Sebelum menganalisa ADRO, perlu saya sampaikan, bahwa ADRO bagi saya sebenarnya snagat sulit untuk di analisa. Bukan hanya ADRO namun semua saham yang berbasis komoditas, seperti Nikel, Emas, Coal , CPO dan lain – lain. Walau ada beberapa pendekatan namun tingkat akurasinya sangat lemah. Kenapa saya katakan sangat sulit bahkan sesungguhnya tidak bisa di analisa fundamental, sebab sebagai suatu perusahaan tambang batubara, semua asset ADRO akan sangat berhubungan dengan harga batubara. Misal harga batubara naik, maka harga asset dan valuasi ADRO juga meningkat. Dan sebaliknya ketika harga Coal / batubara turun mak ahrga asset serta valuasi ADRo pun turun. Baru saja ADRO mengeluarkan laporan keuangan Q2 2013 dimana laba ADRO turun 53% dari 239 Juta US Dollar menjadi 112 juta US Dollar. dan EPS ADRO juga turun dari 0.00808 US per saham menjadi 0.00335 US per saham atau saat ini dalam rupiah, EPS ADRO adalah RP. 38,5 per saham atau disetahunkan menjadi Rp. 77 per saham. Dan saat ini dengan harga ADRO Rp. 910 per saham maka ADRO dihargai dengan PE sebesar 11,8x. Pertanyaannya, apakah di harga 910 ADRo sudah murah atau masih mahal ? Melihart kondisi harga batubara yang saat ini sudah naik namun masih tergolong murah (chart : http://www.barchart.com/quotes/futures/LQU13 ) Saya berpikir saat ini harga ADRO 910 masih tergolong mahal, dan ada potensi penurunan lebih lanjut lagi. Kenaikan saat ini menurut saya hanya sementara karena ADRO sudah turun cukup dalam. Kalau kita melihat grafik harga batubara setahun terakhir, terlihat harga batubara saat ini masih berada di kisaran 4 years low. Namun sekali lagi, seperti pernyataaan di atas tidak ada yang tau valuasi ADRO karena harga batubara berubah – ubah. Maka yang bisa kita lakukan adalah ber-spekulasi.
Read more: http://bei5000.com/2013/08/30/analisa-adro-q2-2013/ bei5000.com http://www.facebook.com/rhliembono twritter : @bei5000
