksi cukup dalam akan mengurangi tekanan pada saat kenyataan The Fed mengumumkan pengurangan stimulusnya. Diperkirakan akan terjadi Sell on rumors, Buy on fact. Pasar telah memperkirakan sebelumnya dan koreksi pasar telah menjustifikasi kebijakan tersebut. Keberanian The Fed mengurangi stimulus perlu dikonfirmasi dengan data penggangguran US yang harus lebih baik dan mendekati angka 6%. Data pengangguran US menjadi sangat penting untuk menunjukkan kesehatan ekonomi AS secara nyata. Keputusan The Fed, baik mengurangi stimulus atau tidak, akan direspon pasar negatif. Akan terjadi pelemahan USD kembali dengan meningkatkan Risk Appetite investor untuk mengejar kembali asset-asset dengan yield yang lebih tinggi. Perlu disadari bahwa kebijakan The Fed tersebut diperlukan dan itu baik untuk pertumbuhan ekonomi secara global. Rezim suku bunga rendah yang cukup lama dan perlu secara bertahap di naikkan. Sehingga beban pertumbuhan ekonomi dunia tidak dibebankan di pundak kawasan Asia. Dan pasar telah menyadari hal tersebut. Pertanyaan yang penting lainnya, Apakah US benar-benar telah pulih? Beberapa perbaikan data memang mengkonfirmasi hal tersebut. Yang menjadi pertanyaan, apakah The Fed tidak bermain data seperti halnya juga pemerintah China? Ketegangan yang terjadi dengan Syria, menunjukkan bahwa US memerlukan sumber pendapatan di tengah krisis. Pendapatan yang diperoleh melalui ladang minyak lewat pendudukan Suriah. Dan ini bukanlah hal baru, banyak perang yang dilakukan US saat Amerika mengalami krisis. Kedua, data inflasi Indonesia di bulan September. Apakah masih menekan? Setelah data Inflasi bulan Agustus diperkirakan masih tinggi karena hari raya lebaran. Hari ini Rapat Dewan ubernur BI yang diperkirakan menaikkan suku bunganya karena angka inflasi bisa mencapai 9% di akhir tahun. Mudah-mudahan kenaikan suku bunga oleh BI dapat menjadi daya tarikbagi investor asing dalam mengejar yield yang lebih tinggi. Data inflasi berkaitan dengan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data pertumbuhan ekonomi sangat menarik bagi investor asing untuk menanamkan dananya. Hal lain yang menjadi perhatian pasar tetapi kurang signifikan dampaknya adalah tindakan pemerintah dalam mengatasi deficit neraca berjalan. Defisit Neraca berjalan dialami oleh banyak Negara. Karena pasar dunia yang selama ini tergantung pada USA dan Eropa yang sedang sakit. Sebagai investor lokal perlu bersatu dalam mengangkat dan menguatkan bursa saham kita. Adalah lebih baik jika pasar saham Bullish, karena membangun pasar lebih sulit daripada meruntuhkannya. Ketidak sehatian para pelaku pasar lokal semakin memperburuk keadaan. Ada sentiment negative yang membuat para pelaku pasar ketakutan, ada ketidak percayaan diri. Dan ini harus kita lawan. Bersatu kita bisa. Sahabat-sahabat trader, mari kita mempersiapkan amunisi. Ke dua peristiwa ini bisa menjadi pertanda dimulainya kembali pembalikan tren menguat untuk pasar saham lokal. Kami antusias, bagaimana dengan Anda? Kiranya hari-hari Anda diberkahi dan trading teman-teman sekalian mendatangkan kemakmuran. Tabik Persahabatan, Surya S Darma
