Di sektor yang berhubungan dengan “ayam” ada beberapa saham yaitu CPIN, JPFA, MAIN dan SIPD. Sementara SIPD boleh kita kesampingkan karena SIPD “beda kelas” dengan yang lain karena SIPD tergolong kecil, sementara MAIN, JPFA dan CPIN jauh lebih besar,. KODE CLOSE KAPITALISASI (MILIAR Rp) EPS Q2’13 PER DER PROFIT GROWTH (%) SALES GROWTH (%) PROFIT MARGIN (%) ROE(%) GROSS MARGIN (%) CPIN 3100 50834 93 16.67 0.54 -9.71 17.03 12.72 34.07 20.78 JPFA 1150 12260 46 12.5 1.42 -18.73 21.99 4.75 19.21 17.86 MAIN 2475 4195 104 11.9 1.54 -4.59 21.06 8.84 44.22 18.98 Rata – Rata 13.69 1.1667 -11.01 20.02667 8.77 32.5 19.2067 Kalau kita lihat perbandingan di atas, saat ini kapitalisasi pasar untuk sektor pakan ternak paling besar adalah CPIN dengan kapitaliasai 50,8T sementara JPFA 12,2 T dan MAIN hanya 4,1 T. Rata – rata Saham pakan ternak mengalami penurunan laba 11% sementara penjualan rata – rata naik 20% yang berarti ada kenaikan bahan baku. Dan memang selama january – Maret 2013 (Q1 2013) , harga jagung meningkat, semantara April – juni (Q2 2013) harga jagung mulai turun, namun mengingat jagung di hargai dalam USD Dollar dan USD menguat, maka bisa disimpulkan bahwa Q2 juga harga jagung masih tinggi. Sementara Q3, dengan harga jagung yang masih cukup tinggi dan USD menguat signifikan, saya rasa laba emiten pakan ternak masih bisa melemah. PER rata – rata saat ini yang berkisar 13,69x masih mahal, dan masih ada potensi pelemahan hingga 30% dari harga saat ini . Namun jika tahun depan USD bisa melemah, maka ada potensi Valuasi dari industri Pakan ternak bisa lebih tinggi lagi. Sementara ini dengan Rp. 11.500 per USD saya rasa PER wajar buat indutsri pakan ternak adlah sekitar 8-9x saja. Sementara untuk kasus JPFA dan MAIN yang memiliki rasio hutang masing – masing 1,4x dan 1,5x saya rasa ada sisi resiko yang cukup besar. Namun harga saat ini JPFA juga sudah cukup murah dengan PBV hanya 2,7x sementaraMAIN 5,5x serta CPIN mencapai 6,2x . Namu profit margin JPFA juga yang paling kecil yaitu hanya mencapai 4,75% sementara MAIN 8,8% dan CPIN 12%, mungkin PBV Yang kecil disebabkan karena ada resiko yang lebih besar jika harga bahan baku mengalami peningkatan. Dan mengingat JPFA tidak hanya bergerak dibidang pakan ternak, namun juga di bidang makanan beku (frozen food) misal Sosis So Good, saya rasa di satu sisi ada resiko yang membuat JPFA dihargai dengan valuasi yang lebih rendah.
Read more: http://bei5000.com/2013/09/02/perbandingan-sektor-pakan-ternak-jpfa-main-cpin/ bei5000.com http://www.facebook.com/rhliembono twritter : @bei5000
